alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Kontingen Ponorogo untuk Porprov Jatim Di-cover BPJamsostek

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Perlindungan sosial didapat 280 atlet kontingen Ponorogo yang akan bertanding di Porprov Jatim 2022. Jaminan itu diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) bukan hanya kepada atlet saja tetapi juga 20 orang pelatih dan ofisial. Seremonial penyerahan kartu peserta BPJamsostek dilakukan pada Selasa (14/6) lalu.

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko mengatakan jaminan sosial ketenagakerjaan itu merupakan bentuk dukungan pihaknya kepada para atlet, pelatih dan ofisial selama mengikuti porprov di Jember, Lumajang, Situbondo dan Bondowoso. “Agar atlet ketika bertanding merasa aman dan nyaman serta lebih bersemangat,” katanya.

Kepala BPJamsostek Kantor Cabang Ponorogo Heru Siswanto mengapresiasi langkah KONI yang telah memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para atlet, pelatih dan ofisial. “Dengan jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut dapat memberikan perlindungan menyeluruh kepada atlet dan pelatih,” ujarnya.

Kini para atlet tidak harus khawatir dalam menghadapi risiko cedera saat bertanding maupun berlatih. Karena semua akan ditanggung oleh BPJamsostek. “Ini agar atlet lebih bersemangat dalam berprestasi tanpa harus merasa khawatir ketika terjadi risiko saat bertanding. Karena semua sudah mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Semoga para atlet, pelatih serta ofisial tim bisa fokus selama pertandingan,” terangnya.

Heru menjelaskan mereka bakal mendapat jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM). Selain itu, biaya pengobatan bakal di-cover BPJamsostek sampai sembuh apabila atlet, pelatih maupun ofisial mengalami kecelakaan. “Maka dari itu, ayo para atlet, pelatih, pelaku usaha UMKM, para petani, pelaku seni dan pelaku usaha ekonomi yang belum terdaftar bisa mendaftarkan secara mandiri,” tuturnya.

Baca Juga :  303 APK Ditertibkan Bawaslu Selama Masa Kampanye

Menurutnya, menjadi peserta BPJamsostek cukup mudah. Warga cukup mendaftar secara mandiri ke kantor BPJS Ketenagakerjaan setempat. Kemudian peserta hanya dikenai iuran Rp 16.800 per bulan. “Dengan iuran sekecil itu tapi manfaat yang didapat cukup besar. Jika mengalami resiko kecelakaan kerja biaya perawatan dan pengobatan tak terbatas sampai sembuh total. Semoga seluruh pekerja di Kabupaten Ponorogo dapat terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan sehingga pekerja merasa aman jika ada resiko saat berangkat, pulang, tugas kerja menimpanya,” jelas Heru.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madiun Honggy Dwinanda Hariawan mengatakan banyak keuntungan yang bisa didapat ketika menjadi peserta BPJamsostek. Selain itu, jika peserta meninggal dunia ahli waris memperoleh santunan Rp 42 juta. “Risiko kecelakaan dan kematian tidak ada yang tahu kapan datangnya. Jadi, segera mendaftar sebagai peserta,” ujar Honggy saat menghadiri acara pelepasan kontingen Ponorogo kw Porprov Jatim di Pringgitan pada Jumat (17/6) lalu.

Dia menambahkan apabila sudah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek selama tiga tahun yang bersangkutan berhak memperoleh santunan pendidikan untuk dua anaknya. ‘’Manfaat program seperti ini dapat membantu untuk keberlanjutan ekonomi keluarga ahli waris yang ditinggalkan,’’ pungkas Honggy. (fac/her/adv)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Perlindungan sosial didapat 280 atlet kontingen Ponorogo yang akan bertanding di Porprov Jatim 2022. Jaminan itu diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) bukan hanya kepada atlet saja tetapi juga 20 orang pelatih dan ofisial. Seremonial penyerahan kartu peserta BPJamsostek dilakukan pada Selasa (14/6) lalu.

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko mengatakan jaminan sosial ketenagakerjaan itu merupakan bentuk dukungan pihaknya kepada para atlet, pelatih dan ofisial selama mengikuti porprov di Jember, Lumajang, Situbondo dan Bondowoso. “Agar atlet ketika bertanding merasa aman dan nyaman serta lebih bersemangat,” katanya.

Kepala BPJamsostek Kantor Cabang Ponorogo Heru Siswanto mengapresiasi langkah KONI yang telah memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para atlet, pelatih dan ofisial. “Dengan jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut dapat memberikan perlindungan menyeluruh kepada atlet dan pelatih,” ujarnya.

Kini para atlet tidak harus khawatir dalam menghadapi risiko cedera saat bertanding maupun berlatih. Karena semua akan ditanggung oleh BPJamsostek. “Ini agar atlet lebih bersemangat dalam berprestasi tanpa harus merasa khawatir ketika terjadi risiko saat bertanding. Karena semua sudah mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Semoga para atlet, pelatih serta ofisial tim bisa fokus selama pertandingan,” terangnya.

Heru menjelaskan mereka bakal mendapat jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM). Selain itu, biaya pengobatan bakal di-cover BPJamsostek sampai sembuh apabila atlet, pelatih maupun ofisial mengalami kecelakaan. “Maka dari itu, ayo para atlet, pelatih, pelaku usaha UMKM, para petani, pelaku seni dan pelaku usaha ekonomi yang belum terdaftar bisa mendaftarkan secara mandiri,” tuturnya.

Baca Juga :  Harga Aspal Naik, Realisasi Perbaikan Jalan Rusak di Ponorogo Mundur

Menurutnya, menjadi peserta BPJamsostek cukup mudah. Warga cukup mendaftar secara mandiri ke kantor BPJS Ketenagakerjaan setempat. Kemudian peserta hanya dikenai iuran Rp 16.800 per bulan. “Dengan iuran sekecil itu tapi manfaat yang didapat cukup besar. Jika mengalami resiko kecelakaan kerja biaya perawatan dan pengobatan tak terbatas sampai sembuh total. Semoga seluruh pekerja di Kabupaten Ponorogo dapat terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan sehingga pekerja merasa aman jika ada resiko saat berangkat, pulang, tugas kerja menimpanya,” jelas Heru.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madiun Honggy Dwinanda Hariawan mengatakan banyak keuntungan yang bisa didapat ketika menjadi peserta BPJamsostek. Selain itu, jika peserta meninggal dunia ahli waris memperoleh santunan Rp 42 juta. “Risiko kecelakaan dan kematian tidak ada yang tahu kapan datangnya. Jadi, segera mendaftar sebagai peserta,” ujar Honggy saat menghadiri acara pelepasan kontingen Ponorogo kw Porprov Jatim di Pringgitan pada Jumat (17/6) lalu.

Dia menambahkan apabila sudah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek selama tiga tahun yang bersangkutan berhak memperoleh santunan pendidikan untuk dua anaknya. ‘’Manfaat program seperti ini dapat membantu untuk keberlanjutan ekonomi keluarga ahli waris yang ditinggalkan,’’ pungkas Honggy. (fac/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru