alexametrics
30.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Kejar Tayang Tuntaskan Proyek Water Fountain di Telaga Ngebel

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko tak ingin kepalang tanggung mengembangkan Telaga Ngebel. Rapat bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan tim pembangunan water fountain berubah tegang jelang injury time.

Usai paparan tim, bupati secara mengejutkan mengutarakan penegasan dalam rapat yang digelar di Ruang Bantarangin Pemkab Ponorogo itu. ‘’Apa pun yang terjadi, tak ada lompat tahun untuk proyek water fountain. Harus selesai tahun ini. Berat untuk memaklumi enam bulan, terlalu lambat. Maka tidak boleh ada pemakluman, agak tegas memang,’’ kata Kang Giri, sapaan Sugiri Sancoko, Selasa (15/3).

Rencananya, pembangunan air terjun menari itu bakal digarap multiyears. Tahun ini hanya digelontor Rp 3,5 miliar dari APBD. Untuk membangun tribun area senilai Rp 1 miliar, rumah panel atau kontrol Rp 760 juta, dan pengadaan travo listrik Rp 1,5 miliar. Sedangkan water fountain baru digarap tahun depan dengan anggaran bombastis sebesar Rp 13 miliar. ‘’Akhir tahun harus diresmikan, harus bekerja keras. Kalau perlu anggarannya dok di PAK (perubahan anggaran keuangan) tahun ini,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Dewan Siap Audiensi Relokasi

Bupati ingin air terjun menari diresmikan sebelum tutup tahun ini. Karena itu, lanjutan pembangunan di tahun depan harus dituntaskan akhir tahun. Tak asal ngotot, namun Kang Giri punya alasan kuat. Salah satunya berkenaan timeline yang telah disepakati bersama-sama dalam rapat tersebut. ‘’Harus ada stretching (pemanasan, Red) keras, rapat gabungan ini dihadiri semua organisasi dan harus mematuhi timeline yang sudah ditetapkan bersama, ini ilmiah,’’ jelasnya.

Timeline itu mencakup jadwal dan tahapan pekerjaan. Mulai penyusunan masterplan, feasibility study (FS), detail engineering design (DED), dokumen lingkungan dan analisis mengenai dampak lalu lintas (andalalin), konstruksi, hingga konsultan pengawas. ‘’Ini bukan bicara tegas tapi tidak mendasar, semua bisa dihitung. Dana kalau kurang ada di PAK. Kalau boleh jujur, ini bantuan gubernur dari provinsi yang masuk ke APBD kita,’’ ungkapnya. (kid/c1/fin/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko tak ingin kepalang tanggung mengembangkan Telaga Ngebel. Rapat bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan tim pembangunan water fountain berubah tegang jelang injury time.

Usai paparan tim, bupati secara mengejutkan mengutarakan penegasan dalam rapat yang digelar di Ruang Bantarangin Pemkab Ponorogo itu. ‘’Apa pun yang terjadi, tak ada lompat tahun untuk proyek water fountain. Harus selesai tahun ini. Berat untuk memaklumi enam bulan, terlalu lambat. Maka tidak boleh ada pemakluman, agak tegas memang,’’ kata Kang Giri, sapaan Sugiri Sancoko, Selasa (15/3).

Rencananya, pembangunan air terjun menari itu bakal digarap multiyears. Tahun ini hanya digelontor Rp 3,5 miliar dari APBD. Untuk membangun tribun area senilai Rp 1 miliar, rumah panel atau kontrol Rp 760 juta, dan pengadaan travo listrik Rp 1,5 miliar. Sedangkan water fountain baru digarap tahun depan dengan anggaran bombastis sebesar Rp 13 miliar. ‘’Akhir tahun harus diresmikan, harus bekerja keras. Kalau perlu anggarannya dok di PAK (perubahan anggaran keuangan) tahun ini,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Ponorogo: Pedestrian Jalan Jenderal Sudirman-Urip Sumoharjo Berbiopori

Bupati ingin air terjun menari diresmikan sebelum tutup tahun ini. Karena itu, lanjutan pembangunan di tahun depan harus dituntaskan akhir tahun. Tak asal ngotot, namun Kang Giri punya alasan kuat. Salah satunya berkenaan timeline yang telah disepakati bersama-sama dalam rapat tersebut. ‘’Harus ada stretching (pemanasan, Red) keras, rapat gabungan ini dihadiri semua organisasi dan harus mematuhi timeline yang sudah ditetapkan bersama, ini ilmiah,’’ jelasnya.

Timeline itu mencakup jadwal dan tahapan pekerjaan. Mulai penyusunan masterplan, feasibility study (FS), detail engineering design (DED), dokumen lingkungan dan analisis mengenai dampak lalu lintas (andalalin), konstruksi, hingga konsultan pengawas. ‘’Ini bukan bicara tegas tapi tidak mendasar, semua bisa dihitung. Dana kalau kurang ada di PAK. Kalau boleh jujur, ini bantuan gubernur dari provinsi yang masuk ke APBD kita,’’ ungkapnya. (kid/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/