alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Tampil Fashionable, Bukan Melulu Tas Becek

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tas anyaman plastik kini naik kelas. Tidak hanya ditenteng ibu-ibu saat pergi becek. Melainkan juga modis dipakai di acara lain lantaran tampil dalam berbagai model yang fashionable (mengikui tren). Adalah Desa Kunti, Bungkal, Ponorogo, yang menjadi pusat kerajinan tas anyaman plastik itu. ‘’Kami ingin menjadi sentra industrinya tas anyaman plastik,’’ kata Kepala Desa (Kades) Kunti Kartono, Minggu (14/11).

Dia menyebut nama pasutri Bonari dan Siti Mualifah, warganya, yang menjadi pelopor kerajinan tas anyaman plastik. Pesanan selama ini terus mengalir hingga harus menggandeng 15 mitra kerja. Kades Kartono akhirnya sengaja meminta puluhan warga lainnya belajar menganyam tas. ‘’Kerajinan ini sudah ada sejak enam tahun lalu di Desa Kunti,’’ terangnya.

Sementara itu, Bonari mengaku tidak pelit membagi ilmu. Dia selama ini sudah mempekerjakan empat karyawan yang semuanya warga setempat. Tak hanya memproduksi tas becek, Bonari berkreasi dengan tas fashion dan aneka suvenir. Proses pembuatannya full handmade. Mulai membuat pola, menganyam, hingga finishing. ‘’Semakin kecil ukuran, bertambah rumit pembuatannya,’’ jelas Bonari.

Baca Juga :  Gugah Rindu Gurih Serabi Kerun Ayu di Ponorogo

Home industry tas anyaman plastik itu tidak kenal pandemi. Pesanan malah meningkat cukup tajam hingga Bonari dan Siti Mualifah, istrinya, sempat kewalahan. Tak urung, keduanya butuh belasan mitra kerja yang mengerjakan tas anyaman di rumah masing-masing. ‘’Disetor ke kami setelah jadi. Pernah ada pesanan seribu tas dari Surakarta,’’ ungkap Bonari.

Dia mengaku kerap mendapat pesanan dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Riau. Dalam sehari, seorang perajin mampu membuat enam tas. Ada upah menanti setelah tas jadi itu disetor ke Bonari. ‘’Pemasaran juga melalui Instagram dan WhatsApp,’’ pungkasnya. (tr2/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tas anyaman plastik kini naik kelas. Tidak hanya ditenteng ibu-ibu saat pergi becek. Melainkan juga modis dipakai di acara lain lantaran tampil dalam berbagai model yang fashionable (mengikui tren). Adalah Desa Kunti, Bungkal, Ponorogo, yang menjadi pusat kerajinan tas anyaman plastik itu. ‘’Kami ingin menjadi sentra industrinya tas anyaman plastik,’’ kata Kepala Desa (Kades) Kunti Kartono, Minggu (14/11).

Dia menyebut nama pasutri Bonari dan Siti Mualifah, warganya, yang menjadi pelopor kerajinan tas anyaman plastik. Pesanan selama ini terus mengalir hingga harus menggandeng 15 mitra kerja. Kades Kartono akhirnya sengaja meminta puluhan warga lainnya belajar menganyam tas. ‘’Kerajinan ini sudah ada sejak enam tahun lalu di Desa Kunti,’’ terangnya.

Sementara itu, Bonari mengaku tidak pelit membagi ilmu. Dia selama ini sudah mempekerjakan empat karyawan yang semuanya warga setempat. Tak hanya memproduksi tas becek, Bonari berkreasi dengan tas fashion dan aneka suvenir. Proses pembuatannya full handmade. Mulai membuat pola, menganyam, hingga finishing. ‘’Semakin kecil ukuran, bertambah rumit pembuatannya,’’ jelas Bonari.

Baca Juga :  Pasar Legi Direalisasi, Pedagang Ingatkan Janji

Home industry tas anyaman plastik itu tidak kenal pandemi. Pesanan malah meningkat cukup tajam hingga Bonari dan Siti Mualifah, istrinya, sempat kewalahan. Tak urung, keduanya butuh belasan mitra kerja yang mengerjakan tas anyaman di rumah masing-masing. ‘’Disetor ke kami setelah jadi. Pernah ada pesanan seribu tas dari Surakarta,’’ ungkap Bonari.

Dia mengaku kerap mendapat pesanan dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Riau. Dalam sehari, seorang perajin mampu membuat enam tas. Ada upah menanti setelah tas jadi itu disetor ke Bonari. ‘’Pemasaran juga melalui Instagram dan WhatsApp,’’ pungkasnya. (tr2/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/