alexametrics
26.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Bripka Antok Pujianto Tak Bisa ke Lain Vespa

Bripka Antok Pujianto tak bisa jauh-jauh dari vespa. Motor tua pabrikan Italia itu setia menemani hari-hari anggota Polsek Sooko ini sejak remaja.

=============

DILA RAHMATIKA, Jenangan, Jawa Pos Radar Ponorogo

MOTOR berusia tiga dasawarsa itu dikeluarkan empunya dari garasi rumahnya di Paringan, Jenangan. Setelah mesinnya dipanasi, Vespa Excel keluaran 1989 kelir cokelat itu digeber dengan kecepatan 40 kilometer per jam. Butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke Mapolsek Sooko, tempat pemiliknya bertugas. ‘’Santai, tapi harus tepat waktu. Kebetulan anggota yang bawa vespa hanya saya,’’ kata Bripka Antok Pujianto.

Baginya, vespa cocok untuk digunakan wira-wiri menjalankan tugas sebagai bhabinkamtibmas di Klepu, Sooko. Sejak SMA, bapak satu anak ini terbiasa naik vespa ke sekolah milik almarhum ayahnya. Setamat sekolah, Vespa Sprint keluaran 1979 itu dijual. Dia pun tak lagi mengendarai vespa sampai lima tahun setelahnya. Namun, kerinduannya tak tertahan. Vespa Sprint serupa milik almarhum ayahnya ditebus seharga Rp 3.200.000. Sampai kini, sudah lima vespa dikoleksinya. Rata-rata produksi 1979-1989. Dia pun rajin menyisihkan penghasilannya untuk membeli vespa. Dari kelima vespa miliknya, Excel 1989 paling sering dikendarai. Motor dengan bodi cokelat itu setia menemani setiap aktivitasnya. ‘’Yang tua nggak pernah dibawa ke mana-mana. Palingan sekitar Ponorogo saja,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Plaza Ngawi Embrio Pengembangan Mal Pelayanan Publik

Bagi Antok, vespa mogok di tengah jalan menjadi tantangan. Masih lekat dalam ingatannya ketika dulu dibonceng ayahnya di Magetan. Dari Lembeyan, vespanya mogok di Parang. ‘’Waktu itu pulang dari rumahnya Mbah di Lembeyan. Akhirnya kami dorong sepuluh kilometeran,’’ kenangnya. *** (fin/c1)

Bripka Antok Pujianto tak bisa jauh-jauh dari vespa. Motor tua pabrikan Italia itu setia menemani hari-hari anggota Polsek Sooko ini sejak remaja.

=============

DILA RAHMATIKA, Jenangan, Jawa Pos Radar Ponorogo

MOTOR berusia tiga dasawarsa itu dikeluarkan empunya dari garasi rumahnya di Paringan, Jenangan. Setelah mesinnya dipanasi, Vespa Excel keluaran 1989 kelir cokelat itu digeber dengan kecepatan 40 kilometer per jam. Butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke Mapolsek Sooko, tempat pemiliknya bertugas. ‘’Santai, tapi harus tepat waktu. Kebetulan anggota yang bawa vespa hanya saya,’’ kata Bripka Antok Pujianto.

Baginya, vespa cocok untuk digunakan wira-wiri menjalankan tugas sebagai bhabinkamtibmas di Klepu, Sooko. Sejak SMA, bapak satu anak ini terbiasa naik vespa ke sekolah milik almarhum ayahnya. Setamat sekolah, Vespa Sprint keluaran 1979 itu dijual. Dia pun tak lagi mengendarai vespa sampai lima tahun setelahnya. Namun, kerinduannya tak tertahan. Vespa Sprint serupa milik almarhum ayahnya ditebus seharga Rp 3.200.000. Sampai kini, sudah lima vespa dikoleksinya. Rata-rata produksi 1979-1989. Dia pun rajin menyisihkan penghasilannya untuk membeli vespa. Dari kelima vespa miliknya, Excel 1989 paling sering dikendarai. Motor dengan bodi cokelat itu setia menemani setiap aktivitasnya. ‘’Yang tua nggak pernah dibawa ke mana-mana. Palingan sekitar Ponorogo saja,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Fungsikan Ulang Selter Lama Tampung Karantina PMI

Bagi Antok, vespa mogok di tengah jalan menjadi tantangan. Masih lekat dalam ingatannya ketika dulu dibonceng ayahnya di Magetan. Dari Lembeyan, vespanya mogok di Parang. ‘’Waktu itu pulang dari rumahnya Mbah di Lembeyan. Akhirnya kami dorong sepuluh kilometeran,’’ kenangnya. *** (fin/c1)

Most Read

Artikel Terbaru

/