alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Air Terjun Pletuk Tercemar Limbah Kotoran Sapi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Menahun tercemar limbah kotoran sapi, pesona Air Terjun Pletuk sulit bangkit kembali. Kendati Kades Jurug, Sooko, Ponorogo, Sukamto berharap objek wisata alam di desanya itu mampu memikat hati pengunjung lagi. ‘’Ada rencana pembangunan IPAL (instalasi pengolahan air limbah), biogas, dan produksi pupuk organik,’’ kata Sukamto, Minggu (13/2).

Dia tidak menampik kondisi Air Terjun Pletuk tetap mati suri. Tingkat kunjungan wisatawan berangsur menurun sejak lima tahun silam lantaran disuguhi bau busuk menyengat. Seiring perjalanan waktu, destinasi wisata itu mangkrak. ‘’Kami harus mulai dari awal lagi,  perlu peran lintas sektor untuk membalik keadaan,’’ ujarnya.

PESONA DESA: Air terjun Pletuk tercemar limba kotoran sapi. (AJI PUTRA/RADAR PONOROGO)

Menurut Sukamto, kas desanya kehilangan pasokan pendapatan di kisaran Rp 10 juta per bulan semenjak Air Terjun Pletuk ditinggalkan pengunjung. Tanpa kecuali, warga setempat yang turut mengais rezeki dari kedatangan wisatawan. ‘’Objek wisata ini dikelola desa, Perhutani, pokdarwis (kelompok sadar wisata), BUMDes (badan usaha milik desa), dan karang taruna,’’ rincinya.

Baca Juga :  Korona Menggila, Tamu ke Kantor Pemkab Wajib Rapid Test

Rafting yang menjadi andalan Air Terjun Pletuk sekarang ini tinggal nama. Area penyimpanan lima perahu karet juga mangkrak tak terurus. Bersamaan itu, pendapatan retribusi parkir melayang pula. Sukamto mengangankan Air Terjun Pletuk mampu reborn. ‘’Karena air sudah tidak tercemar lagi melalui solusi pembangunan IPAL, biogas, dan pengolahan pupuk organik di daerah atas (Pudak, Red),’’ terangnya. (kid/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Menahun tercemar limbah kotoran sapi, pesona Air Terjun Pletuk sulit bangkit kembali. Kendati Kades Jurug, Sooko, Ponorogo, Sukamto berharap objek wisata alam di desanya itu mampu memikat hati pengunjung lagi. ‘’Ada rencana pembangunan IPAL (instalasi pengolahan air limbah), biogas, dan produksi pupuk organik,’’ kata Sukamto, Minggu (13/2).

Dia tidak menampik kondisi Air Terjun Pletuk tetap mati suri. Tingkat kunjungan wisatawan berangsur menurun sejak lima tahun silam lantaran disuguhi bau busuk menyengat. Seiring perjalanan waktu, destinasi wisata itu mangkrak. ‘’Kami harus mulai dari awal lagi,  perlu peran lintas sektor untuk membalik keadaan,’’ ujarnya.

PESONA DESA: Air terjun Pletuk tercemar limba kotoran sapi. (AJI PUTRA/RADAR PONOROGO)

Menurut Sukamto, kas desanya kehilangan pasokan pendapatan di kisaran Rp 10 juta per bulan semenjak Air Terjun Pletuk ditinggalkan pengunjung. Tanpa kecuali, warga setempat yang turut mengais rezeki dari kedatangan wisatawan. ‘’Objek wisata ini dikelola desa, Perhutani, pokdarwis (kelompok sadar wisata), BUMDes (badan usaha milik desa), dan karang taruna,’’ rincinya.

Baca Juga :  Ganti Cat Patung di Simpang Jalan, Pemkab Ponorogo Habiskan Rp 75 Juta

Rafting yang menjadi andalan Air Terjun Pletuk sekarang ini tinggal nama. Area penyimpanan lima perahu karet juga mangkrak tak terurus. Bersamaan itu, pendapatan retribusi parkir melayang pula. Sukamto mengangankan Air Terjun Pletuk mampu reborn. ‘’Karena air sudah tidak tercemar lagi melalui solusi pembangunan IPAL, biogas, dan pengolahan pupuk organik di daerah atas (Pudak, Red),’’ terangnya. (kid/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/