alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Berkedok Menjual Kalender, Dua Orang Ini Embat Handphone

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Berkedok menjual kalender, dua orang yang mengaku suruhan pondok pesantren (ponpes) diduga mencuri handphone warga Desa Gontor, Mlarak, Ponorogo, Selasa (14/1). Kasus itu kini ditangani polsek setempat. ‘’Menjual kepada warga setengah memaksa,’’ kata Kepala Desa Gontor Agung Prihandoko.

Agung mengungkapkan, salah seorang pelaku Susanto, 23, warga Bonang, Demak. Dia datang ke desanya bersama delapan orang menggunakan mobil berpelat H 9049 UE. Mereka menyebar, menawarkan kalender bertuliskan salah satu ponpes di Demak, Jawa Tengah. Susanto dan seorang temannya mendatangi salah satu rumah warga. ‘’Ingin ketemu bapaknya (pemilik rumah, Red) untuk menawarkan kalender,’’ bebernya.

Di ruang tamu rumah tersebut, sebuah gawai pemilik rumah yang tengah di-charge tertancap di colokan listrik. Ketika pemilik rumah lengah, handphone itu diembat. Ketika Susanto beranjak pergi, korban menyadari kehilangan barang. ‘’Spontan pemilik rumah mengejar penjual kalender itu,’’ terangnya.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem, BPBD Pacitan Ingatkan Nelayan Waspada

Saat digeledah, Susanto memang tidak mengantongi handphone tersebut. Tapi, warga kemudian mendapati barang yang raib itu di selokan tak jauh dari Susanto. ‘’Ternyata dibuang ke selokan. Saat dikejar, diduga dia sengaja membuangnya,’’ papar kades.

Susanto lantas diamankan. Warga pun menghubungi polisi. Menurut Agung, Susanto dan kawan-kawannya tidak hanya mampir ke Gontor. Namun juga ke beberapa desa lain. Mereka mengklaim berangkat dari Kudus berbekal surat tugas dari salah satu ponpes untuk menjual kalender ke tempat-tempat yang telah ditunjuk. ‘’Lokasi kejadian tidak jauh dari mapolsek. Semoga tidak terulang,’’ harapnya. (naz/c1/sat)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Berkedok menjual kalender, dua orang yang mengaku suruhan pondok pesantren (ponpes) diduga mencuri handphone warga Desa Gontor, Mlarak, Ponorogo, Selasa (14/1). Kasus itu kini ditangani polsek setempat. ‘’Menjual kepada warga setengah memaksa,’’ kata Kepala Desa Gontor Agung Prihandoko.

Agung mengungkapkan, salah seorang pelaku Susanto, 23, warga Bonang, Demak. Dia datang ke desanya bersama delapan orang menggunakan mobil berpelat H 9049 UE. Mereka menyebar, menawarkan kalender bertuliskan salah satu ponpes di Demak, Jawa Tengah. Susanto dan seorang temannya mendatangi salah satu rumah warga. ‘’Ingin ketemu bapaknya (pemilik rumah, Red) untuk menawarkan kalender,’’ bebernya.

Di ruang tamu rumah tersebut, sebuah gawai pemilik rumah yang tengah di-charge tertancap di colokan listrik. Ketika pemilik rumah lengah, handphone itu diembat. Ketika Susanto beranjak pergi, korban menyadari kehilangan barang. ‘’Spontan pemilik rumah mengejar penjual kalender itu,’’ terangnya.

Baca Juga :  Ipong Merah! Daftar Cabup lewat PDIP, Didampingi 5 Petinggi Partai

Saat digeledah, Susanto memang tidak mengantongi handphone tersebut. Tapi, warga kemudian mendapati barang yang raib itu di selokan tak jauh dari Susanto. ‘’Ternyata dibuang ke selokan. Saat dikejar, diduga dia sengaja membuangnya,’’ papar kades.

Susanto lantas diamankan. Warga pun menghubungi polisi. Menurut Agung, Susanto dan kawan-kawannya tidak hanya mampir ke Gontor. Namun juga ke beberapa desa lain. Mereka mengklaim berangkat dari Kudus berbekal surat tugas dari salah satu ponpes untuk menjual kalender ke tempat-tempat yang telah ditunjuk. ‘’Lokasi kejadian tidak jauh dari mapolsek. Semoga tidak terulang,’’ harapnya. (naz/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/