23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Tarif Naik, Komisi Dipotong, Driver Ojol Sambat Sepi Penumpang

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Ojek online (ojol) mulai sambat sepi penumpang pasca tarif layanan dinaikkan. Terhitung sejak Minggu (11/9), tarif ojol mengalami penyesuaian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Tarif dasar minimum untuk GrabBike 0-4 kilometer dari Rp 8.000-10.000, sedangkan tarif per kilometer Rp 2.000-2.500. Penyesuaian tarif juga berlaku untuk layanan lainnya. Seperti GrabCar, tarif dasar minimum Rp 2.000; GrabExpress tarif dasar minimum naik menjadi Rp 1.000. Sedangkan GrabFood tarif dasar minimum naik Rp 1.000. ‘’Tarif tersebut juga sudah berlaku di Ponorogo,’’ kata Andri Yudianto, seorang driver, Rabu (14/9).

Kenaikan tarif berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan KP/667/2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. Penyesuaian tarif tersebut turut meningkatkan komisi bagi driver. ‘’Komisi untuk driver ikut naik Rp 600 untuk bike sedangkan food Rp 400,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Ponorogo Berjuang Peroleh Predikat Jaringan Kota Kreatif Dunia

Andri merasakan betul sepinya penumpang paca penyesuaian tarif layanan. Bahkan, okupansinya turun drastis hingga 90 persen dari sebelum adanya kenaikan harga BBM. Biasanya dia mendapat 10-15 orderan dalam sehari, kini tinggal separonya. ‘’Kadang malah dapat dua orderan saja sampai malam,’’ ungkapnya.

Tri Handoko, driver lainnya, merasakan hal yang sama. Menurut dia, tarif tidak perlu dinaikkan, hanya potongan komisi aplikasi yang sebelumnya 20 persen diturunkan menjadi 10 persen. Sehingga komisi yang diterima untuk driver naik. ‘’Tarif naik, tapi orderan menjadi sepi, jadinya percuma. Mending potongannya diturunin aja, tapi tarifnya tetap,’’ ujar Tri. (mg2/kid/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Ojek online (ojol) mulai sambat sepi penumpang pasca tarif layanan dinaikkan. Terhitung sejak Minggu (11/9), tarif ojol mengalami penyesuaian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Tarif dasar minimum untuk GrabBike 0-4 kilometer dari Rp 8.000-10.000, sedangkan tarif per kilometer Rp 2.000-2.500. Penyesuaian tarif juga berlaku untuk layanan lainnya. Seperti GrabCar, tarif dasar minimum Rp 2.000; GrabExpress tarif dasar minimum naik menjadi Rp 1.000. Sedangkan GrabFood tarif dasar minimum naik Rp 1.000. ‘’Tarif tersebut juga sudah berlaku di Ponorogo,’’ kata Andri Yudianto, seorang driver, Rabu (14/9).

Kenaikan tarif berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan KP/667/2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. Penyesuaian tarif tersebut turut meningkatkan komisi bagi driver. ‘’Komisi untuk driver ikut naik Rp 600 untuk bike sedangkan food Rp 400,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Tak Bisa Terima Penjelasan Pusat

Andri merasakan betul sepinya penumpang paca penyesuaian tarif layanan. Bahkan, okupansinya turun drastis hingga 90 persen dari sebelum adanya kenaikan harga BBM. Biasanya dia mendapat 10-15 orderan dalam sehari, kini tinggal separonya. ‘’Kadang malah dapat dua orderan saja sampai malam,’’ ungkapnya.

Tri Handoko, driver lainnya, merasakan hal yang sama. Menurut dia, tarif tidak perlu dinaikkan, hanya potongan komisi aplikasi yang sebelumnya 20 persen diturunkan menjadi 10 persen. Sehingga komisi yang diterima untuk driver naik. ‘’Tarif naik, tapi orderan menjadi sepi, jadinya percuma. Mending potongannya diturunin aja, tapi tarifnya tetap,’’ ujar Tri. (mg2/kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru