alexametrics
23.4 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Polsek Ponorogo Bongkar Warkop Penyedia Jasa Esek-Esek

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Penutupan kawasan lokalisasi Kedungbanteng pada 2015 lalu belum sepenuhnya menghapus praktik prostitusi di Ponorogo. Masih saja ada penyedia jasa esek-esek yang beroperasi sembunyi-sembunyi. Salah satunya warkop yang dijadikan tempat menawarkan pekerja seks komersial (PSK).

Warkop plus-plus itu digerebek anggota Polsek Ponorogo di tiga kecamatan berbeda. Meliputi Kecamatan Ponorogo, Jenangan, dan Siman. Hasilnya, polisi berhasil mengamankan delapan perempuan PSK.

Yakni, DI, 46, warga Kota Madiun; ET, 40, warga Wonogiri; NA, 45, warga Tulungagung; dan AM, 24, warga Kabupaten Madiun. Kemudian, SU, 31; SY, 35; dan MA, 47. Ketiganya warga Pacitan. Lalu, seorang lainnya WI, 58, warga Pulung. ‘’Aktivitas mereka sudah lama dipantau,’’ ungkap Wakapolres Ponorogo Kompol Indah Wahyuni Jumat (17/1).

Baca Juga :  Masuk Babak 18 Besar, Persepon U-17 Babak Belur

Saat diamankan, para perempuan itu sedang menunggu tamu-tamunya di warung. ‘’Kalau di warung, mereka ya menjajakan kopi kepada konsumen yang datang,’’ kata Indah.

Dia mengungkapkan, layanan esek-esek tidak langsung diberikan di warkop. Tetapi di tempat yang sudah mereka sepakati sebelumnya. ‘’Jadi, ada yang di warkop menjajakan kopi, kemudian bertransaksi di sana. Setelah harga dan tempatnya disepakati, baru mereka keluar menuju hotel,’’ bebernya.

Kendati demikian, kata Indah, seluruh PSK itu tidak sampai ditahan. Mereka hanya dijerat pidana ringan. ‘’Mereka selanjutnya dikenakan pasal tipiring dan diberikan pembinaan,’’ tandasnya. (naz/c1/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Penutupan kawasan lokalisasi Kedungbanteng pada 2015 lalu belum sepenuhnya menghapus praktik prostitusi di Ponorogo. Masih saja ada penyedia jasa esek-esek yang beroperasi sembunyi-sembunyi. Salah satunya warkop yang dijadikan tempat menawarkan pekerja seks komersial (PSK).

Warkop plus-plus itu digerebek anggota Polsek Ponorogo di tiga kecamatan berbeda. Meliputi Kecamatan Ponorogo, Jenangan, dan Siman. Hasilnya, polisi berhasil mengamankan delapan perempuan PSK.

Yakni, DI, 46, warga Kota Madiun; ET, 40, warga Wonogiri; NA, 45, warga Tulungagung; dan AM, 24, warga Kabupaten Madiun. Kemudian, SU, 31; SY, 35; dan MA, 47. Ketiganya warga Pacitan. Lalu, seorang lainnya WI, 58, warga Pulung. ‘’Aktivitas mereka sudah lama dipantau,’’ ungkap Wakapolres Ponorogo Kompol Indah Wahyuni Jumat (17/1).

Baca Juga :  Truk Tripleks Terbalik, Sopir Tergencet

Saat diamankan, para perempuan itu sedang menunggu tamu-tamunya di warung. ‘’Kalau di warung, mereka ya menjajakan kopi kepada konsumen yang datang,’’ kata Indah.

Dia mengungkapkan, layanan esek-esek tidak langsung diberikan di warkop. Tetapi di tempat yang sudah mereka sepakati sebelumnya. ‘’Jadi, ada yang di warkop menjajakan kopi, kemudian bertransaksi di sana. Setelah harga dan tempatnya disepakati, baru mereka keluar menuju hotel,’’ bebernya.

Kendati demikian, kata Indah, seluruh PSK itu tidak sampai ditahan. Mereka hanya dijerat pidana ringan. ‘’Mereka selanjutnya dikenakan pasal tipiring dan diberikan pembinaan,’’ tandasnya. (naz/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/