alexametrics
27.8 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Material Bangunan Pasar Eks Pengadilan Diincar Kodim dan Pedagang Relokasi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sejumlah instansi mulai mengincar material bangunan pasar eks pengadilan yang merupakan aset Pemkab Ponorogo. Pasar ini bakal diratatanahkan menyusul pembangunan kembali Pasar Legi yang mencakup area tersebut.  ‘’Kami sudah bersurat ke BPPKAD,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo Addin Andhanawarih Rabu (9/10).

Saat ini, megaproyek Pasar Legi dalam proses lelang manajemen konstruksi di pemerintah pusat. Jika sudah tuntas, disusul lelang proyek fisik. Disperdakum bersurat kepada badan pendapatan pengelolaan keuangan dan aset daerah  (BPPKAD) untuk menghapuskan aset pasar eks pengadilan. ‘’Status bangunannya aset pemkab. Dulu dibangun oleh Kementerian Koperasi,’’ ujarnya.

Penghapusan aset, lanjut Addin, supaya aset pemkab tidak tumpang tindih. Kelak, luasan Pasar Legi menjadi satu kesatuan aset dengan pasar eks pengadilan. Namun, kecil kemungkinan pemkab akan melelang seluruh material bangunan. Sebab, sudah ada sejumlah pihak yang berminat menampung bongkaran materialnya. ‘’Sementara yang akan di-appraisal rukonya,’’ sebut Addin.

Baca Juga :  Empat Kecamatan di Ponorogo Kebanjiran, Sebagian Warga Mengungsi

Kodim 0802/Ponorogo, sebutnya, adalah instansi pertama yang memesan. Mereka sudah berkirim surat resmi kepada pemkab, menginginkan atap galvalum salah satu los eks pengadilan. Rencananya, untuk pembangunan masjid kodim. Material satu los lainnya sudah dipesan para pedagang di pasar relokasi. Mereka ingin dipindah ke pasar relokasi untuk peneduh bagi pedagang di area selatan. ‘’Setelah direlokasi, memang belum ada atapnya. Pedagang ingin ada iyup-iyup (peneduh, Red),’’ terangnya.

Untuk pengajuan kedua ini, Addin sulit menolak. Pasalnya, para pedagang itu selama ini hanya menikmati fasilitas terbatas di pasar relokasi. Hanya beralaskan plester semen, tanpa peneduh. Para pedagang minta Addin mengajukan izin ke bupati. ‘’Sepanjang bersurat kepada pemkab dan bupati menyetujui, akan kami berikan,’’ katanya. (naz/c1/sat)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sejumlah instansi mulai mengincar material bangunan pasar eks pengadilan yang merupakan aset Pemkab Ponorogo. Pasar ini bakal diratatanahkan menyusul pembangunan kembali Pasar Legi yang mencakup area tersebut.  ‘’Kami sudah bersurat ke BPPKAD,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo Addin Andhanawarih Rabu (9/10).

Saat ini, megaproyek Pasar Legi dalam proses lelang manajemen konstruksi di pemerintah pusat. Jika sudah tuntas, disusul lelang proyek fisik. Disperdakum bersurat kepada badan pendapatan pengelolaan keuangan dan aset daerah  (BPPKAD) untuk menghapuskan aset pasar eks pengadilan. ‘’Status bangunannya aset pemkab. Dulu dibangun oleh Kementerian Koperasi,’’ ujarnya.

Penghapusan aset, lanjut Addin, supaya aset pemkab tidak tumpang tindih. Kelak, luasan Pasar Legi menjadi satu kesatuan aset dengan pasar eks pengadilan. Namun, kecil kemungkinan pemkab akan melelang seluruh material bangunan. Sebab, sudah ada sejumlah pihak yang berminat menampung bongkaran materialnya. ‘’Sementara yang akan di-appraisal rukonya,’’ sebut Addin.

Baca Juga :  Mendikbud Janjikan Perbaikan Alat Peraga Pendidikan

Kodim 0802/Ponorogo, sebutnya, adalah instansi pertama yang memesan. Mereka sudah berkirim surat resmi kepada pemkab, menginginkan atap galvalum salah satu los eks pengadilan. Rencananya, untuk pembangunan masjid kodim. Material satu los lainnya sudah dipesan para pedagang di pasar relokasi. Mereka ingin dipindah ke pasar relokasi untuk peneduh bagi pedagang di area selatan. ‘’Setelah direlokasi, memang belum ada atapnya. Pedagang ingin ada iyup-iyup (peneduh, Red),’’ terangnya.

Untuk pengajuan kedua ini, Addin sulit menolak. Pasalnya, para pedagang itu selama ini hanya menikmati fasilitas terbatas di pasar relokasi. Hanya beralaskan plester semen, tanpa peneduh. Para pedagang minta Addin mengajukan izin ke bupati. ‘’Sepanjang bersurat kepada pemkab dan bupati menyetujui, akan kami berikan,’’ katanya. (naz/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/