alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Kekeringan, BPBD Ponorogo Dropping 12.000 Liter Air Bersih ke Desa Jenggring

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kekeringan di Dusun Jenggring, Desa Duri, Slahung, teratasi. BPBD Ponorogo mulai dropping air bersih ke wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan tersebut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Yudik Asmoro Santo mengatakan, distribusi 6.000 liter air bersih itu menjangkau 14 kepala keluarga (KK). Air bersih disalurkan ke tandon milik warga berkapasitas 2.200 liter, serta tandon bantuan BPBD berkapasitas 1.200 liter di lokasi. ‘’Juga tandon dari terpal sekitar 3.000 liter,’’ katanya.

Pengiriman air bersih itu bukanlah kali pertama. Sebelumnya, BPBD juga menyuplai 6.000 liter ke dusun setempat, Senin (8/8) lalu. Dropping bakal dirutinkan dua kali dalam sepekan. ‘’Kami sepakati, dropping rutin setiap Senin dan Kamis,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Bangunan Ratusan Juta Tak Berguna, Program Perikanan Tujuh Tahun Silam Tinggal Kenangan

Yudik menyebut bahwa dropping air itu guna mencukupi kebutuhan warga. Menyusul Sumber Tirto Panguripan, satu-satunya sumber air di dusun setempat, mulai mengering. Bahkan, warga harus rela berbagi untuk mencukupi kebutuhan harian. ‘’Sumber air tidak bisa lagi mencukupi kebutuhan air bersih warga,’’ ungkapnya.

Hingga kini, baru Jenggring yang mengajukan dropping air bersih. Biasanya, Desa Wates (Slahung) dan Dayakan (Badegan) turut meminta kiriman air bersih. ‘’Sejauh ini hanya Jenggring,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin) 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kekeringan di Dusun Jenggring, Desa Duri, Slahung, teratasi. BPBD Ponorogo mulai dropping air bersih ke wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan tersebut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Yudik Asmoro Santo mengatakan, distribusi 6.000 liter air bersih itu menjangkau 14 kepala keluarga (KK). Air bersih disalurkan ke tandon milik warga berkapasitas 2.200 liter, serta tandon bantuan BPBD berkapasitas 1.200 liter di lokasi. ‘’Juga tandon dari terpal sekitar 3.000 liter,’’ katanya.

Pengiriman air bersih itu bukanlah kali pertama. Sebelumnya, BPBD juga menyuplai 6.000 liter ke dusun setempat, Senin (8/8) lalu. Dropping bakal dirutinkan dua kali dalam sepekan. ‘’Kami sepakati, dropping rutin setiap Senin dan Kamis,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Patung-patung di Simpang Empat Jalanan Ponorogo Dicat Kuning

Yudik menyebut bahwa dropping air itu guna mencukupi kebutuhan warga. Menyusul Sumber Tirto Panguripan, satu-satunya sumber air di dusun setempat, mulai mengering. Bahkan, warga harus rela berbagi untuk mencukupi kebutuhan harian. ‘’Sumber air tidak bisa lagi mencukupi kebutuhan air bersih warga,’’ ungkapnya.

Hingga kini, baru Jenggring yang mengajukan dropping air bersih. Biasanya, Desa Wates (Slahung) dan Dayakan (Badegan) turut meminta kiriman air bersih. ‘’Sejauh ini hanya Jenggring,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin) 

Most Read

Artikel Terbaru

/