alexametrics
29.2 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

UPT BLK Ponorogo Pastikan Tak Terlibat Human Trafficking

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Aktivitas UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Ponorogo tetap berjalan normal. Kendati sempat disebut-sebut dalam pemberitaan kasus human trafficking (perdagangan manusia) di Lampung. Dalam salah satu pemberitaan disebutkan bahwa sembilan korban berasal dari UPT BLK Ponorogo. ‘’Kami tidak pernah mendapat informasi itu,’’ kata Kepala UPT BLK Ponorogo Tri Wahyanto, Senin (14/3).

Senyatanya korban tersebut bukanlah alumni BLK setempat. Dikutip dari akun Facebook Humas Polda Lampung bahwa sembilan korban berasal dari BLK PT BPJ Ponorogo, salah satu penyalur pekerja migran Indonesia (PMI). Ditserse Polda Lampung berhasil mengungkap kasus perdagangan manusia jaringan Ponorogo, Jakarta, Lampung, dan Singapura, Kamis (10/3) lalu.

Tri menegaskan bahwa pihaknya hanya berwenang membekali keterampilan bagi calon tenaga kerja. Adapun penyalurannya hanya menyasar perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan BLK setempat. ‘’Kami ada kios 3 in 1 yang dapat diakses bagi alumni, itu pun tergantung ada permintaan atau lowongan kerja di perusahaan yang dituju,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Belum Putuskan Soal Aset di Jalan Suromenggolo

Sebagai bukti penguat, penelusuran data alumni kelahiran Lampung menunjukkan adanya delapan peserta. Sementara korban dalam kasus tersebut berjumlah sembilan. Inisial nama delapan alumni BLK setempat juga tidak sesuai dengan inisial sembilan korban terkait. ‘’Masing-masing empat perempuan dan laki-laki itu alumni 2018 hingga 2021,’’ kata Plt Kasi Pelatihan dan Pemasaran UPT BLK Ponorogo Tafib Sucahyo Harsono.

Tafib memastikan UPT BLK Ponorogo sama sekali tidak terkait dengan kasus perdagangan manusia di Lampung. Dia mengklaim sejauh ini BLK menjalankan kewenangan sesuai regulasi yang ada. ‘’Tolong dikroscek’’ pintanya.

Pantauan di lapangan, aktivitas pelatihan di BLK yang beralamat di Desa Karanglo Lor, Sukorejo, itu berjalan seperti biasa. Tahun ini balai tersebut mendapat jatah 24 paket pelatihan yang dibiayai APBN dan sembilan paket pelatihan dari APBD Ponorogo. Tiap paket pelatihan maksimal diikuti 16 peserta. ‘’Ada pelatihan reparasi AC, operator komputer, pengolahan hasil pertanian, bubut manufaktur, dan tata rias pengantin,’’ urainya. (kid/c1/fin/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Aktivitas UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Ponorogo tetap berjalan normal. Kendati sempat disebut-sebut dalam pemberitaan kasus human trafficking (perdagangan manusia) di Lampung. Dalam salah satu pemberitaan disebutkan bahwa sembilan korban berasal dari UPT BLK Ponorogo. ‘’Kami tidak pernah mendapat informasi itu,’’ kata Kepala UPT BLK Ponorogo Tri Wahyanto, Senin (14/3).

Senyatanya korban tersebut bukanlah alumni BLK setempat. Dikutip dari akun Facebook Humas Polda Lampung bahwa sembilan korban berasal dari BLK PT BPJ Ponorogo, salah satu penyalur pekerja migran Indonesia (PMI). Ditserse Polda Lampung berhasil mengungkap kasus perdagangan manusia jaringan Ponorogo, Jakarta, Lampung, dan Singapura, Kamis (10/3) lalu.

Tri menegaskan bahwa pihaknya hanya berwenang membekali keterampilan bagi calon tenaga kerja. Adapun penyalurannya hanya menyasar perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan BLK setempat. ‘’Kami ada kios 3 in 1 yang dapat diakses bagi alumni, itu pun tergantung ada permintaan atau lowongan kerja di perusahaan yang dituju,’’ terangnya.

Baca Juga :  Kasus Aktif dan Kematian Tinggi, Ponorogo Masuk Zona Merah Lagi

Sebagai bukti penguat, penelusuran data alumni kelahiran Lampung menunjukkan adanya delapan peserta. Sementara korban dalam kasus tersebut berjumlah sembilan. Inisial nama delapan alumni BLK setempat juga tidak sesuai dengan inisial sembilan korban terkait. ‘’Masing-masing empat perempuan dan laki-laki itu alumni 2018 hingga 2021,’’ kata Plt Kasi Pelatihan dan Pemasaran UPT BLK Ponorogo Tafib Sucahyo Harsono.

Tafib memastikan UPT BLK Ponorogo sama sekali tidak terkait dengan kasus perdagangan manusia di Lampung. Dia mengklaim sejauh ini BLK menjalankan kewenangan sesuai regulasi yang ada. ‘’Tolong dikroscek’’ pintanya.

Pantauan di lapangan, aktivitas pelatihan di BLK yang beralamat di Desa Karanglo Lor, Sukorejo, itu berjalan seperti biasa. Tahun ini balai tersebut mendapat jatah 24 paket pelatihan yang dibiayai APBN dan sembilan paket pelatihan dari APBD Ponorogo. Tiap paket pelatihan maksimal diikuti 16 peserta. ‘’Ada pelatihan reparasi AC, operator komputer, pengolahan hasil pertanian, bubut manufaktur, dan tata rias pengantin,’’ urainya. (kid/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/