alexametrics
23.9 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Dinkes Ponorogo Teliti Identifikasi Kasus DBD

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo kembali pasang badan soal kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD). Pasien lanjut usia (lansia) asal Desa Karangpatihan, Balong, yang meninggal dunia di RSUD dr Harjono pada 12 Januari lalu itu tidak terinfeksi virus dengue. ‘’Hasil laboratorium menyatakan terdiagnosis DM (diabetes melitus, Red),’’ kata Heni Lastari, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Sabtu (15/1/2022).

Pihaknya sudah melakukan penyelidikan epidemiologi di lingkungan tempat tinggal almarhumah. Heni menyebut bahwa hasil pemeriksaan laboratorium mengarah pasien meninggal karena immune thrombocytopenic purpura atau ITP. Yakni, rendahnya kadar sel darah yang mencegah pendarahan (trombosit). Setiap kali kadar trombosit rendah tidak serta-merta disamakan dengan kasus DBD. ‘’Kami memang harus melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Warga Ponorogo Terima BPNT Tak Layak, Ini Alasannya

Jawa Pos Radar Ponorogo edisi 6 Januari 2022 memberitakan pasien anak yang meninggal dunia di RSU Darmayu dengan diagnosis DBD. Heni sempat menepis namun kemudian meralat pernyataannya. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa pasien berusia 12 tahun itu terserang DBD. Kendati begitu, kasus kematian akibat sakit yang terjadi 31 Desember lalu tersebut terlambat dilaporkan ke Dinkes Jatim. ‘’Tim epidemiologi sempat kesulitan mengonfirmasi keluarga pasien,’’ jelasnya.

Heni menyampaikan, hasil penyelidikan epidemiologi juga menentukan wilayah mana yang layak mendapatkan jatah fogging. Masyarakat kerap secara mandiri melakukan penyemprotan insektisida massal tatkala mendapati warga di lingkungannya terserang demam. Fogging yang serampangan malah membuat nyamuk kebal. ‘’Yang terpenting itu PSN (pemberantasan sarang nyamuk, Red),’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo kembali pasang badan soal kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD). Pasien lanjut usia (lansia) asal Desa Karangpatihan, Balong, yang meninggal dunia di RSUD dr Harjono pada 12 Januari lalu itu tidak terinfeksi virus dengue. ‘’Hasil laboratorium menyatakan terdiagnosis DM (diabetes melitus, Red),’’ kata Heni Lastari, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Sabtu (15/1/2022).

Pihaknya sudah melakukan penyelidikan epidemiologi di lingkungan tempat tinggal almarhumah. Heni menyebut bahwa hasil pemeriksaan laboratorium mengarah pasien meninggal karena immune thrombocytopenic purpura atau ITP. Yakni, rendahnya kadar sel darah yang mencegah pendarahan (trombosit). Setiap kali kadar trombosit rendah tidak serta-merta disamakan dengan kasus DBD. ‘’Kami memang harus melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Belasan Calon Anggota KPPS Terpapar Korona

Jawa Pos Radar Ponorogo edisi 6 Januari 2022 memberitakan pasien anak yang meninggal dunia di RSU Darmayu dengan diagnosis DBD. Heni sempat menepis namun kemudian meralat pernyataannya. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa pasien berusia 12 tahun itu terserang DBD. Kendati begitu, kasus kematian akibat sakit yang terjadi 31 Desember lalu tersebut terlambat dilaporkan ke Dinkes Jatim. ‘’Tim epidemiologi sempat kesulitan mengonfirmasi keluarga pasien,’’ jelasnya.

Heni menyampaikan, hasil penyelidikan epidemiologi juga menentukan wilayah mana yang layak mendapatkan jatah fogging. Masyarakat kerap secara mandiri melakukan penyemprotan insektisida massal tatkala mendapati warga di lingkungannya terserang demam. Fogging yang serampangan malah membuat nyamuk kebal. ‘’Yang terpenting itu PSN (pemberantasan sarang nyamuk, Red),’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/