alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Pemkab Ponorogo Spare Anggaran Rp 2 Miliar Tangani PMK

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) mesti dipercepat. Pemkab Ponorogo sampai harus merogoh kantong belanja tidak terduga (BTT) untuk penanganan besar-besaran.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyebut telah mengalokasikan BTT Rp 2 miliar. Dia menginstruksikan agar pengobatan dan penanganan menjadi langkah prioritas demi menekan sebaran PMK. ‘’Kami percepat penanganan selama tiga bulan ke depan,’’ ujarnya, Kamis (9/6).

Kang Giri, sapaan bupati, menguraikan, duit miliaran itu dialokasikan untuk pengadaan obat, satgas, penanganan, serta kerja serentak dari berbagai sektor. Ketika seluruh biaya pengobatan ditanggung pemerintah, diharapkan sebaran PMK semakin mudah dipetakan dan ditangani. ‘’BTT ini kami gunakan untuk PMK,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Pengendara Ngebet Tancap Gas di Jalan Sudirman Ponorogo

Kang Giri juga mengingatkan peternak agar tak membuang susu retur sembarangan. Lantaran saat ini masih ditolak oleh pabrik susu. ‘’Jangan dibuang ke sungai karena airnya mengalir sampai bawah,’’ imbaunya.

Kepala Dinas Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo Masun mengaku bahwa distribusi obat sempat tersendat. Kini, pemerintah provinsi telah mendistribusikan bantuan obat untuk kabupaten ini. ‘’Stok obat aman,’’ katanya.

Dispertahankan telah mendapatkan kepastian dari pihak penyedia. Kabar baiknya, sanggup mendistribusikan obat sepekan sekali. ‘’Senin stok menipis, tapi sudah datang bantuan dari provinsi,’’ ungkapnya. (kid/c1/fin) 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) mesti dipercepat. Pemkab Ponorogo sampai harus merogoh kantong belanja tidak terduga (BTT) untuk penanganan besar-besaran.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyebut telah mengalokasikan BTT Rp 2 miliar. Dia menginstruksikan agar pengobatan dan penanganan menjadi langkah prioritas demi menekan sebaran PMK. ‘’Kami percepat penanganan selama tiga bulan ke depan,’’ ujarnya, Kamis (9/6).

Kang Giri, sapaan bupati, menguraikan, duit miliaran itu dialokasikan untuk pengadaan obat, satgas, penanganan, serta kerja serentak dari berbagai sektor. Ketika seluruh biaya pengobatan ditanggung pemerintah, diharapkan sebaran PMK semakin mudah dipetakan dan ditangani. ‘’BTT ini kami gunakan untuk PMK,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Telaga Ngebel Ditopang Delapan Sumber Mata Air

Kang Giri juga mengingatkan peternak agar tak membuang susu retur sembarangan. Lantaran saat ini masih ditolak oleh pabrik susu. ‘’Jangan dibuang ke sungai karena airnya mengalir sampai bawah,’’ imbaunya.

Kepala Dinas Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo Masun mengaku bahwa distribusi obat sempat tersendat. Kini, pemerintah provinsi telah mendistribusikan bantuan obat untuk kabupaten ini. ‘’Stok obat aman,’’ katanya.

Dispertahankan telah mendapatkan kepastian dari pihak penyedia. Kabar baiknya, sanggup mendistribusikan obat sepekan sekali. ‘’Senin stok menipis, tapi sudah datang bantuan dari provinsi,’’ ungkapnya. (kid/c1/fin) 

Most Read

Artikel Terbaru

/