alexametrics
29.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Ponorogo Dilanda Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Hujan yang turun nyaris semalaman membuat sejumlah lokasi di Ponorogo terlanda bencana. Sungai Kacangan yang meluber menggenangi sebagian wilayah Desa Sawoo. Peranti early warning system (EWS) di Sungai Paju juga meraung-raung yang berdampak terendamnya 20 hektare sawah. Sejumlah wilayah di Kelurahan Patihan kebanjiran pula.

Akibat hujan yang turun Sabtu (12/2) petang hingga Minggu (13/2) dini hari itu, delapan rumah di Sawoo tertimpa longsor. Bersamaan itu, pohon yang tumbang meremukkan rumah di Desa Tempuran, Sawoo, dan Desa Sragi, Sukorejo. Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo Arim Kamandaka menyebut bahwa hujan dengan intensitas sedang dan tinggi terjadi beberapa hari ke depan. Itu mengacu prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). ‘’Prediksi hujan tiga harian yang dirilis BMKG, kecenderungan hujan akan turun malam,’’ kata Arim, Senin (14/2).

Baca Juga :  Evakuasi Longsor, Pemkab Pacitan Siagakan Tujuh Kendaraan Berat

Pun, air Sungai Kacangan yang meluap sempat viral bersamaan warga setempat mengunggah rekaman video saat air berwarna cokelat pekat menggenangi jalan. Jalur menuju Desa Tempuran tertutup material lumpur. ‘’Sungai mulai meluap sekitar pukul 18.00, setengah jam surut,’’ terang Arim.

Menurut dia, banjir yang menggenangi sekitar 20 hektare lahan pertanian dan permukiman di Kelurahan Patihan akibat luapan Sungai Paju. Genaran air selutut orang dewasa itu menggenangi wilayah dua rukun tetangga (RT). Kendati genangan hanya di jalan dan teras rumah, air banjir baru surut pukul 14.00 kemarin. ‘’Sungai Paju juga menampung aliran dari hulu di Wonogiri,’’ jelas Arim sembari meminta warga waspada bahaya hujan ekstrem. (kid/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Hujan yang turun nyaris semalaman membuat sejumlah lokasi di Ponorogo terlanda bencana. Sungai Kacangan yang meluber menggenangi sebagian wilayah Desa Sawoo. Peranti early warning system (EWS) di Sungai Paju juga meraung-raung yang berdampak terendamnya 20 hektare sawah. Sejumlah wilayah di Kelurahan Patihan kebanjiran pula.

Akibat hujan yang turun Sabtu (12/2) petang hingga Minggu (13/2) dini hari itu, delapan rumah di Sawoo tertimpa longsor. Bersamaan itu, pohon yang tumbang meremukkan rumah di Desa Tempuran, Sawoo, dan Desa Sragi, Sukorejo. Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo Arim Kamandaka menyebut bahwa hujan dengan intensitas sedang dan tinggi terjadi beberapa hari ke depan. Itu mengacu prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). ‘’Prediksi hujan tiga harian yang dirilis BMKG, kecenderungan hujan akan turun malam,’’ kata Arim, Senin (14/2).

Baca Juga :  540 Siswa SDN 1 Mangkujayan Terbangkan Pesawat Kertas

Pun, air Sungai Kacangan yang meluap sempat viral bersamaan warga setempat mengunggah rekaman video saat air berwarna cokelat pekat menggenangi jalan. Jalur menuju Desa Tempuran tertutup material lumpur. ‘’Sungai mulai meluap sekitar pukul 18.00, setengah jam surut,’’ terang Arim.

Menurut dia, banjir yang menggenangi sekitar 20 hektare lahan pertanian dan permukiman di Kelurahan Patihan akibat luapan Sungai Paju. Genaran air selutut orang dewasa itu menggenangi wilayah dua rukun tetangga (RT). Kendati genangan hanya di jalan dan teras rumah, air banjir baru surut pukul 14.00 kemarin. ‘’Sungai Paju juga menampung aliran dari hulu di Wonogiri,’’ jelas Arim sembari meminta warga waspada bahaya hujan ekstrem. (kid/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/