alexametrics
23.5 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Dipanggil Bawaslu, Lima Terperiksa Lewatkan Klarifikasi

PONOROGO – Panggilan Bawaslu Ponorogo tak diindahkan. Lima orang yang diduga terlibat politik uang di Jenangan kembali mangkir. Kelimanya kembali dijadwalkan hadir untuk dimintai keterangan pukul 09.00-13.00, kemarin (18/4). ‘’Sampai saat ini belum hadir,’’ kata Kordinator Divisi (Kordiv) Penindakan Bawaslu Ponorogo Marji Nurcahyo.

Lima orang itu, beber Marji, terdiri dua terlapor (pembagi uang) dua saksi dan satu caleg DPRD Kabupaten Dapil II yang dicatut namanya dalam kasus tersebut. ‘’Tetap kami proses temuan-temuan yang ada sesuai prosedur yang berlaku,’’ tegasnya.

Sesuai Perbawaslu Nomor 7/2018, toleransi pemanggilan maksimal dua kali. Artinya, kesempatan pihak-pihak terkait untuk memberi klarifikasi sudah dilewati. Selanjutnya, bawaslu segera membahas persoalan ini di sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). Apakah hasil temuan uang Rp 1,3 juta dan daftar nama penerima bisa menyeret ke ranah pidana?. Semuanya tergantung kajian bersama Gakumdu. ‘’Yang jelas seluruh barang bukti telah kami amankan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pedofil Asal Wates Tiga Kali Setubuhi Bocah 8 Tahun

Dua orang yang diduga terlibat kasus serupa di Jambon turut mangkir. Keduanya tidak memenuhi panggilan pertama yang dilayangkan Bawaslu. Surat pemanggilan kedua segera dilayangkan. ‘’Di Jambon yang kami panggil sementara dua orang. Tidak menutup, ada nama-nama tambahan,’’ tuturnya.

Bawaslu juga mendapati beberapa nama caleg di pusaran money politic temuan kedua tersebut. Juga, telah diamankan uang Rp 66 juta yang sudah terbagi dalam pecahan Rp 20-10 ribu, daftar nama penerima, dan spesimen surat suara. ‘’Kami pun terus mencari keterangan dan petunjuk baru,’’ imbuhnya. (mg7/fin) 

PONOROGO – Panggilan Bawaslu Ponorogo tak diindahkan. Lima orang yang diduga terlibat politik uang di Jenangan kembali mangkir. Kelimanya kembali dijadwalkan hadir untuk dimintai keterangan pukul 09.00-13.00, kemarin (18/4). ‘’Sampai saat ini belum hadir,’’ kata Kordinator Divisi (Kordiv) Penindakan Bawaslu Ponorogo Marji Nurcahyo.

Lima orang itu, beber Marji, terdiri dua terlapor (pembagi uang) dua saksi dan satu caleg DPRD Kabupaten Dapil II yang dicatut namanya dalam kasus tersebut. ‘’Tetap kami proses temuan-temuan yang ada sesuai prosedur yang berlaku,’’ tegasnya.

Sesuai Perbawaslu Nomor 7/2018, toleransi pemanggilan maksimal dua kali. Artinya, kesempatan pihak-pihak terkait untuk memberi klarifikasi sudah dilewati. Selanjutnya, bawaslu segera membahas persoalan ini di sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). Apakah hasil temuan uang Rp 1,3 juta dan daftar nama penerima bisa menyeret ke ranah pidana?. Semuanya tergantung kajian bersama Gakumdu. ‘’Yang jelas seluruh barang bukti telah kami amankan,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Tantangan Bambang Panca Nakhodai Kejari di Masa Pandemi

Dua orang yang diduga terlibat kasus serupa di Jambon turut mangkir. Keduanya tidak memenuhi panggilan pertama yang dilayangkan Bawaslu. Surat pemanggilan kedua segera dilayangkan. ‘’Di Jambon yang kami panggil sementara dua orang. Tidak menutup, ada nama-nama tambahan,’’ tuturnya.

Bawaslu juga mendapati beberapa nama caleg di pusaran money politic temuan kedua tersebut. Juga, telah diamankan uang Rp 66 juta yang sudah terbagi dalam pecahan Rp 20-10 ribu, daftar nama penerima, dan spesimen surat suara. ‘’Kami pun terus mencari keterangan dan petunjuk baru,’’ imbuhnya. (mg7/fin) 

Most Read

Artikel Terbaru

/