alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Hasil Investigasi Timsus, Ijazah Korban Penipuan Calo PPPK di Ponorogo Ditahan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Belasan dokumen ijazah milik korban masih disandera jaringan calo Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Temuan itu mendasar hasil pemeriksaan sementara dari lima korban oleh tim khusus pemkab.

Sekda Ponorogo Agus Pramono menyatakan, pemanggilan korban masih akan terus berjalan. Informasi yang telah digali tim khusus, kisaran 16-20 dokumen ijazah yang sampai saat ini dibawa jaringan calo. Diduga, ijazah itu ditahan sampai para korban bersedia menebus mahar yang kisarannya Rp 60-70 juta. ‘’Sesuai informasi yang kami terima dan berjalan, saya yakin masih berkembang,’’ ungkapnya.

Agus Pram, sapaan sekda, menyebut modus operandi jaringan calo itu dengan membagi ‘wilayah kerja’ masing-masing di bawah koordinator. Nah, korban menyerahkan dokumen ijazah itu kepada setiap koordinator di wilayahnya. ‘’Sampling koordinator dibagi wilayah modus,’’ tegasnya.

Ditengarai koordinator tersebut menyerahkan dokumen ijazah itu kepada koordinator daerah. Selanjutnya menyerahkan dokumen ijazah ke otak jaringan sebelum kemudian disetorkan ke oknum di pusat yang diduga sebagai perantara. Agus Pram bakal mendetailkan informasi tersebut setelah serangkaian pemeriksaan ini tuntas. Laporannya bakal dikirim ke meja bupati dalam waktu dekat. ‘’Jadi seperti yang pernah saya sampaikan ini memang lagi berproses untuk pemanggilan korban dan oknum yang diduga mengetahui proses ini,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Tentang Sulami dan Seputar Asmaranya

Secara paralel, tim khusus juga telah memanggil beberapa oknum aparatur sipil negara (ASN) yang diduga terlibat. Lantas, siapakah gerangan? Agus Pram menduga jaringan calo bisa jadi diotaki oleh orang di luar pemerintahan. Sementara yang bergerak di internal pemkab diduga kuat dari oknum ASN. ‘’Kemungkinannya bisa ASN dan dari luar,’’ ujarnya.

Sekda memastikan pihak luar itu juga bakal dimintai keterangan. Agar tim khusus mendapatkan informasi secara gamblang terkait alur dan mekanisme jaringan itu bekerja. Termasuk siapa-siapa yang terlibat. ‘’ASN maupun dari luar tetap dimintai keterangan, alurnya seperti apa,’’ ungkapnya.

Agus Pram menegaskan seluruh proses pemeriksaan oleh tim khusus dijalankan secara terbuka. Publik berhak mengetahui perkembangan dari proses investigasi ini. Tim khusus itu terdiri dari badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM) dan Inspektorat. ‘’Yang bekerja tim, segera merespon terhadap apa yang terjadi di masyarakat menyangkut ASN. Ini berjalan, lebih cepat diselesaikan,’’ pungkasnya. (kid/fin)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Belasan dokumen ijazah milik korban masih disandera jaringan calo Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Temuan itu mendasar hasil pemeriksaan sementara dari lima korban oleh tim khusus pemkab.

Sekda Ponorogo Agus Pramono menyatakan, pemanggilan korban masih akan terus berjalan. Informasi yang telah digali tim khusus, kisaran 16-20 dokumen ijazah yang sampai saat ini dibawa jaringan calo. Diduga, ijazah itu ditahan sampai para korban bersedia menebus mahar yang kisarannya Rp 60-70 juta. ‘’Sesuai informasi yang kami terima dan berjalan, saya yakin masih berkembang,’’ ungkapnya.

Agus Pram, sapaan sekda, menyebut modus operandi jaringan calo itu dengan membagi ‘wilayah kerja’ masing-masing di bawah koordinator. Nah, korban menyerahkan dokumen ijazah itu kepada setiap koordinator di wilayahnya. ‘’Sampling koordinator dibagi wilayah modus,’’ tegasnya.

Ditengarai koordinator tersebut menyerahkan dokumen ijazah itu kepada koordinator daerah. Selanjutnya menyerahkan dokumen ijazah ke otak jaringan sebelum kemudian disetorkan ke oknum di pusat yang diduga sebagai perantara. Agus Pram bakal mendetailkan informasi tersebut setelah serangkaian pemeriksaan ini tuntas. Laporannya bakal dikirim ke meja bupati dalam waktu dekat. ‘’Jadi seperti yang pernah saya sampaikan ini memang lagi berproses untuk pemanggilan korban dan oknum yang diduga mengetahui proses ini,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Raperda Pesantren Nyangkut di Gubernur

Secara paralel, tim khusus juga telah memanggil beberapa oknum aparatur sipil negara (ASN) yang diduga terlibat. Lantas, siapakah gerangan? Agus Pram menduga jaringan calo bisa jadi diotaki oleh orang di luar pemerintahan. Sementara yang bergerak di internal pemkab diduga kuat dari oknum ASN. ‘’Kemungkinannya bisa ASN dan dari luar,’’ ujarnya.

Sekda memastikan pihak luar itu juga bakal dimintai keterangan. Agar tim khusus mendapatkan informasi secara gamblang terkait alur dan mekanisme jaringan itu bekerja. Termasuk siapa-siapa yang terlibat. ‘’ASN maupun dari luar tetap dimintai keterangan, alurnya seperti apa,’’ ungkapnya.

Agus Pram menegaskan seluruh proses pemeriksaan oleh tim khusus dijalankan secara terbuka. Publik berhak mengetahui perkembangan dari proses investigasi ini. Tim khusus itu terdiri dari badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM) dan Inspektorat. ‘’Yang bekerja tim, segera merespon terhadap apa yang terjadi di masyarakat menyangkut ASN. Ini berjalan, lebih cepat diselesaikan,’’ pungkasnya. (kid/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/