alexametrics
29.9 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

LDR Dominasi Gugat-Talak

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Hidup berjauhan rentan membuat hubungan asmara sebuah pasangan jadi berjarak. Setidaknya, Pengadilan Agama (PA) Ponorogo menerima banyak permohonan cerai gugat pasangan suami istri (pasutri) karena tinggal berjauhan. Salah satunya long distance relationship (LDR) dari negeri seberang. ‘’Sekitar 80 persen cerai gugat berlatar pekerja migran,’’ kata Humas PA Ponorogo Misnan Maulana.

Misnan membeber data perceraian yang telah diputus hakim tahun ini. Terhitung bulan lalu, perceraian yang diputus mencapai 1.633 kasus. Sebanyak 1.162 istri menggugat suaminya. Sebaliknya, 471 suami mengajukan talak cerai. ‘’Masalah yang melatarbelakangi paling besar adalah ekonomi,’’ ujarnya.

Urusan nafkah keluarga antara suami dan istri memang krusial. Salah satu ujian dalam membina rumah tangga. Selain kesulitan ekonomi, kesetiaan terhadap pasangan juga diuji. ‘’Perselingkuhan faktor yang cukup tinggi,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Terdakwa Pembunuhan Herfina Dituntut 20 Tahun Penjara

Menurut Misnan, selingkuh dilakukan suami adalah stereotip basi. Istri juga berpotensi terlibat affair dengan pria lain. Nah, kalangan pekerja migran paling rentan. Hingga memudarkan janji hidup semati ketika di pelaminan dulu. ‘’Yang bercerai dari kalangan umum dan PNS,’’ tuturnya.

Kondisi keuangan para pekerja migran umumnya stabil. Uang dari perantauan membuat berkecukupan. Misnan berharap setiap pasangan dapat mencari solusi memperbaiki hubungan sebelum memutuskan bercerai. ‘’Anak bisa menjadi korban karena sangat butuh kasih sayang orang tua,’’ ucapnya. (naz/c1/cor)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Hidup berjauhan rentan membuat hubungan asmara sebuah pasangan jadi berjarak. Setidaknya, Pengadilan Agama (PA) Ponorogo menerima banyak permohonan cerai gugat pasangan suami istri (pasutri) karena tinggal berjauhan. Salah satunya long distance relationship (LDR) dari negeri seberang. ‘’Sekitar 80 persen cerai gugat berlatar pekerja migran,’’ kata Humas PA Ponorogo Misnan Maulana.

Misnan membeber data perceraian yang telah diputus hakim tahun ini. Terhitung bulan lalu, perceraian yang diputus mencapai 1.633 kasus. Sebanyak 1.162 istri menggugat suaminya. Sebaliknya, 471 suami mengajukan talak cerai. ‘’Masalah yang melatarbelakangi paling besar adalah ekonomi,’’ ujarnya.

Urusan nafkah keluarga antara suami dan istri memang krusial. Salah satu ujian dalam membina rumah tangga. Selain kesulitan ekonomi, kesetiaan terhadap pasangan juga diuji. ‘’Perselingkuhan faktor yang cukup tinggi,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Kasi Pidsus Baru Janji Tuntaskan Kasus Korupsi PBB-P2

Menurut Misnan, selingkuh dilakukan suami adalah stereotip basi. Istri juga berpotensi terlibat affair dengan pria lain. Nah, kalangan pekerja migran paling rentan. Hingga memudarkan janji hidup semati ketika di pelaminan dulu. ‘’Yang bercerai dari kalangan umum dan PNS,’’ tuturnya.

Kondisi keuangan para pekerja migran umumnya stabil. Uang dari perantauan membuat berkecukupan. Misnan berharap setiap pasangan dapat mencari solusi memperbaiki hubungan sebelum memutuskan bercerai. ‘’Anak bisa menjadi korban karena sangat butuh kasih sayang orang tua,’’ ucapnya. (naz/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/