alexametrics
23.7 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Pisang Gigantisme di Ponorogo, Besar lagi Tinggi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sebatang pisang tumbuh jumbo di tanah pekarangan milik  Ladi Harjo, 70, warga Desa Jurug, Sooko, Ponorogo. Diameter batang pohon sekitar 190 sentimeter dengan tinggi hampir empat meter. Pohon pisang yang mengalami gangguan pertumbuhan layaknya gigantisme hingga meraksasa itu baru berumur sekitar 1,3 tahun.

Ladi awalnya bercocok tanam porang di tanah tegal seukuran 15 meter x 65 meter tersebut. ‘’Ada satu tanaman tumbuh dengan bentuk akar mirip jagung tapi bentuk daunnya seperti pohon pisang,’’ kata Ladi, Sabtu (12/2).

Tanaman itu kembali berubah bentuk dua bulan kemudian. Batang bagian bawah menyerupai tanaman sawi mangkok dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Berganti bulan, Ladi meyakininya sebagai  pohon pisang jenis tertentu lantaran ukurannya di atas rata-rata. ‘’Kalau tanaman porangnya sekarang setinggi satu meter,’’ jelas kakek tiga cucu itu.

Baca Juga :  Pasar Lanang Ponorogo Bakal Disulap Jadi Mal Pelayanan Publik

Pohon pisang tersebut sempat viral lantaran bentuk dan ukurannya di luar kewajaran. Pun, ada warga luar daerah sengaja datang ke Jurug lantaran ingin mengobati rasa penasarannya. Dalam sehari, setidaknya ada 20 orang menyambangi ladang milik Ladi. ‘’Mereka ingin melihat pohon pisang raksasa, kami menyebutnya sebagai Pisang Aladin,’’ ungkap Kusnul Arifin, 34, warga setempat.

Kepala Desa Jurug Sukamto ingin mendatangkan ahli botani untuk meneliti pohon pisang tanaman salah seorang warganya itu. Dia juga menakar adanya potensi pariwisata. Tak menutup kemungkinan Sukamto meminta warganya membudidayakan Pisang Aladin. ‘’Biar tumbuh banyak di desa ini,’’ tuturnya. (kid/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sebatang pisang tumbuh jumbo di tanah pekarangan milik  Ladi Harjo, 70, warga Desa Jurug, Sooko, Ponorogo. Diameter batang pohon sekitar 190 sentimeter dengan tinggi hampir empat meter. Pohon pisang yang mengalami gangguan pertumbuhan layaknya gigantisme hingga meraksasa itu baru berumur sekitar 1,3 tahun.

Ladi awalnya bercocok tanam porang di tanah tegal seukuran 15 meter x 65 meter tersebut. ‘’Ada satu tanaman tumbuh dengan bentuk akar mirip jagung tapi bentuk daunnya seperti pohon pisang,’’ kata Ladi, Sabtu (12/2).

Tanaman itu kembali berubah bentuk dua bulan kemudian. Batang bagian bawah menyerupai tanaman sawi mangkok dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Berganti bulan, Ladi meyakininya sebagai  pohon pisang jenis tertentu lantaran ukurannya di atas rata-rata. ‘’Kalau tanaman porangnya sekarang setinggi satu meter,’’ jelas kakek tiga cucu itu.

Baca Juga :  Dinkes Ponorogo Habis Puluhan Miliar untuk Penanganan Covid-19

Pohon pisang tersebut sempat viral lantaran bentuk dan ukurannya di luar kewajaran. Pun, ada warga luar daerah sengaja datang ke Jurug lantaran ingin mengobati rasa penasarannya. Dalam sehari, setidaknya ada 20 orang menyambangi ladang milik Ladi. ‘’Mereka ingin melihat pohon pisang raksasa, kami menyebutnya sebagai Pisang Aladin,’’ ungkap Kusnul Arifin, 34, warga setempat.

Kepala Desa Jurug Sukamto ingin mendatangkan ahli botani untuk meneliti pohon pisang tanaman salah seorang warganya itu. Dia juga menakar adanya potensi pariwisata. Tak menutup kemungkinan Sukamto meminta warganya membudidayakan Pisang Aladin. ‘’Biar tumbuh banyak di desa ini,’’ tuturnya. (kid/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/