alexametrics
23.7 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Belasan Rumah di Ponorogo Kebanjiran, Seorang Anak Nyaris Hanyut

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kerusakan tanggul Kali Sono di Maguwan, Sambit, Ponorogo, tak bisa dibiarkan lagi. Baru sepekan disentuh perbaikan, tanggul di Dusun Glagahan itu kembali jebol. Titik kerusakannya tak jauh dari lokasi yang baru saja diperbaiki.

Sehingga, ketika wilayah Ponorogo diguyur hujan deras Selasa (15/3) petang lalu, Kali Sono meluap. Dampaknya, belasan rumah warga tergenang. Bahkan, anak dari Destriana yang bernama Galang, 4,5 tahun nyaris terseret arus. ‘’Anak saya nyaris kintir (hanyut, Red). Saya teriak minta tolong sekencang-kencangnya,’’ kata Destriana.

Warga yang mendengar teriakan Destriana itu langsung bergegas memberikan pertolongan. Maklum, rumah perempuan 23 tahun tersebut hanya selemparan batu dengan Kali Sono. ‘’Saya sekeluarga akhirnya memutuskan untuk mengungsi,’’ ungkapnya.

Sehari setelahnya, Destriana bersama dengan anak dan ibunya baru kembali ke rumah. Dia memastikan air sudah surut total, namun rumahnya porak-poranda. Lumpur setebal sepuluh sentimeter memenuhi lantai rumahnya. Peralatan dapur hanyut.

Baca Juga :  Bupati Sugiri Pilih Bangun Sirkuit Dekat Taman Wengker

Kemarin (16/3) Bupati Sugiri Sancoko sempat menengok keluarga Destriana yang menjadi korban banjir. Dia datang dengan membawa sembako, selimut dan peralatan dapur untuk keluarga tersebut. ‘’Saya ke sini ajak Bu Lurah, Pak Camat, dan pejabat lengkap. Biar segera mendapat solusi,’’ ujarnya.

Bupati menyebut bahwa banjir bakal terus menerjang jika tak ada langkah konkret dari pihak terkait. Kedatangan bupati yang juga mengajak wakil dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo itu langsung meminta dilakukan pengerasan material tanggul Kali Sono. ‘’Kami dengan BBWS gandeng-renteng. Tidak menangani yang jebol saja, yang kritis-kritis itu juga ditangani bersama,’’ kata Sugiri. (kid/c1/fin/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kerusakan tanggul Kali Sono di Maguwan, Sambit, Ponorogo, tak bisa dibiarkan lagi. Baru sepekan disentuh perbaikan, tanggul di Dusun Glagahan itu kembali jebol. Titik kerusakannya tak jauh dari lokasi yang baru saja diperbaiki.

Sehingga, ketika wilayah Ponorogo diguyur hujan deras Selasa (15/3) petang lalu, Kali Sono meluap. Dampaknya, belasan rumah warga tergenang. Bahkan, anak dari Destriana yang bernama Galang, 4,5 tahun nyaris terseret arus. ‘’Anak saya nyaris kintir (hanyut, Red). Saya teriak minta tolong sekencang-kencangnya,’’ kata Destriana.

Warga yang mendengar teriakan Destriana itu langsung bergegas memberikan pertolongan. Maklum, rumah perempuan 23 tahun tersebut hanya selemparan batu dengan Kali Sono. ‘’Saya sekeluarga akhirnya memutuskan untuk mengungsi,’’ ungkapnya.

Sehari setelahnya, Destriana bersama dengan anak dan ibunya baru kembali ke rumah. Dia memastikan air sudah surut total, namun rumahnya porak-poranda. Lumpur setebal sepuluh sentimeter memenuhi lantai rumahnya. Peralatan dapur hanyut.

Baca Juga :  Bangun Sirkuit Balap, Pemkab Ponorogo Butuh Tanah 140 Ribu Meter Persegi

Kemarin (16/3) Bupati Sugiri Sancoko sempat menengok keluarga Destriana yang menjadi korban banjir. Dia datang dengan membawa sembako, selimut dan peralatan dapur untuk keluarga tersebut. ‘’Saya ke sini ajak Bu Lurah, Pak Camat, dan pejabat lengkap. Biar segera mendapat solusi,’’ ujarnya.

Bupati menyebut bahwa banjir bakal terus menerjang jika tak ada langkah konkret dari pihak terkait. Kedatangan bupati yang juga mengajak wakil dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo itu langsung meminta dilakukan pengerasan material tanggul Kali Sono. ‘’Kami dengan BBWS gandeng-renteng. Tidak menangani yang jebol saja, yang kritis-kritis itu juga ditangani bersama,’’ kata Sugiri. (kid/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/