alexametrics
23 C
Madiun
Thursday, July 7, 2022

Pemkab Ponorogo Stop Distribusi Ternak Sapi dari Luar Daerah

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Jalur perdagangan sapi ternak ke luar daerah dikunci sementara (kuntara). Menyusul temuan terbaru penyakit mulut dan kuku (PMK) di Magetan.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo telah meminta seluruh petugas di perbatasan Magetan-Ponorogo meningkatkan kewaspadaan. Para peternak diminta tidak mengambil maupun berkirim ke kabupaten tetangga tersebut. ‘’Kalau dalam Covid-19 istilahnya lockdown,’’ kata Kabid Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan Dispertahankan Ponorogo Siti Barokah, Senin (16/5).

Pembatasan itu, tegas Siti, berlaku bagi semua daerah. Pihaknya meminta peternak untuk sementara tidak mendatangkan maupun mengirim sapi ke seluruh daerah. Mengingat sebaran PMK sangat masif. ‘’Tidak hanya Magetan, tapi semua daerah,’’ tegasnya.

Dispertahankan turut mempertebal pengawasan lalu lintas ternak sapi di perbatasan Jawa Tengah. Petugas checkpoint diminta lebih masif melakukan pengawasan. Agar tidak ada keluar-masuk sapi dari dan ke Ponorogo. ‘’Meski PMK tingkat kematiannya rendah, potensi penularannya sampai 100 persen,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Rekrut Pegawai, Pemkab Ponorogo Habiskan Rp 3,5 Miliar

Siti menyatakan bahwa PMK sangat merugikan peternak. Sapi yang terjangkit bakal mengalami penurunan nafsu makan. Sehingga berpotensi menurunkan produksi susu dan daging. Pun, sapi yang terinfeksi berpotensi menyebarkan virus ke sapi lain dalam satu kandang. ‘’Kuncinya memenuhi pakan berkualitas agar daya tahan tubuh sapi meningkat. Kebersihan kandang juga harus dijaga,’’ pesannya.

Sejauh ini, Ponorogo zero PMK. Siti memastikan hingga kemarin (15/5) belum ada laporan masuk terkait temuan kasus tersebut. Pihaknya intensif melakukan pelacakan sapi yang terindikasi mengalami gejala klinis PMK. ‘’Sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada laporan masuk,’’ tuturnya. (kid/c1/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Jalur perdagangan sapi ternak ke luar daerah dikunci sementara (kuntara). Menyusul temuan terbaru penyakit mulut dan kuku (PMK) di Magetan.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo telah meminta seluruh petugas di perbatasan Magetan-Ponorogo meningkatkan kewaspadaan. Para peternak diminta tidak mengambil maupun berkirim ke kabupaten tetangga tersebut. ‘’Kalau dalam Covid-19 istilahnya lockdown,’’ kata Kabid Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan Dispertahankan Ponorogo Siti Barokah, Senin (16/5).

Pembatasan itu, tegas Siti, berlaku bagi semua daerah. Pihaknya meminta peternak untuk sementara tidak mendatangkan maupun mengirim sapi ke seluruh daerah. Mengingat sebaran PMK sangat masif. ‘’Tidak hanya Magetan, tapi semua daerah,’’ tegasnya.

Dispertahankan turut mempertebal pengawasan lalu lintas ternak sapi di perbatasan Jawa Tengah. Petugas checkpoint diminta lebih masif melakukan pengawasan. Agar tidak ada keluar-masuk sapi dari dan ke Ponorogo. ‘’Meski PMK tingkat kematiannya rendah, potensi penularannya sampai 100 persen,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Magetan Ajukan Anggaran Rp 500 Juta Tangani PMK

Siti menyatakan bahwa PMK sangat merugikan peternak. Sapi yang terjangkit bakal mengalami penurunan nafsu makan. Sehingga berpotensi menurunkan produksi susu dan daging. Pun, sapi yang terinfeksi berpotensi menyebarkan virus ke sapi lain dalam satu kandang. ‘’Kuncinya memenuhi pakan berkualitas agar daya tahan tubuh sapi meningkat. Kebersihan kandang juga harus dijaga,’’ pesannya.

Sejauh ini, Ponorogo zero PMK. Siti memastikan hingga kemarin (15/5) belum ada laporan masuk terkait temuan kasus tersebut. Pihaknya intensif melakukan pelacakan sapi yang terindikasi mengalami gejala klinis PMK. ‘’Sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada laporan masuk,’’ tuturnya. (kid/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/