alexametrics
29.6 C
Madiun
Monday, August 15, 2022

Polisi Kembangkan Penyelidikan, Tandai Pekarangan

PONOROGO – Selepas jenazahnya dikirim ke RSUD dr Hardjono Ponorogo, polisi belum beranjak dari rumah Is. Tepat pukul 10.30, Unit Reskrim Polres Ponorogo menelusuri temuan di lokasi. Guna menyingkap tabir misteri kematian perempuan 46 tahun tersebut.

Sepuluh menit berselang, polisi menuju lantai dua melalui tangga di depan rumah. Seusai menelisik seisi rumah dan mengaitkan garis polisi di tiang teras, petugas menuju lantai dua melalui tangga di depan rumah. Lantai atas itu belum selesai dibangun.

Beberapa menit kemudian, polisi turun menuju pekarangan di selatan rumah. Langsung menuju semak belukar di pekarangan tersebut. Kemudian menuju belakang rumah. Sepuluh menit berselang, petugas membentangkan garis polisi di pekarangan.

Sur, adik korban, memastikan, saat pertama membuka, pintu kamar kakaknya tidak terkunci. Kondisi itu tentunya juga diketahui Fen yang turut diajak mengecek kamar. ‘’Bangunkan keponakan kemudian membuka pintu kamar kakak saya. Cuma didorong dengan tangan gitu,’’ kata Sur.

Baca Juga :  Dosen UPN Dorong BUMdes Jadi Investor Wisata

Dia tak mengira kakaknya sampai nekat mengakhiri hidupnya secara tragis. Dia juga membenarkan bila korban memiliki masalah dengan suaminya. Dia pun mengungkap suami korban sempat pulang sehari sebelum kejadian. ‘’Keponakan nunggak biaya sekolah. Juga, tidak ikut study tour. Mungkin gak punya ongkos,’’ ujarnya yang berada di lokasi

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko mengaku belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Pihaknya masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap apakah korban murni bunuh diri atau dibunuh. ‘’Olah TKP kami kembangkan sampai pekarangan,’’ katanya.

Sejauh ini belum ada petunjuk pasti yang menguatkan penyebab kematian korban. Selama proses penyelidikan, pihaknya telah memeriksa kedua putra korban. ‘’Suaminya tidak ada di tempat. Tapi pasti kami panggil,’’ tegasnya.

Polisi menanti hasil visum dari RSUD dr Hardjono. Diharapkan catatan medis itu dapat memberi terang hasil penyelidikan. Juga menghimpun keterangan saksi-saksi tambahan. Dari keluarga, tetangga, dan lainnya. (mg7/c1/fin)

PONOROGO – Selepas jenazahnya dikirim ke RSUD dr Hardjono Ponorogo, polisi belum beranjak dari rumah Is. Tepat pukul 10.30, Unit Reskrim Polres Ponorogo menelusuri temuan di lokasi. Guna menyingkap tabir misteri kematian perempuan 46 tahun tersebut.

Sepuluh menit berselang, polisi menuju lantai dua melalui tangga di depan rumah. Seusai menelisik seisi rumah dan mengaitkan garis polisi di tiang teras, petugas menuju lantai dua melalui tangga di depan rumah. Lantai atas itu belum selesai dibangun.

Beberapa menit kemudian, polisi turun menuju pekarangan di selatan rumah. Langsung menuju semak belukar di pekarangan tersebut. Kemudian menuju belakang rumah. Sepuluh menit berselang, petugas membentangkan garis polisi di pekarangan.

Sur, adik korban, memastikan, saat pertama membuka, pintu kamar kakaknya tidak terkunci. Kondisi itu tentunya juga diketahui Fen yang turut diajak mengecek kamar. ‘’Bangunkan keponakan kemudian membuka pintu kamar kakak saya. Cuma didorong dengan tangan gitu,’’ kata Sur.

Baca Juga :  BRI Cabang Magetan Hadir di Tengah Masyarakat

Dia tak mengira kakaknya sampai nekat mengakhiri hidupnya secara tragis. Dia juga membenarkan bila korban memiliki masalah dengan suaminya. Dia pun mengungkap suami korban sempat pulang sehari sebelum kejadian. ‘’Keponakan nunggak biaya sekolah. Juga, tidak ikut study tour. Mungkin gak punya ongkos,’’ ujarnya yang berada di lokasi

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko mengaku belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Pihaknya masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap apakah korban murni bunuh diri atau dibunuh. ‘’Olah TKP kami kembangkan sampai pekarangan,’’ katanya.

Sejauh ini belum ada petunjuk pasti yang menguatkan penyebab kematian korban. Selama proses penyelidikan, pihaknya telah memeriksa kedua putra korban. ‘’Suaminya tidak ada di tempat. Tapi pasti kami panggil,’’ tegasnya.

Polisi menanti hasil visum dari RSUD dr Hardjono. Diharapkan catatan medis itu dapat memberi terang hasil penyelidikan. Juga menghimpun keterangan saksi-saksi tambahan. Dari keluarga, tetangga, dan lainnya. (mg7/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/