alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Kembangkan Desa Wisata, Pemkab Ponorogo Libatkan Konsultan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pola pendampingan bakal berlaku bagi pengembangan desa wisata. Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Ponorogo ikut cawe-cawe mulai tahun depan. Bahkan, sengaja menunjuk mentor khusus dari lembaga yang berkompeten. ‘’Desa wisata akan dikelola pokdarwis (kelompok sadar wisata, Red) atau BUMDes (badan usaha milik desa),’’ kata pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparbudpora Ponorogo Bambang Wibisono, Selasa (14/12).

Pihaknya mencatat 77 titik desa wisata di Ponorogo. Angka itu dapat bertambah karena ada yang belum mendaftar. Bambang menyebut, desa wisata itu berkembang sesuai dengan potensi masing-masing. Adanya peran pembimbing bakal meningkatkan atau menggali potensi yang sudah ada. ‘’Tujuannya agar lebih memiliki daya tarik bagi wisatawan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Pakai Duit Utang-utangan Perbaiki 51 Ruas Jalan

Menurut dia, mentor itu berposisi sebagai konsultan dan membantu pengembangan wisata. Desa wisata yang patut dijadikan contoh berada di Jogja dan Bali. Masing-masing memiliki daya tarik dan ciri khas hingga ramai dikunjungi wisatawan. Bambang tidak ingin sekadar latah membangun desa wisata. Melainkan, mengedepankan pengembangan potensi hingga mampu bertahan dan juga berkembang. ‘’Apalagi kalau punya kekhasan sendiri-sendiri, akan berpengaruh pada tingkat kunjungan,’’ jelasnya.

Bambang menyebutkan, mayoritas desa wisata di Ponorogo tergolong rintisan. Masih taraf coba-coba dan belum maksimal dalam mengembangkan potensi wisata. Padahal, potensi wisata budaya atau wisata alam yang ada layak jual. ‘’Dengan pendampingan, akan muncul pandangan bagaimana potensi itu punya daya tarik,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pola pendampingan bakal berlaku bagi pengembangan desa wisata. Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Ponorogo ikut cawe-cawe mulai tahun depan. Bahkan, sengaja menunjuk mentor khusus dari lembaga yang berkompeten. ‘’Desa wisata akan dikelola pokdarwis (kelompok sadar wisata, Red) atau BUMDes (badan usaha milik desa),’’ kata pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparbudpora Ponorogo Bambang Wibisono, Selasa (14/12).

Pihaknya mencatat 77 titik desa wisata di Ponorogo. Angka itu dapat bertambah karena ada yang belum mendaftar. Bambang menyebut, desa wisata itu berkembang sesuai dengan potensi masing-masing. Adanya peran pembimbing bakal meningkatkan atau menggali potensi yang sudah ada. ‘’Tujuannya agar lebih memiliki daya tarik bagi wisatawan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sinyal Koalisi Belum Pasti, Ipong Siap Mendaftar di Semua Partai

Menurut dia, mentor itu berposisi sebagai konsultan dan membantu pengembangan wisata. Desa wisata yang patut dijadikan contoh berada di Jogja dan Bali. Masing-masing memiliki daya tarik dan ciri khas hingga ramai dikunjungi wisatawan. Bambang tidak ingin sekadar latah membangun desa wisata. Melainkan, mengedepankan pengembangan potensi hingga mampu bertahan dan juga berkembang. ‘’Apalagi kalau punya kekhasan sendiri-sendiri, akan berpengaruh pada tingkat kunjungan,’’ jelasnya.

Bambang menyebutkan, mayoritas desa wisata di Ponorogo tergolong rintisan. Masih taraf coba-coba dan belum maksimal dalam mengembangkan potensi wisata. Padahal, potensi wisata budaya atau wisata alam yang ada layak jual. ‘’Dengan pendampingan, akan muncul pandangan bagaimana potensi itu punya daya tarik,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/