alexametrics
30.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Musim DBD, Permintaan Trombosit di PMI Ponorogo Naik Lima Lipat

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Warning juga datang dari Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo. Permintaan trombosit melonjak akhir-akhir ini bersamaan meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD). Bahkan, awal Januari ini sudah 48 kantong trombosit yang keluar. ‘’Hampir setiap hari kami memisahkan darah trombosit,’’ kata Kepala UDD PMI Ponorogo Andy Nurdiana, Sabtu (8/1).

Dia mencatat permintaan trombosit mulai meningkat sejak Desember lalu. Bahkan, totalnya mencapai 162 kantong. UDD PMI Ponorogo rata-rata hanya melayani 30 permintaan trombosit setiap bulan. Permintaan trombosit yang tinggi juga sempat terjadi April tahun lalu karena angkanya mencapai 80 kantong. ‘’Meskipun ada kebutuhan untuk penyakit lain, tapi DBD masih mendominasi,’’ ujarnya.

Pihaknya tidak pernah kesulitan memenuhi permintaan darah trombosit. Sebab, hampir setiap hari ada pendonor datang. Tatkala persediaan sedang kosong, Andy sengaja memanggil relawan untuk sudi mendonorkan darah. Saat ini, kantong darah A trombosit sedang menipis. Sedangkan untuk golongan darah O, B, dan AB lebih dari lima kantong. ‘’Proses untuk memisahkan darah utuh (whole blood, Red) ke trombosit butuh waktu sekitar dua jam,’’ paparnya.

Baca Juga :  Dua SMA di Ponorogo Lockdown Total, Empat Sekolah Kuntara Terbatas

Darah trombosit harus diberikan ke pasien dalam keadaan fresh (segar). Andy mengatakan, umur trombosit hanya lima hari sejak pengambilan darah. Jika lebih dari itu, maka selnya sudah mati dan harus dimusnahkan. Untuk mempertahankan umur trombosit, maka darah itu harus ditempatkan di lemari pendingin agitator atau kulkas bergerak. Suhu yang dipasang antara 22 sampai 24 derajat. ‘’Kalau akhir-akhir ini kami tidak pernah membuang trombosit karena hampir setiap hari ada permintaan,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Warning juga datang dari Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo. Permintaan trombosit melonjak akhir-akhir ini bersamaan meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD). Bahkan, awal Januari ini sudah 48 kantong trombosit yang keluar. ‘’Hampir setiap hari kami memisahkan darah trombosit,’’ kata Kepala UDD PMI Ponorogo Andy Nurdiana, Sabtu (8/1).

Dia mencatat permintaan trombosit mulai meningkat sejak Desember lalu. Bahkan, totalnya mencapai 162 kantong. UDD PMI Ponorogo rata-rata hanya melayani 30 permintaan trombosit setiap bulan. Permintaan trombosit yang tinggi juga sempat terjadi April tahun lalu karena angkanya mencapai 80 kantong. ‘’Meskipun ada kebutuhan untuk penyakit lain, tapi DBD masih mendominasi,’’ ujarnya.

Pihaknya tidak pernah kesulitan memenuhi permintaan darah trombosit. Sebab, hampir setiap hari ada pendonor datang. Tatkala persediaan sedang kosong, Andy sengaja memanggil relawan untuk sudi mendonorkan darah. Saat ini, kantong darah A trombosit sedang menipis. Sedangkan untuk golongan darah O, B, dan AB lebih dari lima kantong. ‘’Proses untuk memisahkan darah utuh (whole blood, Red) ke trombosit butuh waktu sekitar dua jam,’’ paparnya.

Baca Juga :  Pangkas Kesenjangan Lembaga Pendidikan

Darah trombosit harus diberikan ke pasien dalam keadaan fresh (segar). Andy mengatakan, umur trombosit hanya lima hari sejak pengambilan darah. Jika lebih dari itu, maka selnya sudah mati dan harus dimusnahkan. Untuk mempertahankan umur trombosit, maka darah itu harus ditempatkan di lemari pendingin agitator atau kulkas bergerak. Suhu yang dipasang antara 22 sampai 24 derajat. ‘’Kalau akhir-akhir ini kami tidak pernah membuang trombosit karena hampir setiap hari ada permintaan,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/