alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Warga Ponorogo Nekat Gelar Hajatan dengan Electone, Dibubarkan Polisi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Resepsi pernikahan saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 masih diatur ketat. Undangan maksimal 20 orang dan ada larangan makan di tempat. Aturan itu berlaku se-Jawa dan Bali. Namun, seorang warga di Selur, Ngrayun, Ponorogo, nekat menggelar pesta pernikahan dengan hiburan electone campursari.

Polisi pun segera berdatangan Rabu petang lalu (15/9). Bukan sebagai undangan. Melainkan memberikan edukasi bahwa resepsi pernikahan berlangsung terbatas di masa pandemi. Kapolsek Ngrayun AKP Joko Santoso tidak serta-merta menerapkan Instruksi Presiden (Inpres) 6/2020. ‘’Kami minta penyelenggara kegiatan membuat surat pernyataan menghentikan acara hiburan. Semua alat musik yang telanjur terpasang diturunkan dari panggung,’’ kata Joko, Kamis (16/9).

Baca Juga :  Rumah Roboh di Dolopo, Pemkab Madiun Usulkan Masuk Program RTLH

Menurut dia, langkah persuasif lebih cocok diterapkan. Warga Ngrayun kerap membandingkan dengan aturan pembatasan kegiatan masyarakat di Pacitan yang lebih longgar. Mereka tidak mempertimbangkan bahwa status PPKM di kabupaten tetangga itu level 2. ‘’Secara geografis Ngrayun berbatasan dengan Pacitan,’’ terangnya. (tr2/c1/hw/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Resepsi pernikahan saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 masih diatur ketat. Undangan maksimal 20 orang dan ada larangan makan di tempat. Aturan itu berlaku se-Jawa dan Bali. Namun, seorang warga di Selur, Ngrayun, Ponorogo, nekat menggelar pesta pernikahan dengan hiburan electone campursari.

Polisi pun segera berdatangan Rabu petang lalu (15/9). Bukan sebagai undangan. Melainkan memberikan edukasi bahwa resepsi pernikahan berlangsung terbatas di masa pandemi. Kapolsek Ngrayun AKP Joko Santoso tidak serta-merta menerapkan Instruksi Presiden (Inpres) 6/2020. ‘’Kami minta penyelenggara kegiatan membuat surat pernyataan menghentikan acara hiburan. Semua alat musik yang telanjur terpasang diturunkan dari panggung,’’ kata Joko, Kamis (16/9).

Baca Juga :  Tilap Rp 4,8 M Divonis Penjara 42 Bulan

Menurut dia, langkah persuasif lebih cocok diterapkan. Warga Ngrayun kerap membandingkan dengan aturan pembatasan kegiatan masyarakat di Pacitan yang lebih longgar. Mereka tidak mempertimbangkan bahwa status PPKM di kabupaten tetangga itu level 2. ‘’Secara geografis Ngrayun berbatasan dengan Pacitan,’’ terangnya. (tr2/c1/hw/her)

Most Read

Artikel Terbaru