alexametrics
31.1 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Pemkab Ponorogo Tanggung Biaya Pemulasaran Jenazah Warganya yang Meninggal karena Korona

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemkab Ponorogo akhirnya sudi menanggung biaya pemulasaraan jenazah penduduknya yang meninggal dunia karena Covid-19. Tanpa kecuali yang meregang nyawa di puskesmas maupun di rumah saat menjalani isolasi mandiri (isoman). ‘’Pemerintah dituntut harus hadir di kondisi darurat seperti ini. Perbup (peraturan bupati, Red) terbaru tentang mekanisme pembiayaan pasien Covid-19 sudah terbit dan mulai berlaku Jumat (16/7),’’ kata Sugiri, Sabtu (17/7).

Sugiri menjelaskan, perlu payung hukum atas segala jenis pembiayaan yang dananya berasal dari APBD. Perbup 70/2021 mengatur besaran biaya sebesar Rp 3.360.000 untuk setiap pemulasaraan jenazah dengan prokes ketat itu. Mulai proses memandikan hingga pemakaman. Namun, pengecualian berlaku bagi pasien yang pulang paksa dari perawatan di fasilitas kesehatan atas permintaan keluarga. ‘’Pemulasaraan jenazah dengan prokes di rumah sakit rujukan Covid-19 tetap ter-cover,’’ terang mantan anggota DPRD Jatim itu.

Baca Juga :  Tak Lagi Kumuh, Tembok Stadion Batoro Katong Dihias Mural

Sugiri menambahkan klaim biaya pemulasaraan jenazah dengan prokes harus disertai keterangan resmi dari rumah sakit atau puskesmas bahwa almarhum atau almarhumah meninggal dunia karena terpapar virus korona. ‘’Selama ada keterangan pasien meninggal karena Covid-19, biaya pemulasaraan ditanggung pemkab,’’ tegasnya. (mg4/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemkab Ponorogo akhirnya sudi menanggung biaya pemulasaraan jenazah penduduknya yang meninggal dunia karena Covid-19. Tanpa kecuali yang meregang nyawa di puskesmas maupun di rumah saat menjalani isolasi mandiri (isoman). ‘’Pemerintah dituntut harus hadir di kondisi darurat seperti ini. Perbup (peraturan bupati, Red) terbaru tentang mekanisme pembiayaan pasien Covid-19 sudah terbit dan mulai berlaku Jumat (16/7),’’ kata Sugiri, Sabtu (17/7).

Sugiri menjelaskan, perlu payung hukum atas segala jenis pembiayaan yang dananya berasal dari APBD. Perbup 70/2021 mengatur besaran biaya sebesar Rp 3.360.000 untuk setiap pemulasaraan jenazah dengan prokes ketat itu. Mulai proses memandikan hingga pemakaman. Namun, pengecualian berlaku bagi pasien yang pulang paksa dari perawatan di fasilitas kesehatan atas permintaan keluarga. ‘’Pemulasaraan jenazah dengan prokes di rumah sakit rujukan Covid-19 tetap ter-cover,’’ terang mantan anggota DPRD Jatim itu.

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Siapkan Aturan Songsong Normal Baru

Sugiri menambahkan klaim biaya pemulasaraan jenazah dengan prokes harus disertai keterangan resmi dari rumah sakit atau puskesmas bahwa almarhum atau almarhumah meninggal dunia karena terpapar virus korona. ‘’Selama ada keterangan pasien meninggal karena Covid-19, biaya pemulasaraan ditanggung pemkab,’’ tegasnya. (mg4/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/