alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

17 Siswa SMKN 2 Ponorogo Jahit Bendera Raksasa  

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Ada bendera raksasa yang akan berkibar besok (17/8).  Panjangnya 77 meter, lebar 8 meter, dijahit oleh 17 siswa. Itu perlambang usia kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus kali ini. Sang Saka Merah Putih raksasa itu diinisiasi para siswa tata busana. ‘’Kami membantu mencari sponsorship,’’ kata Kepala SMKN 2 Ponorogo Farida Hanim Handayani.

Bendera raksasa berbahan kain satin itu menghabiskan delapan rol kain merah dan putih. Satu rolnya berkisar 50-60 yard. Kain satin termasuk bahan yang cukup susah lantaran memiliki tekstur licin. Karena itu, satu meja jahit di-handle dua orang. ‘’Satu anak menjahit, satunya menata kain. Kalau satu anak saja kesusahan, karena kainnya sangat licin,’’ imbuh Ketua Unit Produksi Prokil Busana SMKN 2 Ponorogo Nila Mawarti, Selasa (16/8).

Baca Juga :  Memasyaratkan Kompor Induksi di Hari Listrik Nasional

Butuh ketelatenan dan kerja sama dalam pembuatannya. Proses pertama pemotongan kain warna merah dan putih. Masing-masing kain dipotong menjadi dua lembar dan dijahit. Kemudian, kain dua warna itu disambung. ‘’Kesulitannya saat menyambung. Lebarnya sekitar 6 meter, jadi sementara yang masuk ke mesin hanya tiga meter. Jadi, harus mengatur bagaimana bisa tetap dijahit yang bagian tengahnya,’’ kata Eliyana Ismaprasetya, salah seorang siswa kelas XII yang turut serta menjahit bendera.

Menjahit bendera sebesar itu menghabiskan satu lusin benang besar. Perinciannya, enam rol benang berwarna putih dan enam rol berwarna merah. Ketika menjahit mereka melakukan estafet seperti ban berjalan. Tiap penjahit berjarak 10 meter. ‘’Kalau sudah sampai belakang, yang di depan mulai mengambil ekor dari yang urutan belakang dan membawanya ke depan lagi,’’ pungkasnya. (mg2/kid/c1/fin) 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Ada bendera raksasa yang akan berkibar besok (17/8).  Panjangnya 77 meter, lebar 8 meter, dijahit oleh 17 siswa. Itu perlambang usia kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus kali ini. Sang Saka Merah Putih raksasa itu diinisiasi para siswa tata busana. ‘’Kami membantu mencari sponsorship,’’ kata Kepala SMKN 2 Ponorogo Farida Hanim Handayani.

Bendera raksasa berbahan kain satin itu menghabiskan delapan rol kain merah dan putih. Satu rolnya berkisar 50-60 yard. Kain satin termasuk bahan yang cukup susah lantaran memiliki tekstur licin. Karena itu, satu meja jahit di-handle dua orang. ‘’Satu anak menjahit, satunya menata kain. Kalau satu anak saja kesusahan, karena kainnya sangat licin,’’ imbuh Ketua Unit Produksi Prokil Busana SMKN 2 Ponorogo Nila Mawarti, Selasa (16/8).

Baca Juga :  Separo Anak di Ponorogo Pegang KIA

Butuh ketelatenan dan kerja sama dalam pembuatannya. Proses pertama pemotongan kain warna merah dan putih. Masing-masing kain dipotong menjadi dua lembar dan dijahit. Kemudian, kain dua warna itu disambung. ‘’Kesulitannya saat menyambung. Lebarnya sekitar 6 meter, jadi sementara yang masuk ke mesin hanya tiga meter. Jadi, harus mengatur bagaimana bisa tetap dijahit yang bagian tengahnya,’’ kata Eliyana Ismaprasetya, salah seorang siswa kelas XII yang turut serta menjahit bendera.

Menjahit bendera sebesar itu menghabiskan satu lusin benang besar. Perinciannya, enam rol benang berwarna putih dan enam rol berwarna merah. Ketika menjahit mereka melakukan estafet seperti ban berjalan. Tiap penjahit berjarak 10 meter. ‘’Kalau sudah sampai belakang, yang di depan mulai mengambil ekor dari yang urutan belakang dan membawanya ke depan lagi,’’ pungkasnya. (mg2/kid/c1/fin) 

Most Read

Artikel Terbaru

/