alexametrics
24.2 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Selusin Tersangka Ledakan Petasan Balon Udara

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Belasan pemuda asal Desa Ngabar, Siman, Ponorogo, akhirnya menerima akibat bermain balon udara berekor rangkaian petasan. Polisi menetapkan mereka sebagai tersangka usai petasan balon udara tersebut merusakkan tiga bangunan rumah dan ruang satu sekolah di Desa Somoroto, Kauman, Jumat lalu (6/8).

Sebanyak 12 pemuda –seorang di antaranya masih di bawah umur– yang berperan sebagai penghimpun dana, pembuat balon serta perakit rangkaian petasan, hingga menggerakkan massa saat penerbangan ditahan Senin (9/8).

Polisi sebelumnya berhasil menelusuri rute terbang balon udara yang mengundang petaka itu. Asal muasalnya ternyata dari Desa Ngabar yang berjarak sekitar 12 kilometer dari titik pendaratan. ‘’Disangka melanggar UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis.

Baca Juga :  Perjuangan Aifi Asyifa Salsabila Melawan DBD

Terungkap dalam pemeriksaan, bahan baku balon udara tanpa awak itu adalah sisa Lebaran silam. Waktu penerbangan dipilih Jumat pagi sekitar pukul 05.00. Namun, balon hanya mampu mengudara selama 45 menit sebelum mendarat di halaman rumah Lahuri, warga Somoroto, dengan sebagian petasan masih utuh. ‘’Para tersangka bersedia mengganti kerugian materiil sejumlah Rp 40 juta,’’ terang Kapolres. (mg4/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Belasan pemuda asal Desa Ngabar, Siman, Ponorogo, akhirnya menerima akibat bermain balon udara berekor rangkaian petasan. Polisi menetapkan mereka sebagai tersangka usai petasan balon udara tersebut merusakkan tiga bangunan rumah dan ruang satu sekolah di Desa Somoroto, Kauman, Jumat lalu (6/8).

Sebanyak 12 pemuda –seorang di antaranya masih di bawah umur– yang berperan sebagai penghimpun dana, pembuat balon serta perakit rangkaian petasan, hingga menggerakkan massa saat penerbangan ditahan Senin (9/8).

Polisi sebelumnya berhasil menelusuri rute terbang balon udara yang mengundang petaka itu. Asal muasalnya ternyata dari Desa Ngabar yang berjarak sekitar 12 kilometer dari titik pendaratan. ‘’Disangka melanggar UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis.

Baca Juga :  Dinas Arpus Magetan baru Miliki Segelintir Potret Sejarah

Terungkap dalam pemeriksaan, bahan baku balon udara tanpa awak itu adalah sisa Lebaran silam. Waktu penerbangan dipilih Jumat pagi sekitar pukul 05.00. Namun, balon hanya mampu mengudara selama 45 menit sebelum mendarat di halaman rumah Lahuri, warga Somoroto, dengan sebagian petasan masih utuh. ‘’Para tersangka bersedia mengganti kerugian materiil sejumlah Rp 40 juta,’’ terang Kapolres. (mg4/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/