alexametrics
23.8 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Dinkes Ponorogo Kesulitan Kejar Target Vaksinasi Lansia

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Vaksinasi warga lansia di Ponorogo jauh panggang dari api. Sampai dengan saat ini dinas kesehatan (dinkes) setempat mencatat baru 10 persen kalangan lansia yang sudah divaksin. Wajar jika Kabid Pencegahan dan Penyakit Menular Dinkes Ponorogo Heni Lestari merasa ketar-ketir dengan capaian vaksinasi lansia itu. ‘’Para lansia menjadi kelompok yang paling rentan terpapar Covid-19. Lumayan keteteran pelaksanaannya,’’ kata Heni, Jumat (17/9).

Menurut dia, ada keterbatasan kaum lansia mencapai lokasi vaksinasi. Mereka butuh pendamping atau keluarga yang mengantar. Heni menakar butuh langkah baru agar cepat mencapai target vaksinasi lansia. Ada rutinitas posyandu lansia dan program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) yang dapat ditimpali aktivitas suntikan vaksin. ‘’Sepertinya kami akan pakai dua program itu untuk mempercepat vaksinasi,’’ terangnya.

Baca Juga :  PEMILU 2019: Rekapitulasi Suara Selesai Empat Hari

Heni menampik usulan vaksinasi door-to-door (dari rumah ke rumah). Sebab, banyak risiko yang harus ditanggung. Ada vaksin yang harus berada di tempat sejuk dan pantang digoyang. ‘’Sekarang ini kami fokus vaksinasi di puskesmas dan balai desa,’’ jelasnya. (mg7/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Vaksinasi warga lansia di Ponorogo jauh panggang dari api. Sampai dengan saat ini dinas kesehatan (dinkes) setempat mencatat baru 10 persen kalangan lansia yang sudah divaksin. Wajar jika Kabid Pencegahan dan Penyakit Menular Dinkes Ponorogo Heni Lestari merasa ketar-ketir dengan capaian vaksinasi lansia itu. ‘’Para lansia menjadi kelompok yang paling rentan terpapar Covid-19. Lumayan keteteran pelaksanaannya,’’ kata Heni, Jumat (17/9).

Menurut dia, ada keterbatasan kaum lansia mencapai lokasi vaksinasi. Mereka butuh pendamping atau keluarga yang mengantar. Heni menakar butuh langkah baru agar cepat mencapai target vaksinasi lansia. Ada rutinitas posyandu lansia dan program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) yang dapat ditimpali aktivitas suntikan vaksin. ‘’Sepertinya kami akan pakai dua program itu untuk mempercepat vaksinasi,’’ terangnya.

Baca Juga :  Satpol PP Pacitan Beredel Baliho Bakal Calon Bupati

Heni menampik usulan vaksinasi door-to-door (dari rumah ke rumah). Sebab, banyak risiko yang harus ditanggung. Ada vaksin yang harus berada di tempat sejuk dan pantang digoyang. ‘’Sekarang ini kami fokus vaksinasi di puskesmas dan balai desa,’’ jelasnya. (mg7/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/