alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Warga di Ponorogo Rela Antre meski Harga Migor Tak Sesuai Pakta Integritas

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Demi menebus minyak goreng (migor) curah, pedagang di Pasar Legi tak cukup hanya antre. Mereka juga harus bersedia menandatangani pakta integritas bermeterai Rp 10 ribu. Pedagang diminta berkomitmen menjual migor curah sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 11.500.

Ketentuan itulah yang diterapkan dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdakum) saat menggelontor 6 ton migor bagi 87 pedagang di Pasar Legi. Kendati blangko pakta integritas digandakan sebelum Menteri Perdagangan (Mendag) menetapkan HET migor curah menjadi Rp 14 ribu.

Toh, para pedagang tetap menandatangani pakta integritas demi mendapat migor curah dengan harga terjangkau: Rp 14.500. ‘’Saya dapat jatah 75 kilogram, disuruh jual Rp 15.600 per liternya,’’ kata Mariati, pedagang Pasar Legi sejak 1991 silam, Jumat (18/3).

Mariati kehabisan stok migor curah sejak sepekan terakhir. Harga yang didapatkannya kemarin lebih murah ketimbang sebelum stok terakhir di tokonya ludes. Sebelumnya dia kulakan seharga Rp 18 ribu lantas dijual Rp 19 ribu. ‘’Kami manut pemerintah,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Antisipasi Kelangkaan Migor, Pemkab Magetan Terus-terusan Gelar Operasi Pasar

Sri Kusmiati merasakan hal sama. Pedagang asal Ngampel, Balong, itu rela antre agar dapat kembali melayani pembeli. Dia pun kehabisan stok sejak sepekan terakhir.  ‘’Alhamdulillah baru ini dapat curah, sebelumnya nggak pernah. Semingguan cari ke mana-mana nggak dapat,’’ ungkapnya.

Kepala Disperdakum Ponorogo Bedianto mengatakan, jatah migor curah bagi kabupaten ini sebenarnya 8.000 kilogram. Lantaran kendaraan pengangkutnya trouble di Nganjuk, barang yang sampai ke Ponorogo hanya 6.000 kilogram. ‘’Kuota berkurang, tapi besok siap didatangkan lagi jika masih membutuhkan,’’ ujarnya.

Ibed –sapaan Bedianto- menegaskan bahwa operasi pasar itu dikhususkan pedagang agar perdagangan lekas berangsur normal. Pihaknya meminta pedagang menjual sesuai HET yang ditetapkan pemerintah pusat. ‘’Harga ecer maksimal Rp 14 ribu-Rp 15 ribu,’’ tuturnya.

Ibed membeber alasan memilih curah dalam operasi pasar ini. Dia mengklaim curah selisih 9 ons lebih berat dibanding migor kemasan ukuran 1 liter. ‘’Pakta integritas memudahkan pengawasan,’’ sebutnya. (kid/c1/fin/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Demi menebus minyak goreng (migor) curah, pedagang di Pasar Legi tak cukup hanya antre. Mereka juga harus bersedia menandatangani pakta integritas bermeterai Rp 10 ribu. Pedagang diminta berkomitmen menjual migor curah sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 11.500.

Ketentuan itulah yang diterapkan dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdakum) saat menggelontor 6 ton migor bagi 87 pedagang di Pasar Legi. Kendati blangko pakta integritas digandakan sebelum Menteri Perdagangan (Mendag) menetapkan HET migor curah menjadi Rp 14 ribu.

Toh, para pedagang tetap menandatangani pakta integritas demi mendapat migor curah dengan harga terjangkau: Rp 14.500. ‘’Saya dapat jatah 75 kilogram, disuruh jual Rp 15.600 per liternya,’’ kata Mariati, pedagang Pasar Legi sejak 1991 silam, Jumat (18/3).

Mariati kehabisan stok migor curah sejak sepekan terakhir. Harga yang didapatkannya kemarin lebih murah ketimbang sebelum stok terakhir di tokonya ludes. Sebelumnya dia kulakan seharga Rp 18 ribu lantas dijual Rp 19 ribu. ‘’Kami manut pemerintah,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Antisipasi Kelangkaan Migor, Pemkab Magetan Terus-terusan Gelar Operasi Pasar

Sri Kusmiati merasakan hal sama. Pedagang asal Ngampel, Balong, itu rela antre agar dapat kembali melayani pembeli. Dia pun kehabisan stok sejak sepekan terakhir.  ‘’Alhamdulillah baru ini dapat curah, sebelumnya nggak pernah. Semingguan cari ke mana-mana nggak dapat,’’ ungkapnya.

Kepala Disperdakum Ponorogo Bedianto mengatakan, jatah migor curah bagi kabupaten ini sebenarnya 8.000 kilogram. Lantaran kendaraan pengangkutnya trouble di Nganjuk, barang yang sampai ke Ponorogo hanya 6.000 kilogram. ‘’Kuota berkurang, tapi besok siap didatangkan lagi jika masih membutuhkan,’’ ujarnya.

Ibed –sapaan Bedianto- menegaskan bahwa operasi pasar itu dikhususkan pedagang agar perdagangan lekas berangsur normal. Pihaknya meminta pedagang menjual sesuai HET yang ditetapkan pemerintah pusat. ‘’Harga ecer maksimal Rp 14 ribu-Rp 15 ribu,’’ tuturnya.

Ibed membeber alasan memilih curah dalam operasi pasar ini. Dia mengklaim curah selisih 9 ons lebih berat dibanding migor kemasan ukuran 1 liter. ‘’Pakta integritas memudahkan pengawasan,’’ sebutnya. (kid/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/