alexametrics
29.9 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Perempuan Pelaku Bunuh Diri Kerap Cekcok dengan Suami

PONOROGO – Is, 46, warga Kelurahan Jingglong, Ponorogo, meninggal secara tragis kemarin (14/2). Ibu dua anak itu ditemukan bersimbah darah di lantai kamar. Mesin gerinda di dekatnya masih menyala. Peristiwa itu dipergoki Fen, 16 (anak bungsu), dan Sur, 44, (adik korban) sekitar pukul 08.00.

Adik korban yang buka warung di depan rumah penasaran dengan bunyi mesin gerinda. Lantas memanggil keponakannya yang sedang tidur di kamar. Keduanya lalu membuka pintu kamar yang tidak terkunci itu. Keduanya pun dikejutkan pemandangan darah yang sudah bercucuran di lantai. Seketika itu, bungsu korban mencabut sekring listrik dan bibinya berteriak histeris. Teriakan itu mengundang perhatian warga di sekitar Jalan M.T. Haryono. Tak terkecuali suami Sur yang saat itu berada di warung.

Kapolsek Ponorogo Kota AKP Lilik Sulastri mengaku belum bisa memastikan motif dari kejadian mengenaskan tersebut. Dugaan awal mengarah bunuh diri dengan menggorok leher sendiri dengan mesin pemotong tersebut. ‘’Memang sedang ada masalah dengan keluarga. Tapi ini masih terus kami selidiki,’’ katanya.

Baca Juga :  Empat Pasien Sembuh, Ipong Apresiasi Kinerja Satgas Penanganan Covid-19 PMDG

Dari keterangan saksi, lanjut Lilik, korban sering terlibat cekcok dengan suami sejak beberapa tahun terakhir. Keterangan itu masih akan didalami lebih lanjut dengan memanggil pihak-pihak terkait. ‘’Informasinya, suaminya jarang pulang dan jarang memberikan nafkah untuk keluarga. Bahkan, anak bungsunya nunggak biaya sekolah hingga lima bulan,’’ ungkapnya.

Kini, rumah korban telah dikelilingi garis polisi. Mesin gerinda yang menjadi barang bukti utama pun telah diamankan. Tak lama setelah kejadian, jenazah Is dilarikan ke RSUD dr Hardjono untuk divisum. (mg7/c1/fin)

PONOROGO – Is, 46, warga Kelurahan Jingglong, Ponorogo, meninggal secara tragis kemarin (14/2). Ibu dua anak itu ditemukan bersimbah darah di lantai kamar. Mesin gerinda di dekatnya masih menyala. Peristiwa itu dipergoki Fen, 16 (anak bungsu), dan Sur, 44, (adik korban) sekitar pukul 08.00.

Adik korban yang buka warung di depan rumah penasaran dengan bunyi mesin gerinda. Lantas memanggil keponakannya yang sedang tidur di kamar. Keduanya lalu membuka pintu kamar yang tidak terkunci itu. Keduanya pun dikejutkan pemandangan darah yang sudah bercucuran di lantai. Seketika itu, bungsu korban mencabut sekring listrik dan bibinya berteriak histeris. Teriakan itu mengundang perhatian warga di sekitar Jalan M.T. Haryono. Tak terkecuali suami Sur yang saat itu berada di warung.

Kapolsek Ponorogo Kota AKP Lilik Sulastri mengaku belum bisa memastikan motif dari kejadian mengenaskan tersebut. Dugaan awal mengarah bunuh diri dengan menggorok leher sendiri dengan mesin pemotong tersebut. ‘’Memang sedang ada masalah dengan keluarga. Tapi ini masih terus kami selidiki,’’ katanya.

Baca Juga :  Ketahuan, Pria Ini Gagal Curi Uang Kotak Amal

Dari keterangan saksi, lanjut Lilik, korban sering terlibat cekcok dengan suami sejak beberapa tahun terakhir. Keterangan itu masih akan didalami lebih lanjut dengan memanggil pihak-pihak terkait. ‘’Informasinya, suaminya jarang pulang dan jarang memberikan nafkah untuk keluarga. Bahkan, anak bungsunya nunggak biaya sekolah hingga lima bulan,’’ ungkapnya.

Kini, rumah korban telah dikelilingi garis polisi. Mesin gerinda yang menjadi barang bukti utama pun telah diamankan. Tak lama setelah kejadian, jenazah Is dilarikan ke RSUD dr Hardjono untuk divisum. (mg7/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/