29.9 C
Madiun
Sunday, May 28, 2023

Dinsos-PPPA Berdayakan Perempuan di Pengungsian

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun – Korban pengungsi tanah retak Dusun Sumber, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo berangsur mandiri. Dinsos-PPPA mulai mengurangi jumlah personil taruna siaga bencana (tagana) yang disiagakan di pos pengungsian.

Kepala Dinsos-PPPA Ponorogo Supriadi menjelaskan keputusan itu mendasar dari hasil evaluasi yang menyatakan kondisi pengungsi saat ini dalam kondisi stabil. Tagana yang sejak awal bencana menyiagakan 20 personil kini tinggal 3-4 personil.

Pun, suplai bahan makanan telah dicukupi untuk kebutuhan dua bulan ke depan. ‘’Kami evaluasi agar bagaimana nanti masyarakat tidak tergantung full untuk kebutuhan makanannya,’’ katanya.

Dinsos-PPPA juga melibatkan para perempuan di pengungsian untuk memasak. Ditambah dukungan dari anggota PKK desa setempat. Upaya itu merupakan bagian dari pemberdayaan dalam penanganan bencana. ‘’Kemarin (8/3) kami sudah serahkan ke ibu-ibu di sana, tapi alatnya masih kami cukupi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Tiap Dua Jam Retak Lima Sentimeter

Secara umum, kondisi pengungsi kini dalam keadaan baik. Dari sisi kesehatan, dinas kesehatan (dinkes) rutin melakukan pemantauan. Untuk keperluan lain seperti pakaian juga telah terpenuhi. ‘’Selama belum pindah (relokasi), bahan pangan dan kebutuhan lainnya tetap kami cukupi,’’ ujarnya. (kid/fin) 

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun – Korban pengungsi tanah retak Dusun Sumber, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo berangsur mandiri. Dinsos-PPPA mulai mengurangi jumlah personil taruna siaga bencana (tagana) yang disiagakan di pos pengungsian.

Kepala Dinsos-PPPA Ponorogo Supriadi menjelaskan keputusan itu mendasar dari hasil evaluasi yang menyatakan kondisi pengungsi saat ini dalam kondisi stabil. Tagana yang sejak awal bencana menyiagakan 20 personil kini tinggal 3-4 personil.

Pun, suplai bahan makanan telah dicukupi untuk kebutuhan dua bulan ke depan. ‘’Kami evaluasi agar bagaimana nanti masyarakat tidak tergantung full untuk kebutuhan makanannya,’’ katanya.

Dinsos-PPPA juga melibatkan para perempuan di pengungsian untuk memasak. Ditambah dukungan dari anggota PKK desa setempat. Upaya itu merupakan bagian dari pemberdayaan dalam penanganan bencana. ‘’Kemarin (8/3) kami sudah serahkan ke ibu-ibu di sana, tapi alatnya masih kami cukupi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Simalakama Tetangga Hutang Ratusan Juta

Secara umum, kondisi pengungsi kini dalam keadaan baik. Dari sisi kesehatan, dinas kesehatan (dinkes) rutin melakukan pemantauan. Untuk keperluan lain seperti pakaian juga telah terpenuhi. ‘’Selama belum pindah (relokasi), bahan pangan dan kebutuhan lainnya tetap kami cukupi,’’ ujarnya. (kid/fin) 

Most Read

Artikel Terbaru