alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Tenant Produk Fashion di Ponorogo City Center Berguguran

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Toko fashion di Ponorogo City Center (PCC) semakin susut jumlahnya. General Manager PCC Irfan Nainggolan buru-buru membantah bahwa tenant (penyewa) yang memutus kontrak itu lantaran terkait rumor praktik pencucian uang kasus korupsi dana PT Asabri. Melainkan kondisi pandemi yang membuat produk fashion tidak begitu diminati. ‘’Saat ini hanya tersisa dua toko yang bertahan,’’ kata Irfan, Senin (15/11).

Menurut dia, produk fashion bukan termasuk kebutuhan pokok. Konsumen cenderung menunda pemenuhan kebutuhan sandang. Pada momentum Idul Fitri saja permintaan akan produk fashion meningkat tajam. Lagi-lagi dampak pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat lebih mengutamakan cara bertahan hidup. ‘’Dalam kondisi seperti ini, kami tidak berharap banyak pada fashion. Secara penjualan mereka drop (turun, Red),’’ terangnya.

Sebelum pandemi, imbuh Irfan, ada 10 lebih jumlah toko fashion di PCC. Mereka nyaris memenuhi lantai satu. Pengusaha fashion kini memilih pemasaran lewat online untuk mengurangi ongkos sewa toko. Apalagi, usai pandemi ada perubahan perilaku dari offline ke online. Namun, pihaknya berharap produk fashion bisa berkembang lagi di pusat perbelanjaannya. ‘’Kalau mal itu butuh orang datang. Jadi, tidak bisa digantikan dengan sistem online,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Duit Cukai Rp 1,8 Miliar Dipakai Rehab Pustu Jiwa Paringan

Pihaknya sudah memberi kebijakan khusus agar para tenant sudi melanjutkan kontrak dengan mendiskon sewa hingga 50 persen. Namun, penyewa toko tidak sanggup lagi. Apalagi, mereka harus menanggung upah karyawan. Irfan mengakui perlu ada terobosan baru untuk meningkatkan traffic pengunjung ke malnya. ‘’Ini hukum alam dan semua pusat perbelanjaan terdampak,’’ ujarnya.

Irfan mengklaim ada kenaikan jumlah pengunjung ke PCC. Khalayak penasaran apakah mal satu-satunya di Ponorogo itu bakal tutup. Apalagi, Cinepolis membagikan flyer (selebaran) film. ‘’Kami akan berupaya membuktikan bahwa PCC masih buka,’’ tegasnya.
Sejauh ini pihkanya belum mendapatkan kejelasan terkait kasus pencucian uang PT Asabri. Kejaksaan Agung belum mengirimkan surat kepada manajemen PCC. Pun ada upaya paksa, pihak pengadilan yang akan mengeluarkan penetapan. ‘’Semoga semuanya baik-baik saja, jangan sampai PCC tutup,’’ pungkasnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Toko fashion di Ponorogo City Center (PCC) semakin susut jumlahnya. General Manager PCC Irfan Nainggolan buru-buru membantah bahwa tenant (penyewa) yang memutus kontrak itu lantaran terkait rumor praktik pencucian uang kasus korupsi dana PT Asabri. Melainkan kondisi pandemi yang membuat produk fashion tidak begitu diminati. ‘’Saat ini hanya tersisa dua toko yang bertahan,’’ kata Irfan, Senin (15/11).

Menurut dia, produk fashion bukan termasuk kebutuhan pokok. Konsumen cenderung menunda pemenuhan kebutuhan sandang. Pada momentum Idul Fitri saja permintaan akan produk fashion meningkat tajam. Lagi-lagi dampak pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat lebih mengutamakan cara bertahan hidup. ‘’Dalam kondisi seperti ini, kami tidak berharap banyak pada fashion. Secara penjualan mereka drop (turun, Red),’’ terangnya.

Sebelum pandemi, imbuh Irfan, ada 10 lebih jumlah toko fashion di PCC. Mereka nyaris memenuhi lantai satu. Pengusaha fashion kini memilih pemasaran lewat online untuk mengurangi ongkos sewa toko. Apalagi, usai pandemi ada perubahan perilaku dari offline ke online. Namun, pihaknya berharap produk fashion bisa berkembang lagi di pusat perbelanjaannya. ‘’Kalau mal itu butuh orang datang. Jadi, tidak bisa digantikan dengan sistem online,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Bisnis Ritel Menolak Tumbang meski Dihajar Pandemi

Pihaknya sudah memberi kebijakan khusus agar para tenant sudi melanjutkan kontrak dengan mendiskon sewa hingga 50 persen. Namun, penyewa toko tidak sanggup lagi. Apalagi, mereka harus menanggung upah karyawan. Irfan mengakui perlu ada terobosan baru untuk meningkatkan traffic pengunjung ke malnya. ‘’Ini hukum alam dan semua pusat perbelanjaan terdampak,’’ ujarnya.

Irfan mengklaim ada kenaikan jumlah pengunjung ke PCC. Khalayak penasaran apakah mal satu-satunya di Ponorogo itu bakal tutup. Apalagi, Cinepolis membagikan flyer (selebaran) film. ‘’Kami akan berupaya membuktikan bahwa PCC masih buka,’’ tegasnya.
Sejauh ini pihkanya belum mendapatkan kejelasan terkait kasus pencucian uang PT Asabri. Kejaksaan Agung belum mengirimkan surat kepada manajemen PCC. Pun ada upaya paksa, pihak pengadilan yang akan mengeluarkan penetapan. ‘’Semoga semuanya baik-baik saja, jangan sampai PCC tutup,’’ pungkasnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/