alexametrics
24 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Pamor Louhan di Ponorogo Hidup Kembali setelah Mati Suri 22 Tahun

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Louhan kembali naik pamor. Ikan berkepala nonong yang dulu diyakini banyak orang membawa keberuntungan itu kembali dikonteskan di Paseban Alun-Alun Ponorogo kemarin (13/3).

Kontes ikan bernama lain flowerhorn itu diikuti 32 pencinta ikan hias. Tiap peserta memamerkan ikan piaraannya dengan beragam warna, ukuran, hingga ciri khas benjolan di bagian kepala. Jenisnya mulai cencu, GB, SRD, super red monkey, klasik, Thaisilk, hingga Kamfa. ‘’Paling mahal harganya kisaran Rp 2,5 juta-Rp 3 juta,’’ kata Sekretaris Komunitas Louhan Ponorogo (KLP) Yoki Irawan.

Yoki menyebut bahwa jenis cencu dan Kamfa sedang naik daun. Namun, ranking pertamanya tetaplah Kamfa. Harganya perlahan melambung di rentang ratusan ribu untuk seekor anakan berukuran 5-6 sentimeter. Jenis Kamfa memang pernah menjadi primadona di era 2000-an. ‘’Louhan Kamfa didatangkan langsung dari Thailand,’’ ujarnya.

Mengapa Kamfa lebih populer dan unggul? Yoki membeberkan empat indikatornya. Kamfa memiliki mutiara dengan anatomi bagus dan shining. Dari sisi warna memiliki tingkat kecerahan paling baik. Juga memiliki jidat nonong atau jenong dengan ukuran besar (bomb head). ‘’Dari segi bodi memiliki bentuk persegi,’’ urainya.

Baca Juga :  Lapor Terpapar Covid-19 Bukan Aib

Perawatan louhan selayaknya ikan pada umumnya. Hanya, akuariumnya direkomendasikan yang berbentuk persegi panjang berdiri. Biasanya berukuran panjang-lebar 30 sentimeter dengan tinggi 45 sentimeter. Rekomendasi ukuran akuarium itu untuk menjaga dan membentuk bodi louhan. ‘’Semakin bodi ikan itu menyerupai persegi, semakin bagus,’’ terangnya.

Kadar power of hydrogen (pH) air juga wajib diperhatikan. Agar stabil, biasanya akuarium ditambahi garam tiga sendok makan setiap hari. Dengan rata-rata suhu air 28-30 derajat Celsius. ‘’Menjaga suhu air ini dapat menggunakan heater,’’ ungkapnya.

KLP sengaja menghidupkan kembali popularitas louhan yang sempat mati suri sepuluh tahun belakangan. Demi menghidupkan kembali pamor ikan yang dapat mencapai umur maksimal 5 tahun tersebut. KLP juga merangkul anak-anak muda yang hobi balap liar agar beralih kegemaran. ‘’Kami ajak anak-anak muda mencintai louhan,’’ tuturnya. (kid/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Louhan kembali naik pamor. Ikan berkepala nonong yang dulu diyakini banyak orang membawa keberuntungan itu kembali dikonteskan di Paseban Alun-Alun Ponorogo kemarin (13/3).

Kontes ikan bernama lain flowerhorn itu diikuti 32 pencinta ikan hias. Tiap peserta memamerkan ikan piaraannya dengan beragam warna, ukuran, hingga ciri khas benjolan di bagian kepala. Jenisnya mulai cencu, GB, SRD, super red monkey, klasik, Thaisilk, hingga Kamfa. ‘’Paling mahal harganya kisaran Rp 2,5 juta-Rp 3 juta,’’ kata Sekretaris Komunitas Louhan Ponorogo (KLP) Yoki Irawan.

Yoki menyebut bahwa jenis cencu dan Kamfa sedang naik daun. Namun, ranking pertamanya tetaplah Kamfa. Harganya perlahan melambung di rentang ratusan ribu untuk seekor anakan berukuran 5-6 sentimeter. Jenis Kamfa memang pernah menjadi primadona di era 2000-an. ‘’Louhan Kamfa didatangkan langsung dari Thailand,’’ ujarnya.

Mengapa Kamfa lebih populer dan unggul? Yoki membeberkan empat indikatornya. Kamfa memiliki mutiara dengan anatomi bagus dan shining. Dari sisi warna memiliki tingkat kecerahan paling baik. Juga memiliki jidat nonong atau jenong dengan ukuran besar (bomb head). ‘’Dari segi bodi memiliki bentuk persegi,’’ urainya.

Baca Juga :  BRI Ponorogo Ajak Nasabah Kembangkan Usaha, Ada Banyak Fasilitasnya Loh!

Perawatan louhan selayaknya ikan pada umumnya. Hanya, akuariumnya direkomendasikan yang berbentuk persegi panjang berdiri. Biasanya berukuran panjang-lebar 30 sentimeter dengan tinggi 45 sentimeter. Rekomendasi ukuran akuarium itu untuk menjaga dan membentuk bodi louhan. ‘’Semakin bodi ikan itu menyerupai persegi, semakin bagus,’’ terangnya.

Kadar power of hydrogen (pH) air juga wajib diperhatikan. Agar stabil, biasanya akuarium ditambahi garam tiga sendok makan setiap hari. Dengan rata-rata suhu air 28-30 derajat Celsius. ‘’Menjaga suhu air ini dapat menggunakan heater,’’ ungkapnya.

KLP sengaja menghidupkan kembali popularitas louhan yang sempat mati suri sepuluh tahun belakangan. Demi menghidupkan kembali pamor ikan yang dapat mencapai umur maksimal 5 tahun tersebut. KLP juga merangkul anak-anak muda yang hobi balap liar agar beralih kegemaran. ‘’Kami ajak anak-anak muda mencintai louhan,’’ tuturnya. (kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/