alexametrics
25.6 C
Madiun
Thursday, May 12, 2022

Bupati Ponorogo: Pedestrian Jalan Jenderal Sudirman-Urip Sumoharjo Berbiopori

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan berwawasan ekologi menjadi komitmen sejak awal dalam tata pedestrian. Bupati Sugiri Sancoko ingin pedestrian di Jalan Urip Sumoharjo (Ursum) dan Jenderal Sudirman (Jendsud) nantinya dilengkapi biopori. Resapan itu berfungsi untuk menampung air hujan yang mengantre memasuki saluran. ‘’Ini sejak awal menjadi konsep pembangunan berwawasan lingkungan yang dibahas,’’ kata Kang Giri, sapaan bupati, Minggu (17/4).

Kang Giri meyakini bahwa keberadaan resapan mampu mengurai problem genangan saat penghujan. Sebagai bukti, telah dimulai pada face-off Jendsud sisi utara. Sedikitnya terdapat 68 titik berjarak 3-4 meter tiap resapannya. ‘’Resapan ini satu paket, jadi model pembangunan ramah lingkungan,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Henry Indrawardana memastikan pekerjaan pedestrian Ursum dan Jendsud tuntas tahun ini. Pihaknya tengah menantikan penebangan pohon dan pembongkaran median Jalan Ursum rampung. ‘’Jadwal kami, Mei mulai lelang sehingga Juni mulai pekerjaan fisik,’’ kata Henry.

Baca Juga :  Hak Pilih 16 Ribu Orang Terancam Hilang

Henry telah mengecek saluran di kedua jalur tersebut. Hasilnya, masih sangat layak. Bahkan, khusus Ursum, sedimentasi di saluran tidak terlalu mengkhawatirkan. Apalagi pihaknya rutin melakukan pekerjaan pemeliharaan saluran di ruas jalan. ‘’Kami sudah cek saluran, kondisinya masih bagus,’’ ungkapnya.

Face-off Jendsud sisi selatan merupakan lanjutan tahap pertama yang tuntas dibangun tahun lalu. Panjang sisi selatan mencapai 950 meter. Asumsinya, jika dilengkapi resapan tiap 4 meter, maka akan ada 237 titik resapan. Adapun anggaran face-off menelan duit APBD sebesar Rp 3,11 miliar. ‘’November kami target selesai,’’ ujarnya.

Sementara face-off Ursum menyasar sisi selatan dan utara. Panjang sisi selatan mencapai 941 meter. Sehingga akan ada 235 titik resapan tiap 4 meter. Sedangkan panjang sisi utara mencapai 950 meter. Titik resapan diproyeksikan sebanyak 237 titik dengan interval 4 meter. ‘’Rencananya lebar trotoar diubah menjadi 5,25 meter,’’ urainya. (kid/c1/fin/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan berwawasan ekologi menjadi komitmen sejak awal dalam tata pedestrian. Bupati Sugiri Sancoko ingin pedestrian di Jalan Urip Sumoharjo (Ursum) dan Jenderal Sudirman (Jendsud) nantinya dilengkapi biopori. Resapan itu berfungsi untuk menampung air hujan yang mengantre memasuki saluran. ‘’Ini sejak awal menjadi konsep pembangunan berwawasan lingkungan yang dibahas,’’ kata Kang Giri, sapaan bupati, Minggu (17/4).

Kang Giri meyakini bahwa keberadaan resapan mampu mengurai problem genangan saat penghujan. Sebagai bukti, telah dimulai pada face-off Jendsud sisi utara. Sedikitnya terdapat 68 titik berjarak 3-4 meter tiap resapannya. ‘’Resapan ini satu paket, jadi model pembangunan ramah lingkungan,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Henry Indrawardana memastikan pekerjaan pedestrian Ursum dan Jendsud tuntas tahun ini. Pihaknya tengah menantikan penebangan pohon dan pembongkaran median Jalan Ursum rampung. ‘’Jadwal kami, Mei mulai lelang sehingga Juni mulai pekerjaan fisik,’’ kata Henry.

Baca Juga :  Mantan Pegawai Kepergok Maling Beras

Henry telah mengecek saluran di kedua jalur tersebut. Hasilnya, masih sangat layak. Bahkan, khusus Ursum, sedimentasi di saluran tidak terlalu mengkhawatirkan. Apalagi pihaknya rutin melakukan pekerjaan pemeliharaan saluran di ruas jalan. ‘’Kami sudah cek saluran, kondisinya masih bagus,’’ ungkapnya.

Face-off Jendsud sisi selatan merupakan lanjutan tahap pertama yang tuntas dibangun tahun lalu. Panjang sisi selatan mencapai 950 meter. Asumsinya, jika dilengkapi resapan tiap 4 meter, maka akan ada 237 titik resapan. Adapun anggaran face-off menelan duit APBD sebesar Rp 3,11 miliar. ‘’November kami target selesai,’’ ujarnya.

Sementara face-off Ursum menyasar sisi selatan dan utara. Panjang sisi selatan mencapai 941 meter. Sehingga akan ada 235 titik resapan tiap 4 meter. Sedangkan panjang sisi utara mencapai 950 meter. Titik resapan diproyeksikan sebanyak 237 titik dengan interval 4 meter. ‘’Rencananya lebar trotoar diubah menjadi 5,25 meter,’’ urainya. (kid/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/