alexametrics
25.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Sekda Ponorogo Bantah Ada Malaadministrasi Hasil Lelang JPTP

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Tudingan malaadministrasi sempat mengarah ke proses lelang jabatan eselon II di lingkup Pemkab Ponorogo. Itu setelah mantan Kacabdindik Jawa Timur Wilayah Ponorogo Nurhadi Hanuri lolos sebagai peraih tiga nilai tertinggi calon kepala dinas pendidikan (dindik). Usia Nurhadi disoal saat pindah jabatan fungsional menjadi guru di SMAN Babadan.

Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono buru-buru menyatakan tidak ada yang salah dengan persyaratan administrasi Nurhadi saat ikut seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) itu. Permen PAN-RB 16/2009 memang membatasi usia guru maksimal 51 untuk kembali ke jabatan fungsionalnya. Padahal, usia Nurhadi adalah 54 tahun. ‘’Kami sudah berkoordinasi dengan BKD (Badan Kepegawaian Daerah, Red) Jawa Timur, usia maksimal sesuai aturan 55 tahun,’’ kata Agus Pram yang juga ketua pansel JPTP itu, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga :  Ajang Komunitas Seni di Ponorogo Unjuk Kreasi

BKD Jatim merekomendasikan aturan main di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Sekda memastikan status Nurhadi saat mendaftar sebagai calon kepala dindik adalah guru fungsional yang berusia 54 tahun. Pansel sedari awal sudah berhati-hati terkait syarat administrasi peserta lelang jabatan. ‘’Seleksi JPTP terbuka untuk wilayah Jawa Timur. Selama pendaftar memenuhi syarat administrasi, maka memiliki hak yang sama,’’ jelasnya sembari menyebut BKD Jatim ikut meneliti persyaratan administrasi itu.

Pansel sudah mengumumkan 27 pemenang lelang untuk sembilan posisi jabatan pada 14 Januari lalu. Masing-masing jabatan diisi tiga nama peraih nilai tertinggi seleksi terbuka JPTP berdasarkan urutan alfabet. Mekanisme berikutnya, bupati akan memilih satu di antara tiga nama calon pejabat eselon II itu. (mg7/c1/hw)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Tudingan malaadministrasi sempat mengarah ke proses lelang jabatan eselon II di lingkup Pemkab Ponorogo. Itu setelah mantan Kacabdindik Jawa Timur Wilayah Ponorogo Nurhadi Hanuri lolos sebagai peraih tiga nilai tertinggi calon kepala dinas pendidikan (dindik). Usia Nurhadi disoal saat pindah jabatan fungsional menjadi guru di SMAN Babadan.

Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono buru-buru menyatakan tidak ada yang salah dengan persyaratan administrasi Nurhadi saat ikut seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) itu. Permen PAN-RB 16/2009 memang membatasi usia guru maksimal 51 untuk kembali ke jabatan fungsionalnya. Padahal, usia Nurhadi adalah 54 tahun. ‘’Kami sudah berkoordinasi dengan BKD (Badan Kepegawaian Daerah, Red) Jawa Timur, usia maksimal sesuai aturan 55 tahun,’’ kata Agus Pram yang juga ketua pansel JPTP itu, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga :  Ke Ponorogo Rasanya Ada yang Kurang bila Tak Jajan Jenang

BKD Jatim merekomendasikan aturan main di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Sekda memastikan status Nurhadi saat mendaftar sebagai calon kepala dindik adalah guru fungsional yang berusia 54 tahun. Pansel sedari awal sudah berhati-hati terkait syarat administrasi peserta lelang jabatan. ‘’Seleksi JPTP terbuka untuk wilayah Jawa Timur. Selama pendaftar memenuhi syarat administrasi, maka memiliki hak yang sama,’’ jelasnya sembari menyebut BKD Jatim ikut meneliti persyaratan administrasi itu.

Pansel sudah mengumumkan 27 pemenang lelang untuk sembilan posisi jabatan pada 14 Januari lalu. Masing-masing jabatan diisi tiga nama peraih nilai tertinggi seleksi terbuka JPTP berdasarkan urutan alfabet. Mekanisme berikutnya, bupati akan memilih satu di antara tiga nama calon pejabat eselon II itu. (mg7/c1/hw)

Most Read

Artikel Terbaru

/