alexametrics
24.9 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Polisi Periksa Enam Saksi Terkait Runtuhnya Jembatan di Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek jembatan di Dukuh Mijil, Grogol, Sawoo, ternyata sudah terpantau radar polisi sejak awal November lalu. Itu setelah fondasi jembatan sempat diterjang banjir. Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Jeifson Sitorus sempat mengirim tim penyidik dari unit tindak pidana korupsi (tipikor) turun ke lokasi. ‘’Apalagi sekarang roboh, kami akan perdalam penyebabnya,’’ kata Jeifson, Jumat (17/12).

Dia kemarin (16/12) turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah fondasi jembatan yang runtuh menelan korban dua nyawa pekerja. Jembatan yang sedang dibangun itu menghubungkan antara dua dukuh. Polisi meminta keterangan para pekerja yang selamat termasuk pengawas dari rekanan. ‘’Ada sekitar enam orang yang kami periksa sebagai saksi,’’ ujar Kasatreskrim.

Baca Juga :  Bayi Kembar Tiga Lahir di RSUD Hardjono

Pihaknya juga mendapati operator ekskavator bukan petugas yang asli. Padahal, alat berat itu dipakai mengeruk tanah di dasar sungai. Tidak menutup kemungkinan, pihak rekanan memaksakan pekerjaan di saat deadline tinggal menyisakan lima hari. Namun, Jeifson memilih menunggu keterangan ahli terkait penyebab ambrolnya fondasi jembatan itu. ‘’Kami masukkan ke unit tipikor dengan acuan undang-undang tentang jasa konstruksi,’’ ungkapnya.

Dua alat berat juga sempat mengalami kendala saat proses evakuasi lantaran kondisi tanah yang cukup labil. Jasad dua korban dapat diangkat dari lokasi setelah tiga jam proses evakuasi. (mg7/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek jembatan di Dukuh Mijil, Grogol, Sawoo, ternyata sudah terpantau radar polisi sejak awal November lalu. Itu setelah fondasi jembatan sempat diterjang banjir. Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Jeifson Sitorus sempat mengirim tim penyidik dari unit tindak pidana korupsi (tipikor) turun ke lokasi. ‘’Apalagi sekarang roboh, kami akan perdalam penyebabnya,’’ kata Jeifson, Jumat (17/12).

Dia kemarin (16/12) turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah fondasi jembatan yang runtuh menelan korban dua nyawa pekerja. Jembatan yang sedang dibangun itu menghubungkan antara dua dukuh. Polisi meminta keterangan para pekerja yang selamat termasuk pengawas dari rekanan. ‘’Ada sekitar enam orang yang kami periksa sebagai saksi,’’ ujar Kasatreskrim.

Baca Juga :  Mega Pro-Karisma Adu Moncong, Dua Pengendara Tewas

Pihaknya juga mendapati operator ekskavator bukan petugas yang asli. Padahal, alat berat itu dipakai mengeruk tanah di dasar sungai. Tidak menutup kemungkinan, pihak rekanan memaksakan pekerjaan di saat deadline tinggal menyisakan lima hari. Namun, Jeifson memilih menunggu keterangan ahli terkait penyebab ambrolnya fondasi jembatan itu. ‘’Kami masukkan ke unit tipikor dengan acuan undang-undang tentang jasa konstruksi,’’ ungkapnya.

Dua alat berat juga sempat mengalami kendala saat proses evakuasi lantaran kondisi tanah yang cukup labil. Jasad dua korban dapat diangkat dari lokasi setelah tiga jam proses evakuasi. (mg7/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/