alexametrics
24.9 C
Madiun
Thursday, May 12, 2022

Bikin Kampung Baru Dekat Waduk Bendo

SOOKO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Debit air Waduk Bendo yang mencapai 43 juta meter kubik dengan mudah menggenangi apa saja. Sebanyak 10 rumah warga Dusun Krajan, Ngadirojo, Sooko, Ponorogo, tenggelam oleh air bendungan yang genangannya seluas 170 hektare itu. Namun, si empunya rumah enggan meninggalkan kampung halaman mereka kendati sudah mendapat ganti rugi lahan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. ‘’Mereka hanya pindah tak jauh dari lokasi rumah yang lama,’’ kata Agus Suprianto, kepala Dusun Krajan, kemarin.

Menurut dia, kesepuluh warganya bertahan karena tidak ingin kehilangan mata pencarian. Jarak permukiman baru yang dipilih sekitar tujuh meter lebih tinggi dari permukaan air Waduk Bendo sekarang. Delapan bangunan rumah sudah berdiri, beberapa lagi masih dalam tahap pembangunan. Agus memastikan lokasi itu aman meski air bendungan sedang pasang sekalipun. ‘’Kalau cuaca ekstrem, air waduk pasti naik tapi tidak sampai ke situ,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pelajar Hilang Nyawa Tumbur Truk dari Belakang

Permukiman baru itu dekat dengan wisata Telaga Nglebak yang kini menarik pengunjung. Para penghuninya kerap menyeberangi telaga dengan getek dari bambu. Agus mengatakan, mayoritas warganya beternak sapi dan kambing. Mereka biasa merumput di seberang barat telaga. ‘’Ada sekitar 10 getek milik warga yang dipakai mencari umput,’’ ungkap Agus.

Sejumlah pengunjung sempat penasaran menaiki getek. Namun, dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda, dan olahraga (disbudparpora) langsung melarangnya karena mengundang bahaya. Agus membantah jika warganya menyewakan perahu tradisional itu ke pengunjung. (mg7/c1/hw)

SOOKO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Debit air Waduk Bendo yang mencapai 43 juta meter kubik dengan mudah menggenangi apa saja. Sebanyak 10 rumah warga Dusun Krajan, Ngadirojo, Sooko, Ponorogo, tenggelam oleh air bendungan yang genangannya seluas 170 hektare itu. Namun, si empunya rumah enggan meninggalkan kampung halaman mereka kendati sudah mendapat ganti rugi lahan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. ‘’Mereka hanya pindah tak jauh dari lokasi rumah yang lama,’’ kata Agus Suprianto, kepala Dusun Krajan, kemarin.

Menurut dia, kesepuluh warganya bertahan karena tidak ingin kehilangan mata pencarian. Jarak permukiman baru yang dipilih sekitar tujuh meter lebih tinggi dari permukaan air Waduk Bendo sekarang. Delapan bangunan rumah sudah berdiri, beberapa lagi masih dalam tahap pembangunan. Agus memastikan lokasi itu aman meski air bendungan sedang pasang sekalipun. ‘’Kalau cuaca ekstrem, air waduk pasti naik tapi tidak sampai ke situ,’’ terangnya.

Baca Juga :  Amuk Hujan Campur Angin Porak-porandakan Ponorogo

Permukiman baru itu dekat dengan wisata Telaga Nglebak yang kini menarik pengunjung. Para penghuninya kerap menyeberangi telaga dengan getek dari bambu. Agus mengatakan, mayoritas warganya beternak sapi dan kambing. Mereka biasa merumput di seberang barat telaga. ‘’Ada sekitar 10 getek milik warga yang dipakai mencari umput,’’ ungkap Agus.

Sejumlah pengunjung sempat penasaran menaiki getek. Namun, dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda, dan olahraga (disbudparpora) langsung melarangnya karena mengundang bahaya. Agus membantah jika warganya menyewakan perahu tradisional itu ke pengunjung. (mg7/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/