alexametrics
25.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Konsentrasi Metana Limbah Jamu Picu Nyala Api

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Nyala api di tanah Desa Kupuk, Kecamatan Bungkal, bukan termasuk fenomena alam. Hal tersebut diketahui dari hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo. ‘’Sudah dapat kami pastikan bahwa api bersumber dari limbah jamu di dalam tanah tersebut,’’ kata Kepala DLH Ponorogo Sapto Djatmiko Jumat (11/10).

Saat proses uji laboratorium ditemukan kandungan zat metana dari tanah di lokasi. Kajian lapangan juga memperkuat dugaan awal tersebut. Di mana tercium aroma khas rempah jamu di lahan pekarangan milik warga setempat. ‘’Jadi, sampah yang ada di dalam tanah itu menghasilkan gas metana,’’ ungkap Sapto.

Hasil kesimpulan itu klop dengan perkiraan warga dan perangkat desa setempat. Mereka mengungkapkan bahwa dulunya lahan seluas 70 meter persegi itu merupakan bekas tempat pembuangan limbah produksi jamu.

Baca Juga :  17 Ribu Pengangguran Belum Terentaskan

Sapto menjelaskan, munculnya api dipicu karena konsentrasi gas metana bercampur dengan limbah. ‘’Ini secara fisik di lapangan sudah bisa dibuktikan,’’ ujar mantan kepala disbudpar tersebut.

Saat ini, kepolisian sudah mengamankan lokasi tersebut dengan garis polisi. Pemkab juga telah menerjunkan BPBD untuk memadamkan api. ‘’Tidak ada indikasi fenomena alam. Tapi, kami masih akan teliti lagi apakah berdampak serius terhadap lingkungan dan mengganggu masyarakat,’’ kata Sapto. (naz/c1/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Nyala api di tanah Desa Kupuk, Kecamatan Bungkal, bukan termasuk fenomena alam. Hal tersebut diketahui dari hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo. ‘’Sudah dapat kami pastikan bahwa api bersumber dari limbah jamu di dalam tanah tersebut,’’ kata Kepala DLH Ponorogo Sapto Djatmiko Jumat (11/10).

Saat proses uji laboratorium ditemukan kandungan zat metana dari tanah di lokasi. Kajian lapangan juga memperkuat dugaan awal tersebut. Di mana tercium aroma khas rempah jamu di lahan pekarangan milik warga setempat. ‘’Jadi, sampah yang ada di dalam tanah itu menghasilkan gas metana,’’ ungkap Sapto.

Hasil kesimpulan itu klop dengan perkiraan warga dan perangkat desa setempat. Mereka mengungkapkan bahwa dulunya lahan seluas 70 meter persegi itu merupakan bekas tempat pembuangan limbah produksi jamu.

Baca Juga :  PT KAI Tawarkan Tukar Guling Aset, Pemkab Ponorogo Belum Putuskan

Sapto menjelaskan, munculnya api dipicu karena konsentrasi gas metana bercampur dengan limbah. ‘’Ini secara fisik di lapangan sudah bisa dibuktikan,’’ ujar mantan kepala disbudpar tersebut.

Saat ini, kepolisian sudah mengamankan lokasi tersebut dengan garis polisi. Pemkab juga telah menerjunkan BPBD untuk memadamkan api. ‘’Tidak ada indikasi fenomena alam. Tapi, kami masih akan teliti lagi apakah berdampak serius terhadap lingkungan dan mengganggu masyarakat,’’ kata Sapto. (naz/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/