alexametrics
27.8 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Kuota PTPS Sulit Terpenuhi

PONOROGO – Tingkat pendidikan dan persyaratan usia dikhawatirkan menjadi penghambat dalam mencari pengawas di desa-desa. Padahal, bawaslu ditarget mengampu ribuan pengawas di tingkat tempat pemungutan suara (TPS). ‘’Kami butuh setidaknya 2.927 pengawas TPS (PTPS),’’ kata Juwaini, koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu.

Asumsi kebutuhan pengawas itu mengacu jumlah TPS sementara ini. Belum termasuk TPS tambahan, jika diperlukan. Khususnya untuk mengakomodasi calon pemilih yang masuk daftar pemilih tambahan (DPTb). Rekrutmen PTPS dibuka pekan ini hingga 21 Februari mendatang. Praktis, rekrutmen tinggal sepekan. ‘’Belum termasuk TPS tambahan seperti di pondok pesantren,’’ sebutnya.

Yang jadi soal adalah persyaratan PTPS. Usia minimal seseorang untuk bisa mendaftar sebagai PTPS itu 25 tahun. Pendidikan minimalnya SLTA sederajat. Kemungkinan pihaknya akan menemui kesulitan mencari PTPS di wilayah pedesaan. ‘’Syarat pendidikan SLTA itu kemungkinan sulit, terutama di wilayah pedesaan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Persinga Lakukan Segalanya agar Lolos ke Liga 2

PTPS mempunyai tugas penting dalam mengawasi pelaksanaan pemilu di tingkat TPS. Mereka mengemban tugas sejak sebelum pencoblosan, saat pencoblosan, hingga tujuh hari pasca pencoblosan. Para PTPS itulah yang menjadi alat monitoring terdepan bawaslu dalam merekam pelanggaran-pelanggaran selama berlangsung proses pemungutan suara. Meski demikian, PTPS juga tidak akan dibiarkan bekerja tanpa upah yang laik. Mereka diberi honor senilai Rp 550 ribu per orang. Belum termasuk uang makan dan transportasi senilai total Rp 300 ribu. ‘’Tinggal mendaftarkan melalui panwascam atau pengawas pemilu tingkat desa,’’ terang Juwaini.

Jika kuota PTPS tak terpenuhi dalam sekali rekrutmen, dimungkinkan akan ada rekrutmen berikutnya. Pasalnya, PTPS hukumnya wajib ada di setiap TPS sebagai kepanjangan tangan dari bawaslu. ‘’Ketika rekrutmen nanti belum memenuhi jumlahnya, kami akan menggelar rekrutmen lagi untuk melengkapi kekurangan,’’ jelasnya. (naz/c1/fin)

PONOROGO – Tingkat pendidikan dan persyaratan usia dikhawatirkan menjadi penghambat dalam mencari pengawas di desa-desa. Padahal, bawaslu ditarget mengampu ribuan pengawas di tingkat tempat pemungutan suara (TPS). ‘’Kami butuh setidaknya 2.927 pengawas TPS (PTPS),’’ kata Juwaini, koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu.

Asumsi kebutuhan pengawas itu mengacu jumlah TPS sementara ini. Belum termasuk TPS tambahan, jika diperlukan. Khususnya untuk mengakomodasi calon pemilih yang masuk daftar pemilih tambahan (DPTb). Rekrutmen PTPS dibuka pekan ini hingga 21 Februari mendatang. Praktis, rekrutmen tinggal sepekan. ‘’Belum termasuk TPS tambahan seperti di pondok pesantren,’’ sebutnya.

Yang jadi soal adalah persyaratan PTPS. Usia minimal seseorang untuk bisa mendaftar sebagai PTPS itu 25 tahun. Pendidikan minimalnya SLTA sederajat. Kemungkinan pihaknya akan menemui kesulitan mencari PTPS di wilayah pedesaan. ‘’Syarat pendidikan SLTA itu kemungkinan sulit, terutama di wilayah pedesaan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Banjir dan Longsor Landa Pacitan

PTPS mempunyai tugas penting dalam mengawasi pelaksanaan pemilu di tingkat TPS. Mereka mengemban tugas sejak sebelum pencoblosan, saat pencoblosan, hingga tujuh hari pasca pencoblosan. Para PTPS itulah yang menjadi alat monitoring terdepan bawaslu dalam merekam pelanggaran-pelanggaran selama berlangsung proses pemungutan suara. Meski demikian, PTPS juga tidak akan dibiarkan bekerja tanpa upah yang laik. Mereka diberi honor senilai Rp 550 ribu per orang. Belum termasuk uang makan dan transportasi senilai total Rp 300 ribu. ‘’Tinggal mendaftarkan melalui panwascam atau pengawas pemilu tingkat desa,’’ terang Juwaini.

Jika kuota PTPS tak terpenuhi dalam sekali rekrutmen, dimungkinkan akan ada rekrutmen berikutnya. Pasalnya, PTPS hukumnya wajib ada di setiap TPS sebagai kepanjangan tangan dari bawaslu. ‘’Ketika rekrutmen nanti belum memenuhi jumlahnya, kami akan menggelar rekrutmen lagi untuk melengkapi kekurangan,’’ jelasnya. (naz/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/