alexametrics
23.1 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Stop Keluar Masuk Sapi Perah ke Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) cukup membuat peternak sapi di Ponorogo ketar-ketir. Kabupaten ini tak hanya menjadi basis populasi sapi potong. Peternakan sapi perah juga menjadi mayoritas mata pencarian utama di beberapa kecamatan. Setahun lalu, produksi susu sapi dari kabupaten ini tembus 10.860.514 kilogram.

Pudak menjadi salah satu wilayah basis populasi ternak sapi perah terbesar di Ponorogo. Pemerintah kecamatan setempat bergerak cepat melakukan antisipasi. Enam kepala desa (Kades) di kecamatan itu diminta menyetop suplai sapi perah dari luar daerah. Terutama dari sejumlah daerah endemi di Jawa Timur. ‘’Informasi ini juga kami teruskan ke kelompok peternak sapi agar sementara memproduksi susu dari sapi perah yang ada saat ini,’’ kata Camat Pudak Suwadi, Jumat (13/5).

Suwadi lekas menghubungi setiap Kades untuk memonitor kondisi ternak sapi perah di desanya masing-masing. Hasilnya, nihil laporan temuan PMK. Produksi susu juga masih berjalan normal setiap harinya. ‘’Kami akan menggelar pertemuan bersama UPTD pertanian, Kades, dan kelompok peternak Selasa (17/5) depan,’’ ujarnya.

Di kecamatan ini, populasi sapi perah berkembang hingga 6.437 ekor pada tahun lalu. Diperkirakan populasinya saat ini tumbuh di kisaran 7-8 ribu ekor. Suwadi menyebut bahwa warga di seluruh desa mayoritas bermata pencarian sebagai peternak sapi perah. ‘’Paling tinggi di Desa Pudak Kulon,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Waw, Target PAD Parkir Ponorogo Tahun Depan Naik Rp 1,25 Miliar

Kades Pudak Kulon Sujadi Eko Atmojo memastikan produksi susu sementara ini tak terpengaruhi wabah PMK yang merebak di beberapa daerah. Sedikitnya 98 persen dari total 1.100-an warganya yang bermata pencarian sebagai peternak sapi perah tetap beraktivitas normal seperti biasanya. ‘’Kami sudah imbau ke warga agar sapi perah tidak keluar-masuk ke daerah lain,’’ kata Eko.

Terkait produksi susu, Eko belum dapat menaksir jumlah pastinya. Namun, dia memastikan produksinya masih tetap berjalan normal. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ponorogo, produksi susu di desa setempat mencapai 30 ribu liter per hari. Total 15 kelompok dengan piaraan sekitar 2.500 ekor sapi perah. ‘’Distribusi juga tetap berjalan normal seperti biasanya,’’ imbuhnya.

Di desa ini juga terdapat penampungan susu sapi dengan kapasitas 5.000 liter. Penampungan itu menjadi jujukan perusahaan multi-internasional yang cukup populer di tanah air. ‘’Semoga wabah PMK tak masuk ke desa kami,’’ harapnya. (kid/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) cukup membuat peternak sapi di Ponorogo ketar-ketir. Kabupaten ini tak hanya menjadi basis populasi sapi potong. Peternakan sapi perah juga menjadi mayoritas mata pencarian utama di beberapa kecamatan. Setahun lalu, produksi susu sapi dari kabupaten ini tembus 10.860.514 kilogram.

Pudak menjadi salah satu wilayah basis populasi ternak sapi perah terbesar di Ponorogo. Pemerintah kecamatan setempat bergerak cepat melakukan antisipasi. Enam kepala desa (Kades) di kecamatan itu diminta menyetop suplai sapi perah dari luar daerah. Terutama dari sejumlah daerah endemi di Jawa Timur. ‘’Informasi ini juga kami teruskan ke kelompok peternak sapi agar sementara memproduksi susu dari sapi perah yang ada saat ini,’’ kata Camat Pudak Suwadi, Jumat (13/5).

Suwadi lekas menghubungi setiap Kades untuk memonitor kondisi ternak sapi perah di desanya masing-masing. Hasilnya, nihil laporan temuan PMK. Produksi susu juga masih berjalan normal setiap harinya. ‘’Kami akan menggelar pertemuan bersama UPTD pertanian, Kades, dan kelompok peternak Selasa (17/5) depan,’’ ujarnya.

Di kecamatan ini, populasi sapi perah berkembang hingga 6.437 ekor pada tahun lalu. Diperkirakan populasinya saat ini tumbuh di kisaran 7-8 ribu ekor. Suwadi menyebut bahwa warga di seluruh desa mayoritas bermata pencarian sebagai peternak sapi perah. ‘’Paling tinggi di Desa Pudak Kulon,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Dua Pekan, 58 Warga Ponorogo Tumbang Digigit Aedes aegypti

Kades Pudak Kulon Sujadi Eko Atmojo memastikan produksi susu sementara ini tak terpengaruhi wabah PMK yang merebak di beberapa daerah. Sedikitnya 98 persen dari total 1.100-an warganya yang bermata pencarian sebagai peternak sapi perah tetap beraktivitas normal seperti biasanya. ‘’Kami sudah imbau ke warga agar sapi perah tidak keluar-masuk ke daerah lain,’’ kata Eko.

Terkait produksi susu, Eko belum dapat menaksir jumlah pastinya. Namun, dia memastikan produksinya masih tetap berjalan normal. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ponorogo, produksi susu di desa setempat mencapai 30 ribu liter per hari. Total 15 kelompok dengan piaraan sekitar 2.500 ekor sapi perah. ‘’Distribusi juga tetap berjalan normal seperti biasanya,’’ imbuhnya.

Di desa ini juga terdapat penampungan susu sapi dengan kapasitas 5.000 liter. Penampungan itu menjadi jujukan perusahaan multi-internasional yang cukup populer di tanah air. ‘’Semoga wabah PMK tak masuk ke desa kami,’’ harapnya. (kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/