23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Polres Ponorogo Bekuk Pasutri Penghisap Sabu

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Ngampel, Balong kompak menghisap narkoba jenis sabu. Keduanya rutin mengkonsumsi serbuk haram itu setahun belakangan.

Tak hanya menggunakan, mereka juga sempat menjual sabu. Andy Pratama, 30, si suami bertugas mengambil pesanan sabu dari Kota Madiun seharga Rp 1,5 juta per gramnya.

Vera Yullanda Sari, istrinya, yang bertugas menjual ‘’eceran’’ seharga Rp 400 ribu per klip kecil. ‘’Pernah dijual sekali, selebihnya dipakai sendiri,’’ kata Kasat Narkoba Polres Ponorogo AKP Akhmad Khusen.

Pasutri ini dibekuk setelah polisi menangkap Bayu Ardiansah, 35, warga Desa Demangan, Siman. Saat itu, Bayu sedang mengirim pil double L ke konsumen. Dari tangan Bayu, polisi mengamankan 22 butir obat daftar G dan sabu 0,32 gram.

Baca Juga :  Keris Jadi Perlambang Jati Diri Pemiliknya

‘’Dari pengakuan kedua tersangka mendapatkan barang dari Budi Santoso warga Madiun yang juga berhasil kami amankan,’’ tegasnya.

Dari tangan pasutri ini, polisi berhasil mengamankan sabu 2,8 gram yang dikemas dalam dua plastik kecil. Akhmad menyatakan, alasan si suami mengonsumsi narkoba agar semangat.

Sementara si istri merasa tenang setelah menghisap sabu. ‘’Kebetulan BS sedang sakit di rutan saat akan kami bawa ke mapolres,’’ ungkapnya.

Polisi telah menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka, Rabu (7/12). Mereka disangkakan Pasal 112 Ayat (1) juncto Pasal 132 UU RI 35/2009 tentang Narkotika. Para tersangka terancam hukuman minimal empat tahun penjara. (kid/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Ngampel, Balong kompak menghisap narkoba jenis sabu. Keduanya rutin mengkonsumsi serbuk haram itu setahun belakangan.

Tak hanya menggunakan, mereka juga sempat menjual sabu. Andy Pratama, 30, si suami bertugas mengambil pesanan sabu dari Kota Madiun seharga Rp 1,5 juta per gramnya.

Vera Yullanda Sari, istrinya, yang bertugas menjual ‘’eceran’’ seharga Rp 400 ribu per klip kecil. ‘’Pernah dijual sekali, selebihnya dipakai sendiri,’’ kata Kasat Narkoba Polres Ponorogo AKP Akhmad Khusen.

Pasutri ini dibekuk setelah polisi menangkap Bayu Ardiansah, 35, warga Desa Demangan, Siman. Saat itu, Bayu sedang mengirim pil double L ke konsumen. Dari tangan Bayu, polisi mengamankan 22 butir obat daftar G dan sabu 0,32 gram.

Baca Juga :  Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas di Daerah Tapal Batas Ponorogo

‘’Dari pengakuan kedua tersangka mendapatkan barang dari Budi Santoso warga Madiun yang juga berhasil kami amankan,’’ tegasnya.

Dari tangan pasutri ini, polisi berhasil mengamankan sabu 2,8 gram yang dikemas dalam dua plastik kecil. Akhmad menyatakan, alasan si suami mengonsumsi narkoba agar semangat.

Sementara si istri merasa tenang setelah menghisap sabu. ‘’Kebetulan BS sedang sakit di rutan saat akan kami bawa ke mapolres,’’ ungkapnya.

Polisi telah menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka, Rabu (7/12). Mereka disangkakan Pasal 112 Ayat (1) juncto Pasal 132 UU RI 35/2009 tentang Narkotika. Para tersangka terancam hukuman minimal empat tahun penjara. (kid/fin)

Most Read

Artikel Terbaru