alexametrics
25.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

20 Tahun Tak Pernah Direnovasi, Atap SDN 2 Karangpatihan Bocor Total

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Jika terus dibiarkan, bangunan SDN 2 Karangpatihan, Pulung, Ponorogo, bakal beratap langit. Bagaimana tidak? Atap sembilan ruangan yang ada bocor semuanya. Air hujan biasa menggenangi lantai ruang guru. Meteran listrik yang ada di ruangan itu juga selalu terkena tampias hujan hingga rawan terjadi korsleting. ‘’Kalau hujan, anak-anak sengaja dipulangkan lebih awal,’’ kata Ladi, ketua komite SDN 2 Karangpatihan, Pulung, Selasa (18/1/2022).

Tak hanya waswas kesetrum, bahaya atap roboh ikut mengancam keselamatan siswa SDN 2 Karangpatihan. Plafon ruang kelas I terpaksa disangga dua batang bambu hingga 10 penghuninya terpaksa pindah belajar di unit kesehatan sekolah. ‘’Atapnya bocor, tinggal menunggu waktu roboh,’’ ujar Ladi sembari menyebut bahwa bangunan SDN 2 Karangpatihan kali terakhir tersentuh rehabilitasi 20 tahun lalu.

Atap nyaris runtuh juga terjadi di ruang kelas IV yang plafonnya sengaja disangga sebatang bambu. Sebagian bangku dan kursi sengaja dipinggirkan untuk menghindari bocor. Masih ada 12 siswa yang belajar di ruang itu. ‘’Kalau ruang kelas satu sudah kosong. Sekarang dipakai menyimpan barang dan peralatan dapur,’’ jelas Ladi.

Baca Juga :  Cucu Tega Cangkul dan Tikam Kepala Nenek

Menurut dia, kerusakan atap nyaris di semua ruangan itu sudah berlangsung sejak tujuh tahun lalu. Ladi mengaku sudah melayangkan surat pengajuan rehab ke Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo. Namun, belum kunjung ada respons. Komite SDN 2 Karangpatihan nyaris setiap tahun mengirim proposal ke dindik. Tahun lalu ada perwakilan dindik datang meninjau. ‘’Belum ada rehab bangunan sampai sekarang,’’ ungkapnya.

Seingat Ladi, sempat ada penggantian kusen pintu dan jendela SDN 2 Karangpatihan sekitar empat tahun lalu. Komite sekolah berencana menyewa tenda khusus jika kerusakan bangunan sekolah kian mengkhawatirkan. Solusi lainnya memanfaatkan rumah warga untuk ruang kelas. ‘’Pembelajaran harus tetap jalan, kasihan anak-anak kalau tidak sekolah,’’ pungkasnya. (mg7/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Jika terus dibiarkan, bangunan SDN 2 Karangpatihan, Pulung, Ponorogo, bakal beratap langit. Bagaimana tidak? Atap sembilan ruangan yang ada bocor semuanya. Air hujan biasa menggenangi lantai ruang guru. Meteran listrik yang ada di ruangan itu juga selalu terkena tampias hujan hingga rawan terjadi korsleting. ‘’Kalau hujan, anak-anak sengaja dipulangkan lebih awal,’’ kata Ladi, ketua komite SDN 2 Karangpatihan, Pulung, Selasa (18/1/2022).

Tak hanya waswas kesetrum, bahaya atap roboh ikut mengancam keselamatan siswa SDN 2 Karangpatihan. Plafon ruang kelas I terpaksa disangga dua batang bambu hingga 10 penghuninya terpaksa pindah belajar di unit kesehatan sekolah. ‘’Atapnya bocor, tinggal menunggu waktu roboh,’’ ujar Ladi sembari menyebut bahwa bangunan SDN 2 Karangpatihan kali terakhir tersentuh rehabilitasi 20 tahun lalu.

Atap nyaris runtuh juga terjadi di ruang kelas IV yang plafonnya sengaja disangga sebatang bambu. Sebagian bangku dan kursi sengaja dipinggirkan untuk menghindari bocor. Masih ada 12 siswa yang belajar di ruang itu. ‘’Kalau ruang kelas satu sudah kosong. Sekarang dipakai menyimpan barang dan peralatan dapur,’’ jelas Ladi.

Baca Juga :  Cokroaminoto dan Hasyim Asy’ari Resmi Jadi Nama Jalan Protokol

Menurut dia, kerusakan atap nyaris di semua ruangan itu sudah berlangsung sejak tujuh tahun lalu. Ladi mengaku sudah melayangkan surat pengajuan rehab ke Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo. Namun, belum kunjung ada respons. Komite SDN 2 Karangpatihan nyaris setiap tahun mengirim proposal ke dindik. Tahun lalu ada perwakilan dindik datang meninjau. ‘’Belum ada rehab bangunan sampai sekarang,’’ ungkapnya.

Seingat Ladi, sempat ada penggantian kusen pintu dan jendela SDN 2 Karangpatihan sekitar empat tahun lalu. Komite sekolah berencana menyewa tenda khusus jika kerusakan bangunan sekolah kian mengkhawatirkan. Solusi lainnya memanfaatkan rumah warga untuk ruang kelas. ‘’Pembelajaran harus tetap jalan, kasihan anak-anak kalau tidak sekolah,’’ pungkasnya. (mg7/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/