alexametrics
24.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Bakal Dihapus, Pemkab Ponorogo Identifikasi 4.547 Honorer

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Wacana penghapusan tenaga honorer coba diantisipasi pemkab. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo gerak cepat mengidentifikasi jumlah honorer di kabupaten ini.

Kepala BKPSDM Ponorogo Andi Susetyo mengatakan, identifikasi itu guna memetakan kebutuhan SDM di tiap organisasi perangkat daerah (OPD). Adapun jumlah tenaga honorer teridentifikasi mencapai 4.547 orang. Mayoritas merupakan guru tidak tetap (GTT) yang jumlahnya mencapai 2.743 orang. Sisanya tersebar di seluruh OPD. ‘’Kami sangat hati-hati dalam menindaklanjuti kebijakan itu,’’ katanya.

Melalui surat edaran (SE) tersebut, pemerintah pusat hanya mengakui tiga jenis pegawai pada 2023 mendatang. Yakni, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), pegawai negeri sipil (PNS), dan outsourcing. Tenaga kontrak tak lagi diakui sebagai pegawai. ‘’Ini menjadi masalah rata-rata pemda di daerah lain juga,’’ lanjutnya.

Andi mengakui bahwa tenaga honorer masih dibutuhkan dalam birokrasi pemerintahan. Mereka punya peran penting mendukung kinerja PNS dalam melayani masyarakat. Karena itu, kebijakan tersebut patut mendapat solusi dari pemerintah pusat. ‘’Jumlah tenaga honorer ribuan, dan kami sangat membutuhkan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Proyek Trotoar Jalan Jenderal Sudirman-Urip Sumoharjo Telan Anggaran Rp 9,1 M

Andi menambahkan, persoalan semakin kompleks dengan menurunnya jumlah kuota CPNS maupun PPPK yang didapat daerah. Kuota maupun formasi itu menjadi kewenangan pusat. Pemerintah daerah hanya berwenang mengusulkan kebutuhan yang belum tentu diamini pusat.

Apalagi hingga kini nihil kabar kuota CPNS maupun PPPK untuk Ponorogo. Sementara waktu tersisa dua tahun jelang injury time penerapan kebijakan terhitung 28 November 2023 mendatang. Persoalan semakin runyam jika kuota dua tahun yang didapat kabupaten ini belum mampu memfasilitasi jumlah tenaga honorer yang jumlahnya ribuan tersebut. ‘’Kami terus mencari solusi untuk memperjuangkan honorer,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Wacana penghapusan tenaga honorer coba diantisipasi pemkab. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo gerak cepat mengidentifikasi jumlah honorer di kabupaten ini.

Kepala BKPSDM Ponorogo Andi Susetyo mengatakan, identifikasi itu guna memetakan kebutuhan SDM di tiap organisasi perangkat daerah (OPD). Adapun jumlah tenaga honorer teridentifikasi mencapai 4.547 orang. Mayoritas merupakan guru tidak tetap (GTT) yang jumlahnya mencapai 2.743 orang. Sisanya tersebar di seluruh OPD. ‘’Kami sangat hati-hati dalam menindaklanjuti kebijakan itu,’’ katanya.

Melalui surat edaran (SE) tersebut, pemerintah pusat hanya mengakui tiga jenis pegawai pada 2023 mendatang. Yakni, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), pegawai negeri sipil (PNS), dan outsourcing. Tenaga kontrak tak lagi diakui sebagai pegawai. ‘’Ini menjadi masalah rata-rata pemda di daerah lain juga,’’ lanjutnya.

Andi mengakui bahwa tenaga honorer masih dibutuhkan dalam birokrasi pemerintahan. Mereka punya peran penting mendukung kinerja PNS dalam melayani masyarakat. Karena itu, kebijakan tersebut patut mendapat solusi dari pemerintah pusat. ‘’Jumlah tenaga honorer ribuan, dan kami sangat membutuhkan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Petugas Terbatas, PAD dari Perparkiran Tak Maksimal

Andi menambahkan, persoalan semakin kompleks dengan menurunnya jumlah kuota CPNS maupun PPPK yang didapat daerah. Kuota maupun formasi itu menjadi kewenangan pusat. Pemerintah daerah hanya berwenang mengusulkan kebutuhan yang belum tentu diamini pusat.

Apalagi hingga kini nihil kabar kuota CPNS maupun PPPK untuk Ponorogo. Sementara waktu tersisa dua tahun jelang injury time penerapan kebijakan terhitung 28 November 2023 mendatang. Persoalan semakin runyam jika kuota dua tahun yang didapat kabupaten ini belum mampu memfasilitasi jumlah tenaga honorer yang jumlahnya ribuan tersebut. ‘’Kami terus mencari solusi untuk memperjuangkan honorer,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/