alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Pemkab Ponorogo Kuntara Delapan Pasar Hewan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Sugiri Sancoko resmi menutup sementara delapan pasar hewan di Ponorogo. Keputusan itu mendasar masukan pedagang dan peternak demi mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) semakin parah. ‘’Pasaran Pahing tetap buka agar dinas terkait punya kesempatan menyosialisasikan kebijakan ini. Pasaran berikutnya ditutup sementara,’’ kata bupati, Rabu (8/6).

Kang Giri, sapaan bupati, menyatakan, pasar hewan ditutup sementara hingga sebaran PMK kembali terkendali. Pemkab telah melakukan berbagai percepatan penanganan. Mulai penyekatan lalu lintas (lalin) ternak dari luar daerah hingga pengobatan hewan ternak yang sedang sakit. ‘’Pasar ditutup sampai status terkendali,’’ ujarnya.

Pemkab menjamin seluruh pembiayaan pengobatan bagi hewan ternak. Kang Giri juga telah menyurati sektor perbankan agar memberikan restrukturisasi kredit bagi peternak yang terbelit. Gayung bersambut, pihak perbankan telah menyatakan kesiapannya memberikan keringanan kredit bagi para debitur terdampak PMK. ‘’Pudak, Pulung, dan Sooko basisnya sapi perah. Perputaran ekonomi di sana cukup tinggi dengan memutar modal dari bank,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Bakal Dihapus, Pemkab Ponorogo Identifikasi 4.547 Honorer

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo juga telah menerima rekomendasi dari pejabat otoritas veteriner (otovet) terkait penutupan pasar hewan. ‘’Tinggal kami teruskan ke perdakum (dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro),’’ kata Kepala Dispertahankan Ponorogo Masun.

Masun meminta warga yang mencari hewan kurban agar langsung ke kandang milik peternak. Aktivitas pasar dikhawatirkan semakin memperluas sebaran PMK. Pihaknya juga melakukan kajian epidemiologi terkait persebaran PMK di Ponorogo. ‘’Jangan sampai meluas, maka ditutup dulu sesuai rekomendasi pejabat otovet,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin) 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Sugiri Sancoko resmi menutup sementara delapan pasar hewan di Ponorogo. Keputusan itu mendasar masukan pedagang dan peternak demi mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) semakin parah. ‘’Pasaran Pahing tetap buka agar dinas terkait punya kesempatan menyosialisasikan kebijakan ini. Pasaran berikutnya ditutup sementara,’’ kata bupati, Rabu (8/6).

Kang Giri, sapaan bupati, menyatakan, pasar hewan ditutup sementara hingga sebaran PMK kembali terkendali. Pemkab telah melakukan berbagai percepatan penanganan. Mulai penyekatan lalu lintas (lalin) ternak dari luar daerah hingga pengobatan hewan ternak yang sedang sakit. ‘’Pasar ditutup sampai status terkendali,’’ ujarnya.

Pemkab menjamin seluruh pembiayaan pengobatan bagi hewan ternak. Kang Giri juga telah menyurati sektor perbankan agar memberikan restrukturisasi kredit bagi peternak yang terbelit. Gayung bersambut, pihak perbankan telah menyatakan kesiapannya memberikan keringanan kredit bagi para debitur terdampak PMK. ‘’Pudak, Pulung, dan Sooko basisnya sapi perah. Perputaran ekonomi di sana cukup tinggi dengan memutar modal dari bank,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Sikapi Penangguhan, Jadwal Ulang Keberangkatan

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo juga telah menerima rekomendasi dari pejabat otoritas veteriner (otovet) terkait penutupan pasar hewan. ‘’Tinggal kami teruskan ke perdakum (dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro),’’ kata Kepala Dispertahankan Ponorogo Masun.

Masun meminta warga yang mencari hewan kurban agar langsung ke kandang milik peternak. Aktivitas pasar dikhawatirkan semakin memperluas sebaran PMK. Pihaknya juga melakukan kajian epidemiologi terkait persebaran PMK di Ponorogo. ‘’Jangan sampai meluas, maka ditutup dulu sesuai rekomendasi pejabat otovet,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin) 

Most Read

Artikel Terbaru

/