alexametrics
23.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Pansus DPRD Usut Status Bangunan di Jalan Baru Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Panitia khusus (pansus) aset bentukan DPRD Ponorogo mulai menelisik tanah milik pemkab setempat di sepanjang Jalan Suromenggolo. Ada temuan bekas tanah bengkok Kelurahan Bangunsari dan Kelurahan Nologaten seluas 3.999 meter persegi yang disewakan ke pihak ketiga. ‘’Di atasnya berdiri bangunan permanen. Masa sewa sebenarnya sudah habis per 31 Juli 2021,’’ kata Miseri Effendi, ketua pansus aset, Selasa (16/11).

Pihaknya mendapati sebagian bekas tanah bengkok yang kini menjadi aset daerah di Jalan Baru –sebutan Jalan Suromenggolo– itu masih ditempati. Sebagian lagi sudah dikosongkan. Miseri meminta Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Ponorogo menjelaskan status sewa yang sudah habis. ‘’Kalau masa sewanya berakhir, maka sepenuhnya kembali ke pemkab,’’ terang wakil ketua DPRD Ponorogo itu.

Miseri juga mengacu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa ada bangunan permanen berdiri di atas tanah aset daerah yang peruntukannya sebagai lahan pertanian. Pansus menemukan ada tujuh bangunan permanen di atas bekas tanah bengkok Kelurahan Nologaten. ‘’Di atas tanah itu tidak boleh berdiri bangunan permanen,’’ jelas Miseri.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Melandai, Okupansi Hotel di Ponorogo Naik

Dia ikut menyayangkan jika bangunan permanen itu harus dirobohkan. Sebab, membangunnya dulu butuh biaya besar. Penyewa tanah seyogianya mendirikan bangunan nonpermanen lantaran masa sewa yang tidak selamanya. Jika kontrak habis, pengosongan lahan mudah dilakukan. ‘’Sampai sekarang belum ada kepastian, kami masih menunggu data lengkap dari pihak terkait,’’ ungkapnya.

Pansus aset pekan lalu sudah memanggil pihak Kelurahan Nologaten dan Kelurahan Bangunsari untuk mencocokkan buku C dengan sertifikat aset daerah. Kelurahan Nologaten memiliki bekas tanah bengkok seluas 57.455 meter persegi. Sedangkan Kelurahan Bangunsari punya tanah bengkok seluas 86.369 meter persegi. Miseri mengatakan, ada satu bangunan berdiri di atas bekas tanah bengkok Kelurahan Bangunsari di Jalan Baru yang belum jelas status sewanya. ‘’Kami meminta untuk diperjelas statusnya,’’ pungkas Miseri. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Panitia khusus (pansus) aset bentukan DPRD Ponorogo mulai menelisik tanah milik pemkab setempat di sepanjang Jalan Suromenggolo. Ada temuan bekas tanah bengkok Kelurahan Bangunsari dan Kelurahan Nologaten seluas 3.999 meter persegi yang disewakan ke pihak ketiga. ‘’Di atasnya berdiri bangunan permanen. Masa sewa sebenarnya sudah habis per 31 Juli 2021,’’ kata Miseri Effendi, ketua pansus aset, Selasa (16/11).

Pihaknya mendapati sebagian bekas tanah bengkok yang kini menjadi aset daerah di Jalan Baru –sebutan Jalan Suromenggolo– itu masih ditempati. Sebagian lagi sudah dikosongkan. Miseri meminta Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Ponorogo menjelaskan status sewa yang sudah habis. ‘’Kalau masa sewanya berakhir, maka sepenuhnya kembali ke pemkab,’’ terang wakil ketua DPRD Ponorogo itu.

Miseri juga mengacu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa ada bangunan permanen berdiri di atas tanah aset daerah yang peruntukannya sebagai lahan pertanian. Pansus menemukan ada tujuh bangunan permanen di atas bekas tanah bengkok Kelurahan Nologaten. ‘’Di atas tanah itu tidak boleh berdiri bangunan permanen,’’ jelas Miseri.

Baca Juga :  UPT BLK Ponorogo Pastikan Tak Terlibat Human Trafficking

Dia ikut menyayangkan jika bangunan permanen itu harus dirobohkan. Sebab, membangunnya dulu butuh biaya besar. Penyewa tanah seyogianya mendirikan bangunan nonpermanen lantaran masa sewa yang tidak selamanya. Jika kontrak habis, pengosongan lahan mudah dilakukan. ‘’Sampai sekarang belum ada kepastian, kami masih menunggu data lengkap dari pihak terkait,’’ ungkapnya.

Pansus aset pekan lalu sudah memanggil pihak Kelurahan Nologaten dan Kelurahan Bangunsari untuk mencocokkan buku C dengan sertifikat aset daerah. Kelurahan Nologaten memiliki bekas tanah bengkok seluas 57.455 meter persegi. Sedangkan Kelurahan Bangunsari punya tanah bengkok seluas 86.369 meter persegi. Miseri mengatakan, ada satu bangunan berdiri di atas bekas tanah bengkok Kelurahan Bangunsari di Jalan Baru yang belum jelas status sewanya. ‘’Kami meminta untuk diperjelas statusnya,’’ pungkas Miseri. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/