alexametrics
28.9 C
Madiun
Friday, July 1, 2022

Penerbangan Balon Udara Dipantau Ketat, Pemkab Siapkan Sanksi Berat

PONOROGO – Pengalaman menjadi pelajaran berharga bagi pemkab dalam merumus sejumlah larangan di sepanjang Ramadan. Paling utama, larangan menerbangkan balon udara tanpa awak dan menyalakan petasan. ‘’Kami pantau ketat dan dipastikan mendapat sanksi berat jika terbukti membahayakan,’’ tegas Kasatpol PP Supriyadi.

Larangan menerbangkan balon udara tanpa awak dan menyalakan petasan tertuang dalam Instruksi Bupati Ponorogo 3/2019 tentang Petunjuk Kegiatan Untuk Menghormati Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1440 H/2019. Instruksi tersebut berlaku mengikat kepada seluruh pihak di Bumi Reyog.

Lantas, mengapa kedua hal tersebut dilarang? Supriyadi menjelaskan, Ponorogo sebelumnya telah mendapat atensi dari otoritas penerbangan. Meliputi Lanud Iswahjudi hingga Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub. Tahun lalu, ditjen perhubungan sampai harus turun gunung menggelar sosialisasi keselamatan penerbangan kepada warga Bumi Reyog, melalui sebuah acara bertajuk festival balon udara. ‘’Balon udara menjadi atensi otoritas penrebangan. Kami akan pantau bersama polres dan TNI,’’ sebutnya.

Bukan tanpa sebab balon udara dilarang. Tahun lalu, ditjen perhubungan sampai menyebut ada lebih dari seratus laporan dari pilot domestik maupun internasional mengenai balon udara yang mencapai jalur penerbangan. Semua pihak mafhum bahwa diantara sekian balon udara itu, diterbangkan dari Bumi Reyog. Lantaran sudah menjadi bagian dari tradisi syawalan. ‘’Aturannya tegas. Balon udara masuk kategori halangan yang membahayakan keselamatan penerbangan. Ancaman pidananya penjara hingga tiga tahun dan atau denda maksimal Rp 1 miliar,’’ rinci Supriyadi.

Baca Juga :  Bikin Virtual Meet Up Jadi Makin Seru#KenapaNggak

Selain balon udara, petasan juga dilarang. Baik dalam hal memproduksi, berjualan, hingga menyimpan dan menyalakan petasan. Menurut Supriyadi, berbagai bentuk larangan itu tujuannya juga demi keselamatan bersama. Pun, sudah banyak bukti jika petasan dan balon udara membahayakan. ‘’Ada yang jadi korban ledakan petasan, hutan terbakar. Itu bukti. Masyarakat harus mematuhi ketentuan ini demi keselamatan bersama,’’ jelasnya.

Sejumlah ketentuan lain juga tertuang dalam instruksi bupati. Mengimbau pemilik restoran, rumah makan, atau warung untuk memasang penutup jika tetap beroperasi di siang hari. Serta, larangan bagi usaha tempat hiburan malam (THM) termasuk karaoke untuk beroperasi, mulai 5 Mei hingga 5 Juni. Pun, bioskop ikut-ikutan terimbas. Mereka boleh beroperasi setelah pukul 20.30, dan diharamkan memutar film berbau pornografi. ‘’Semata demi menjaga suasana yang tertib, aman, dan tenteram, serta menghormati umat muslim yang beribadah di bulan ramadan,’’ tandasnya. (naz/fin)

PONOROGO – Pengalaman menjadi pelajaran berharga bagi pemkab dalam merumus sejumlah larangan di sepanjang Ramadan. Paling utama, larangan menerbangkan balon udara tanpa awak dan menyalakan petasan. ‘’Kami pantau ketat dan dipastikan mendapat sanksi berat jika terbukti membahayakan,’’ tegas Kasatpol PP Supriyadi.

Larangan menerbangkan balon udara tanpa awak dan menyalakan petasan tertuang dalam Instruksi Bupati Ponorogo 3/2019 tentang Petunjuk Kegiatan Untuk Menghormati Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1440 H/2019. Instruksi tersebut berlaku mengikat kepada seluruh pihak di Bumi Reyog.

Lantas, mengapa kedua hal tersebut dilarang? Supriyadi menjelaskan, Ponorogo sebelumnya telah mendapat atensi dari otoritas penerbangan. Meliputi Lanud Iswahjudi hingga Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub. Tahun lalu, ditjen perhubungan sampai harus turun gunung menggelar sosialisasi keselamatan penerbangan kepada warga Bumi Reyog, melalui sebuah acara bertajuk festival balon udara. ‘’Balon udara menjadi atensi otoritas penrebangan. Kami akan pantau bersama polres dan TNI,’’ sebutnya.

Bukan tanpa sebab balon udara dilarang. Tahun lalu, ditjen perhubungan sampai menyebut ada lebih dari seratus laporan dari pilot domestik maupun internasional mengenai balon udara yang mencapai jalur penerbangan. Semua pihak mafhum bahwa diantara sekian balon udara itu, diterbangkan dari Bumi Reyog. Lantaran sudah menjadi bagian dari tradisi syawalan. ‘’Aturannya tegas. Balon udara masuk kategori halangan yang membahayakan keselamatan penerbangan. Ancaman pidananya penjara hingga tiga tahun dan atau denda maksimal Rp 1 miliar,’’ rinci Supriyadi.

Baca Juga :  Suara Hati Pedagang Pasar eks Stasiun yang Berat Hati Direlokasi

Selain balon udara, petasan juga dilarang. Baik dalam hal memproduksi, berjualan, hingga menyimpan dan menyalakan petasan. Menurut Supriyadi, berbagai bentuk larangan itu tujuannya juga demi keselamatan bersama. Pun, sudah banyak bukti jika petasan dan balon udara membahayakan. ‘’Ada yang jadi korban ledakan petasan, hutan terbakar. Itu bukti. Masyarakat harus mematuhi ketentuan ini demi keselamatan bersama,’’ jelasnya.

Sejumlah ketentuan lain juga tertuang dalam instruksi bupati. Mengimbau pemilik restoran, rumah makan, atau warung untuk memasang penutup jika tetap beroperasi di siang hari. Serta, larangan bagi usaha tempat hiburan malam (THM) termasuk karaoke untuk beroperasi, mulai 5 Mei hingga 5 Juni. Pun, bioskop ikut-ikutan terimbas. Mereka boleh beroperasi setelah pukul 20.30, dan diharamkan memutar film berbau pornografi. ‘’Semata demi menjaga suasana yang tertib, aman, dan tenteram, serta menghormati umat muslim yang beribadah di bulan ramadan,’’ tandasnya. (naz/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/