alexametrics
24.5 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Di Ponorogo, 80 Kasus Laka Lantas Melibatkan Pelajar

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sanksi tilang akhirnya diterapkan bagi pelajar belum cukup umur yang mengendarai sepeda motor ke sekolah. Polisi bahkan menggelar operasi hampir setiap pagi. Selain mengatur lalu lintas, anggota Satlantas Ponorogo juga menjaring siswa SMP sederajat yang menaiki motor sendiri itu. ‘’Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar,’’ kata Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Ayip Rizal, Sabtu (13/11).

Dia menunjuk data 80 kejadian laka lantas yang melibatkan pelajar tahun ini. Jatuh enam korban jiwa dan 94 mengalami luka-luka. Selama Oktober lalu, tercatat 20 laka lantas yang mengakibatkan tiga pelajar meninggal dunia. ‘’Korban meninggal dunia yang terakhir itu masih berusia 12 tahun. Kami prihatin atas kasus itu,’’ ujar Ayip.

Baca Juga :  Ban Mobil Selip, Pejabat Pemkab Ngawi Celaka di Tol

Pihaknya menerapkan aturan kendaraan bermotor milik pelajar yang kena tilang harus diambil orang tuanya. Sebab, perlu edukasi tentang bahaya seorang anak mengendarai sepeda motor. Sistem zonasi yang berlaku selama ini mestinya membuat jarak rumah siswa dengan sekolah semakin dekat. ‘’Orang tua mestinya tidak terlalu kerepotan untuk antar jemput,’’ ungkapnya.

Petugas satlantas juga meminta pihak sekolah ikut mengedukasi pelajar yang belum berhak mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) naik sepeda motor. Setiap hari, polisi rata-rata mengamankan sebanyak tujuh hingga 10 kendaraan bermotor yang dinaiki pelajar belum cukup umur. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sanksi tilang akhirnya diterapkan bagi pelajar belum cukup umur yang mengendarai sepeda motor ke sekolah. Polisi bahkan menggelar operasi hampir setiap pagi. Selain mengatur lalu lintas, anggota Satlantas Ponorogo juga menjaring siswa SMP sederajat yang menaiki motor sendiri itu. ‘’Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar,’’ kata Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Ayip Rizal, Sabtu (13/11).

Dia menunjuk data 80 kejadian laka lantas yang melibatkan pelajar tahun ini. Jatuh enam korban jiwa dan 94 mengalami luka-luka. Selama Oktober lalu, tercatat 20 laka lantas yang mengakibatkan tiga pelajar meninggal dunia. ‘’Korban meninggal dunia yang terakhir itu masih berusia 12 tahun. Kami prihatin atas kasus itu,’’ ujar Ayip.

Baca Juga :  Telusuri sampai Lumajang, Amankan 13 Motor Curian

Pihaknya menerapkan aturan kendaraan bermotor milik pelajar yang kena tilang harus diambil orang tuanya. Sebab, perlu edukasi tentang bahaya seorang anak mengendarai sepeda motor. Sistem zonasi yang berlaku selama ini mestinya membuat jarak rumah siswa dengan sekolah semakin dekat. ‘’Orang tua mestinya tidak terlalu kerepotan untuk antar jemput,’’ ungkapnya.

Petugas satlantas juga meminta pihak sekolah ikut mengedukasi pelajar yang belum berhak mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) naik sepeda motor. Setiap hari, polisi rata-rata mengamankan sebanyak tujuh hingga 10 kendaraan bermotor yang dinaiki pelajar belum cukup umur. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/