alexametrics
23.3 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Korona Mewabah di Sekolah, Pemkab Ponorogo Evaluasi PTM

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus penyebaran Covid-19 di SMPN 6 Ponorogo sepertinya menjadi pukulan telak bagi pemkab. Karena itu, Sekda Ponorogo Agus Pramono kemudian memutuskan agar sekolah itu di-lockdown alias kunci sementara (kuntara) selama 14 hari mulai kemarin (7/2).

Lingkungan sekolah itu sejatinya sudah dikarantina sejak Jumat (4/7) lalu saat siswanya dipulangkan lebih awal. Pola pembelajaran yang awalnya offline terbatas diganti secara online. ‘’Mengantisipasi agar kasus tidak semakin meluas,’’ terang Agus Pram, Selasa (8/2).

Bersamaan itu, Pemkab Ponorogo bakal mengevaluasi PTM terbatas di seluruh sekolah. Jika kasus penularan Covid-19 meluas hingga muncul klaster di sekolah lainnya, maka tidak menutup kemungkinan berlaku pembelajaran jarak jauh (PJJ) 100 persen. Agus Pram mengklaim penerapan protokol kesehatan di sekolah selama ini cukup baik. ‘’Ketika kembali ke rumah itu yang juga perlu diwaspadai,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Pasar Legi Setahun Harus Jadi

Terpisah, Kepala SMPN 6 Ponorogo Kusnin tak memiliki pilihan selain menjalankan instruksi satgas penanganan Covid-19. Kendati siswa, guru, dan wali murid berkeinginan pembelajaran tetap berlangsung tatap muka. Apalagi, 20 warga sekolah yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu bergejala ringan semuanya. ‘’Kami sami’na wa atho’na (kami mendengar dan kami taat, Red), pembelajaran secara daring sampai menunggu keputusan berikutnya,’’ ujar Kusnin. (kid/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus penyebaran Covid-19 di SMPN 6 Ponorogo sepertinya menjadi pukulan telak bagi pemkab. Karena itu, Sekda Ponorogo Agus Pramono kemudian memutuskan agar sekolah itu di-lockdown alias kunci sementara (kuntara) selama 14 hari mulai kemarin (7/2).

Lingkungan sekolah itu sejatinya sudah dikarantina sejak Jumat (4/7) lalu saat siswanya dipulangkan lebih awal. Pola pembelajaran yang awalnya offline terbatas diganti secara online. ‘’Mengantisipasi agar kasus tidak semakin meluas,’’ terang Agus Pram, Selasa (8/2).

Bersamaan itu, Pemkab Ponorogo bakal mengevaluasi PTM terbatas di seluruh sekolah. Jika kasus penularan Covid-19 meluas hingga muncul klaster di sekolah lainnya, maka tidak menutup kemungkinan berlaku pembelajaran jarak jauh (PJJ) 100 persen. Agus Pram mengklaim penerapan protokol kesehatan di sekolah selama ini cukup baik. ‘’Ketika kembali ke rumah itu yang juga perlu diwaspadai,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Pasar Legi Setahun Harus Jadi

Terpisah, Kepala SMPN 6 Ponorogo Kusnin tak memiliki pilihan selain menjalankan instruksi satgas penanganan Covid-19. Kendati siswa, guru, dan wali murid berkeinginan pembelajaran tetap berlangsung tatap muka. Apalagi, 20 warga sekolah yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu bergejala ringan semuanya. ‘’Kami sami’na wa atho’na (kami mendengar dan kami taat, Red), pembelajaran secara daring sampai menunggu keputusan berikutnya,’’ ujar Kusnin. (kid/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/