alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Pemkab Ponorogo Jalankan Booster Pakai Sisa Vaksin Moderna

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sasaran vaksinasi di Ponorogo berganti-ganti. Vaksin booster (penguat) mulai disuntikkan kendati capaian vaksinasi dosis dua untuk masyarakat umum dan kalangan lanjut usia (lansia) belum menggembirakan. Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo Heni Lastari mengaku bahwa suntikan booster itu memanfaatkan sisa alokasi vaksin merek Moderna. ‘’Memang tidak dipersiapkan alokasi dosis (untuk booster),’’ kata Heni, Sabtu (15/1/2022).

Heni menyebutkan, kelompok petugas pelayan publik yang mendapat giliran awal menjalani vaksin dosis tambahan itu. Namun, mayoritas dari mereka ternyata mendapatkan vaksinasi Sinovac pada suntikan dosis satu dan dua dulu. Padahal, booster Moderna idealnya untuk pemakai vaksin AstraZeneca atau Pfizer. ‘’Tapi, tidak apa-apa, karena yang disuntikkan hanya setengah dosis sesuai aturan booster,’’ terangnya.

Heni mengungkapkan, ada dua tipe vaksinasi booster. Yakni, homolog yang harus sama dengan vaksin primer (awal). Tipe kedua adalah heterolog yang berarti kombinasi jenis vaksin. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah merilis aturan bahwa vaksin merek Moderna setengah dosis boleh dipakai booster untuk vaksin primer AstraZeneca, Johnson&Johnson, dan Pfizer. ‘’Untuk vaksin awal Moderna, booster-nya harus dengan Moderna saja,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Akses Jalan Licin, Ambulans Tak Berani Masuk

Sedangkan untuk vaksin primer Sinovac dan Sinopharm dapat memakai booster merek Zifivax. Sinovac aman juga untuk booster Sinovac. Heni menyebut sejumlah syarat untuk mendapatkan vaksin booster. Di antaranya, harus berusia di atas 18 tahun dengan jarak antara dosis kedua dan booster sudah enam bulan. Sedangkan penyintas Covid-19 perlu menunggu tiga bulan. ‘’Aturannya hampir sama dengan vaksinasi booster untuk nakes (tenaga kesehatan, Red). Perlu skrining ketat agar penerima booster benar-benar memenuhi syarat,’’ ungkapnya.

Vaksinasi booster rencananya dilakukan di rumah sakit swasta atau Palang Merah Indonesia (PMI). Vaksinator di puskesmas bakal fokus mengejar target capaian vaksinasi masyarakat umum, lansia, maupun anak. ‘’Kami fokus melakukan vaksinasi dosis satu dan dua dulu,’’ pungkasnya. (mg7/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sasaran vaksinasi di Ponorogo berganti-ganti. Vaksin booster (penguat) mulai disuntikkan kendati capaian vaksinasi dosis dua untuk masyarakat umum dan kalangan lanjut usia (lansia) belum menggembirakan. Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo Heni Lastari mengaku bahwa suntikan booster itu memanfaatkan sisa alokasi vaksin merek Moderna. ‘’Memang tidak dipersiapkan alokasi dosis (untuk booster),’’ kata Heni, Sabtu (15/1/2022).

Heni menyebutkan, kelompok petugas pelayan publik yang mendapat giliran awal menjalani vaksin dosis tambahan itu. Namun, mayoritas dari mereka ternyata mendapatkan vaksinasi Sinovac pada suntikan dosis satu dan dua dulu. Padahal, booster Moderna idealnya untuk pemakai vaksin AstraZeneca atau Pfizer. ‘’Tapi, tidak apa-apa, karena yang disuntikkan hanya setengah dosis sesuai aturan booster,’’ terangnya.

Heni mengungkapkan, ada dua tipe vaksinasi booster. Yakni, homolog yang harus sama dengan vaksin primer (awal). Tipe kedua adalah heterolog yang berarti kombinasi jenis vaksin. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah merilis aturan bahwa vaksin merek Moderna setengah dosis boleh dipakai booster untuk vaksin primer AstraZeneca, Johnson&Johnson, dan Pfizer. ‘’Untuk vaksin awal Moderna, booster-nya harus dengan Moderna saja,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Abai Prokes, 12 Pegawai BPPKAD Positif Covid

Sedangkan untuk vaksin primer Sinovac dan Sinopharm dapat memakai booster merek Zifivax. Sinovac aman juga untuk booster Sinovac. Heni menyebut sejumlah syarat untuk mendapatkan vaksin booster. Di antaranya, harus berusia di atas 18 tahun dengan jarak antara dosis kedua dan booster sudah enam bulan. Sedangkan penyintas Covid-19 perlu menunggu tiga bulan. ‘’Aturannya hampir sama dengan vaksinasi booster untuk nakes (tenaga kesehatan, Red). Perlu skrining ketat agar penerima booster benar-benar memenuhi syarat,’’ ungkapnya.

Vaksinasi booster rencananya dilakukan di rumah sakit swasta atau Palang Merah Indonesia (PMI). Vaksinator di puskesmas bakal fokus mengejar target capaian vaksinasi masyarakat umum, lansia, maupun anak. ‘’Kami fokus melakukan vaksinasi dosis satu dan dua dulu,’’ pungkasnya. (mg7/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/