alexametrics
23.3 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Pemkab Ponorogo Bakal Pindah TPA Mrican

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sulitnya perluasan lahan TPA Mrican telah mencuat sejak 2018 silam. Sejak empat tahun lalu, warga sudah khawatir terhadap dampak lingkungan dan kesehatan. Namun, sebagian besar enggan merelakan lahannya.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyatakan bahwa persoalan TPA Mrican merupakan problem klasik. Namun, pemkab tetap berupaya mencari solusi agar persoalan tersebut tidak semakin berlarut. “Tidak bisa krentek satu hari selesai. Kami harus bangun solusi yang terukur,’’ katanya, Selasa (19/4).

Kang Giri, sapaan bupati, mengatakan, TPA yang sudah overload itu perlu disiapkan lahan pengganti. Solusi itu pun sesuai dengan keinginan bupati. ‘’Kami inginnya pindah, biar jauh dari permukiman. Kami rundingkan dulu dengan dewan,’’ ujarnya.

Ditanya soal pilihan lokasi, bupati menyebutkan beberapa opsi. Kendati belum ingin terburu-buru membocorkan lokasi TPA pengganti, dia menyerahkan sepenuhnya pada hasil pembahasan bersama dewan. ‘’Biar nanti ada usulan, yang jelas jauh dari permukiman,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Dishub Ponorogo Belum Berniat Tambah Armada ACS

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Seni menyebutkan, pengadaan tanah untuk TPA baru diperkirakan dapat dilakukan tahun depan. Kebutuhan lahan harus disesuaikan dengan syarat luasan TPA, minimal 4 hektare. ‘’Lahan utara TPA (Mrican, Red) itu ada yang boleh ada yang tidak,’’ kata Seni.

Terkait lokasi, Seni belum dapat memberikan kepastian. Mengacu pada Perda RTRW Nomor 1/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Ponorogo 2012-2032, kawasan TPA yang diizinkan hanya di Mrican. Perda itu lantas diperbarui melalui Raperda RTRW Ponorogo 2022-2042. ‘’Dalam perda RTRW baru ini, kawasan TPA ada di Kecamatan Jenangan,’’ jelasnya.

Seni tidak menampik bahwa problem TPA Mrican mendesak segera mendapat solusi. Lahan TPA Mrican seluas 1,2 hektare tidak mampu lagi menampung produksi sampah yang mencapai 90 ton per hari. Kendati, pengadaan lahan baru dan persiapannya memerlukan waktu panjang. ‘’TPA baru diperkirakan 2025 baru aktif,’’ ungkapnya. (kid/c1/fin/her)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sulitnya perluasan lahan TPA Mrican telah mencuat sejak 2018 silam. Sejak empat tahun lalu, warga sudah khawatir terhadap dampak lingkungan dan kesehatan. Namun, sebagian besar enggan merelakan lahannya.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyatakan bahwa persoalan TPA Mrican merupakan problem klasik. Namun, pemkab tetap berupaya mencari solusi agar persoalan tersebut tidak semakin berlarut. “Tidak bisa krentek satu hari selesai. Kami harus bangun solusi yang terukur,’’ katanya, Selasa (19/4).

Kang Giri, sapaan bupati, mengatakan, TPA yang sudah overload itu perlu disiapkan lahan pengganti. Solusi itu pun sesuai dengan keinginan bupati. ‘’Kami inginnya pindah, biar jauh dari permukiman. Kami rundingkan dulu dengan dewan,’’ ujarnya.

Ditanya soal pilihan lokasi, bupati menyebutkan beberapa opsi. Kendati belum ingin terburu-buru membocorkan lokasi TPA pengganti, dia menyerahkan sepenuhnya pada hasil pembahasan bersama dewan. ‘’Biar nanti ada usulan, yang jelas jauh dari permukiman,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Tinggal Seorang Pedagang Diami Pasar Lanang Ponorogo

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Seni menyebutkan, pengadaan tanah untuk TPA baru diperkirakan dapat dilakukan tahun depan. Kebutuhan lahan harus disesuaikan dengan syarat luasan TPA, minimal 4 hektare. ‘’Lahan utara TPA (Mrican, Red) itu ada yang boleh ada yang tidak,’’ kata Seni.

Terkait lokasi, Seni belum dapat memberikan kepastian. Mengacu pada Perda RTRW Nomor 1/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Ponorogo 2012-2032, kawasan TPA yang diizinkan hanya di Mrican. Perda itu lantas diperbarui melalui Raperda RTRW Ponorogo 2022-2042. ‘’Dalam perda RTRW baru ini, kawasan TPA ada di Kecamatan Jenangan,’’ jelasnya.

Seni tidak menampik bahwa problem TPA Mrican mendesak segera mendapat solusi. Lahan TPA Mrican seluas 1,2 hektare tidak mampu lagi menampung produksi sampah yang mencapai 90 ton per hari. Kendati, pengadaan lahan baru dan persiapannya memerlukan waktu panjang. ‘’TPA baru diperkirakan 2025 baru aktif,’’ ungkapnya. (kid/c1/fin/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/